Soal Ujian Plus Jawaban Akhir Blok (uab)

UJIAN AKHIR BLOK (UAB)

NEUROSCIENCE

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MALAHAYATI

Sabtu, 16 April 2011 (Waktu : 60 menit)

SOAL + JAWABAN !

  1. Kolilonimetik kerja langsung (direct-acting) yang digunakan untuk terapi glaucoma dan syndrome sjogren adalah

  1. Asetilkolin.

  2. Bethanecol.

  3. Physostigmin.

  4. Pilocarpin.

  5. Neostigmin.

  1. Untuk mengatasi ileus postoperasi dengan

cara mengaktivasi saluran cerna dapat diberikan :

  1. Bethanecol.

  2. Pilokarpin.

  3. Atropin.

  4. Scopolamine.

  5. Ipratropium.

  1. Berikut ini pernyataan yang benar tentang efek agonis reseftor kolinergik dan kegunaan klinisnya

  1. Menurunkan motilitas gastrointestinal (abdominal surgery).

  2. Menurunkan transmisi neuromuskuler (surgical anesthesia).

  3. Siklospasme, meningkatkan drainase humor aqueous (glaucoma).

  4. Bronkhodilatasi (asthma).

  1. Berikut ini merupakan obat yang diberikan pada pasien glaucoma

  1. Piridostigmin.

  2. Physostigmin.

  3. Ambenonium.

  4. Atropine.

  5. Edroponium.

  1. Bila terjadi keracunan pilokarpin diberikan anti dotum :

  1. Scopolamine.

  2. Karbakol.

  3. Atropine.

  4. Betanecol.

  5. Ekothipat.

  1. Hemicholinum akan menginhibisi zat dari luar yang akan membentuk kolinergic transmitter :

  1. Acetil.

  2. Acetat.

  3. Acetilcholin.

  4. Cholin.

  5. Acetilcholiesterase.

  1. Reseptor muscarinik pada persyarafan parasimpatis menangkap transmitter :

  1. Dopamine.

  2. Norefinefrin.

  3. Acetilcholin.

  4. Epineprin.

  1. Berikut ini yang merupakan efek toksik anestesi local pada CNS adalah

  1. Aritmia.

  2. Hipotensi.

  3. Hipertensi.

  4. Infark miocard akut.

  5. Gangguan tonic-clonik.

  1. Berikut ini golongan amid dari local

anestesi adalah

  1. Lidocaine.

  2. Procaine.

  3. Cocaine.

  4. Tetracaine.

  5. Benzocaine.

  1. Berikut ini yang merupakan long duration anestesi local adalah :

  1. Bupivacaine.

  2. Ropivacaine.

  3. Tetracaine.

  4. Lidocaine.

  5. Procaine.

  1. Mekanisme kerja aspirin adalah

  1. Secara selektif menghambat enzim COX-2.

  2. Menghambat siklooksigenase secara irreversible.

  3. Menghambat siklooksigenase secara reversible.

  4. Tidak mempengaruhi fungsi homeostatic.

  5. Efek samping pada gastrointestinal minimal.

  1. Efek yang tidak didapat dari NSAID adalah

  1. Mengurangi inflamasi.

  2. Antipiretik.

  3. Mempengaruhi fungsi homeostatic.

  4. Menghambat reabsobsi asam urat.

  5. Mengurangi efek sitoprotektif prostaglandin pada saluran cerna.

  1. Efek toksik asetaminofen berupa

  1. Nefrotoksik.

  2. Ototoksik.

  3. Kardiotoksik.

  4. Hepatotoksik.

  5. Hematotoksik.

  1. Analgetik opioid berdasarkan farmakokinetiknya kontraindikasi diberikan pada

  1. Ibu menyusui.

  2. Lanjut usia.

  3. Ibu hamil.

  4. Bayi.

  5. Anak-anak.

  1. Pasien dibawah ini yang kontraindikasi untuk dilakukan anestesi local adalah

  1. Pasien kelainan jiwa.

  2. Pasien lanjut usia.

  3. Pembedahan minor.

  4. Riwayat obat antikoagulan.

  5. Riwayat obat bius positif.

  1. Pasien yang mulai sulit mengendalikan urin selama masa anestesi sudah memasuki tahapan :

  1. Tahap pembedahan.

  2. Tahap excitement.

  3. Tahap supresi medulla.

  4. Tahap represi medulla.

  1. Tahap represi medulla ditandai dengan adanya :

  1. Analgesia dengan amnesia.

  2. Pasien mengigau.

  3. Hentinya napas spontan.

  4. Kembalinya napas spontan.

  5. Perubahan refleks mata.

  1. Obat anestesi berikut yang juga digunakan sebagai muscle relaxan adalah

  1. Halotan.

  2. Diazepam.

  3. Histamin.

  4. Eter.

  5. Thiopental.

  1. Anestesi berikut ini yang merupakan anestesi inhalasi dengan sifat mudah terbakar adalah

  1. Isoflurane.

  2. Cyclopropane.

  3. Halotan.

  4. Sevoflurane.

  5. Methoxyflurane.

  1. Merupakan anestesi umum dengan cara intravena adalah

  1. Halotan.

  2. Isoflurance.

  3. Droperianol.

  4. Cyclopropane.

  5. Chloroform.

21.Seorang wanita usia 65 tahun dibawa keluarganya ke UGD RS karena tiba-tiba tidak dapat berbicara. Pasien kesulitan untuk mengucapkan atau mengulangi kata-kata namun masih dapat mengerti atau memahami pembicaraan. Pasien tersebut mengalami

a. Afasia sensorik

b. Afasia motorik

c. Disartria

d. Agnosia

e. Apraksia

22. Letak lesi di otak pada kelainan tersebut

diatas adalah

a. Area Broca

b. Area Wernicke

c. Korteks premotor

d. Korteks asosiasi prefrontal

e. Korteks asosiasi temporal-parietal-

occipital

23. Seorang wanita usia 70 tahun dibawa keluarganya ke poli saraf RS karena pikun. Menurut keluarga sejak 6 bulan terakhir pasien sering lupa dengan hal-hal yang baru dilakukan, sering mengulang-ulang pertanyaan dan kesulitan melakukan hal-hal yang biasa dilakukannya sehari-hari seperti mandi atau berpakaian. Keluhan dirasakan makin lama makin memberat. Keluarga menyangkal pasien memiliki riwayat stroke, diabetes mellitus, trauma kepala ataupun penggunaan alkohol. Pada pemeriksaan didapatkan kesadaran compos mentis dan tidak ada defisit neurologi fokal. Pemeriksaan MMSE dan Blessed Dementia Scale menujukkan pasien menderita demensia. Diagnosis pada pasien tersebut adalah

a. Pasti Demensia Alzheimer

b. Possible Demensia Alzheimer

c. Probable Demensia Alzheimer

d. Probable Demensia Vaskuler

e. Possible Demensia Lewy Body

24. Seorang pria usia 65 tahun dibawa keluarganya ke poli saraf RS. Menurut keluarganya sejak 1 tahun yang lalu pasien sering lupa dan tangan sering tremor. Pasien juga sering mengalami halusinasi visual. Diagnosis pada pasien tersebut adalah

a. Possible Demensia Alzheimer

b. Probable Demensia Alzheimer

c. Possible Demensia Vaskuler

d. Possible Demensia Lewy Body

e. Probable Demensia Lewy Body

25. Fungsi area korteks premotor adalah

a. Persepsi sensasi dan propioseptik

b. Mengatur gerakan volunter

c. Koordinasi gerakan yang kompleks

d. Pembentukan bahasa

e. Perencanaan aktifitas-aktifitas volunter

26. Penyebab paling sering meningitis pada

neonatus

a. Hemophilus influenzae

b. Neisseria meningitidis

c. Streptococcus pneumoniae.

d. Escherichia coli

e. Listeria monocytogenes

Kasus berikut untuk soal no 7-9

27. Seorang wanita usia 28 tahun dibawa ke UGD RS karena penurunan kesadaran sejak 2 hari yang lalu. Dari anamnesis diketahui sebelumnya pasien menderita demam, sakit kepala dan muntah. Pada pemeriksaan didapatkan kaku kuduk. Komplikasi apa yang bisa terjadi pada pasien tersebut

a. Hidrosefalus

b. Miopati

c. Perdarahan Intraventrikel

d. Perdarahan Intraserebral

e. Tumor Otak

28. Hasil pemeriksaan LCS pada pasien tersebut didapatkan lekosit 20000/mm3 terutaman pmn, protein meningkat dan glukosa menurun. Diagnosis pada pasien tersebut adalah

a. Meningitis Tuberkulosa

b. Meningitis bakteri

c. Meningitis viral

d. Meningitis Serosa

e. Meningitis aseptik

29. Komplikasi DIC (Disseminated Intravascular Coagulation) paling sering akibat infeksi bakteri

a. Neisseria meningitidis

b. Hemophilus influenzae

c. Meningococcus

d. Streptococcus pneumoniae.

e. Streptococcus grup B

Kasus berikut untuk soal no 30-32

30. Seorang laki-laki usia 18 tahun dibawa ke UGD RS karena gelisah, bicara ngaco dan demam. Pasien memilki riwayat penurunan berat badan dan batuk darah sejak 6 bulan terakhir. Dokter yang bertugas kemudian melakukan pemeriksaan meningeal sign.

Manakah yang bukan termasuk pemeriksaan meningeal sign

a. Kaku kuduk

b. Tanda Lasegue

c. Tanda Kernig

d. Tanda Brudzinski

e. Tanda Babinski

31. Pada pemeriksaan cairan serebrospinal diperoleh hasil cairan yang sedikit kuning, sel 25-500mm3 terutama lomfosit, glukosa 20-40mg/dl, protein meningkat. Terapi yang utama diberikan pada pasien tersebut adalah

a. Obat Anti Tuberkulosa (OAT)

b. Antibiotika golongan sefalosporin

c. Analgetika

d. Antipiretika

e. Anti kejang

32. Pada pemeriksaan fisik pasien tersebut didapatkan tanda-tanda rangsang meningeal dan trias beamone. Terdiri dari apa saja trias beamone

a. sakit kepala, kesadaran menurun, dan

papilledema

b. anoreksia, berat badan turun, nyeri

didaerah perut

c. kejang, kelumpuhan saraf cranial,

hidrosefalus

d. apati, refleks pupil menurun, refleks tendo

menurun

e. kejang, hemiparesis, nyeri punggung

Kasus berikut untuk soal 13-14

33. Seorang laki-laki 45 tahun dibawa ke UGD RS karena ditemukan tidak sadar setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan didapatkan GCS E1V1M3. Komponen GCS M3 artinya adalah

a. Tidak ada gerakan sama sekali

b. Gerakan fleksi (dekortikasi)

c. Gerakan ekstensi (deserebrasi)

d. Disorientasi/bingung

e. Bereaksi terhadap rangsang nyeri

34. Pada pemeriksaan yang dilakukan oleh

dokter jaga pada pasien tersebut didapatkan pola pernafasan Cheyne Stokes, pupil miosis dan refleks patologis positif pada kedua ekstremitas. Tahapan koma pada pasien tersebut adalah

a. Tahap diensefalon

b. Tahap mesensefalon

c. Tahap pontin

d. Tahap medula oblongata

e. Tahap serebelum

35. Seorang laki-laki usia 58 tahun dibawa keluarganya ke UGD RS karena tidak sadar. Pada pemeriksaan didapatkan GCS 7 dan tidak ada defisit neurologi. Hasil pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan didapatkan kadar gula darah 20 mg/dl dan CT Scan Kepala normal. Penurunan kesadaran pada pasien tersebut adalah

a. Koma Supratentorial Diensefalik

b. Lesi supratentorial yg menimbulkan sindrom kompresi rostrokaudal

c. Lesi yg menimbulkan sindrom unkus

d. Koma Infratentorial Diensefalik

e. Koma bihemisferik difus

36. Seorang laki-laki dibawa ke RS karena kecelakaan lalu lintas, saksi mata mengatakan laki-laki tersebut tidak menggunakan helm dan kepalanya terbentur aspal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran menurun, dan tampak ekstremitas kiri lebih lemah. Untuk mencari kelainan intracranial, pemeriksaan yang harus dilakukan pada pasien ini adalah:

    1. Foto scedel AP dan Lateral

    2. CT scan kepala

    3. Rongent waters

    4. Rongent basis cranium

    5. Rongent thoraks

    1. Bila dalam pemeriksaan didapatkan mata terbuka dengan rangsang nyeri, bicara tidak nyambung dan ekstemitas dapat melokalisir nyeri, maka nilai GCS adalah:

    1. E: 2 V:4 M: 5

    2. E: 1 V:4 M: 4

    3. c. E: 3 V:4 M: 5

    4. d. E: 2 V:2 M: 4

    5. e. E: 2 V:1 M: 3

    1. Pasen datang ke RS dengan keluhan kedua tungkai tidak dapat digerakkan setelah jatuh dari pohon, pada periksaan fisik didapatkan kekuatan motorik kedua lengan 5, kekuatan motorik kedua tungkai 0, sensibilitas terganggu mulai dari umbilikus kebawah, maka rongent yang sebaiknya dilakukan adalah:

a.Rongent vertebra cervical

  1. Rongent vertebra Trorakal

  2. Rongent vertebra lumbal

  3. Rongent vertebra sacral

  4. Rongent vertebra lumbosakral

    1. Pasien kecelakaan lalu lintas yang merupakan indikasi untuk CT scan kepala adalah:

    1. GCS 14, Post traumatic amnesia (+)

    2. Tidak ada Post traumatic amnesia

    3. Kekuatan motorik 5 tanpa ada lateralisasi

    4. Tidak ada Tanda-tanda fraktur basis

kranii

    1. Tidak ada kejang

40. Pasien datang ke RS dengan keluhan lemah keempat anggota gerak setelah jatuh dari pohon, pada periksaan fisik didapatkan kekuatan motorik kedua lengan 4, kekuatan motorik kedua tungkai 2, maka rongent yang sebaiknya dilakukan adalah:

  1. Rongent vertebra cervical

  2. Rongent vertebra Trorakal

  3. Rongent vertebra lumbal

d. Rongent vertebra sacral

e. Rongent vertebra lumbosakral

41. Kelainan gerakan berupa khorea dapat

disebabkan oleh lesi didaerah:

a. Hemisfer cerebri non dominan

b. Hemisfer cerebri dominan

c. Palaocerebellum

d. Neocerebellum

e. Korpus striatum

42. Kelainan gerakan berupa balismus dapat

disebabkan oleh lesi didaerah:

a. Subthalamic nucleus

b. Hemisfer cerebri dominan

c. Palaocerebellum

d. Neocerebellum

e. Korpus striatum

43. Kelainan gerakan berupa dystonia dapat

disebabkan oleh lesi didaerah:

a. Subthalamic nucleus

b. Corpus stratum and globus pallidus

c. Palaocerebellum

d. Neocerebellum

e. Korpus striatum

44. Pernyataan berikut ini yang bukan termasuk

sifat penyakit degeneratif pada sistem saraf

adalah:

a. Progressive

b. Mekanisme dan etiologinya diketahui pasti

c. Selective

d. Genetic

e. Familial

45. Berikut ini yang tidak termasuk dalam

gejala BRADYKINESIA adalah:

a. Mask-like face

b. Speech is slowly, sialorrhea.

c. Micrography

d. Mars a ptit pas

e. Cogwheel phenomenon

46. Berikut ini obat yang digunakan dalam

penatalaksaan parkinson yang termasuk

golongan ANTICHOLINERGIC adalah:

a. L-dopa

b. Levodopa

c. Trihexylphenidyl

d. Bromocriptine

e. Amantadine

47. Pada pemeriksaan pasien parkinson didapatkan tanda berupa tidak dapat mencegah mata berkedip-kedip bila daerah glabela diketuk berulang-ulang, disebut:

a. Mask-like face

b. Meyersons sign

c. Micrography

d. Mars a ptit pas

e. Cogwheel phenomenon

48. Pada parkinson didapatkan gambaran makroskopik berupa kehilangan melanin pada daerah:

a. Dentate nuclei

b. Glosopharyngeal nuclei

c. Palaocerebellum

d. Neocerebellum

e. Substansia nigra

49. Kelainan pada daerah SUBTHALAMIC

NUCLEUS dapat menyebabkan gangguan

gerakan berupa:

a. Mask-like face

b. Ballism

c. Micrography

d. Mars a ptit pas

e. Cogwheel phenomenon

50. Ketukan berulang (2 x/detik) pada glabela

membangkitkan reaksi berkedip-kedip

(terus-menerus) disebut:

a. Mask-like face

b. Cogwheel phenomenon

c. Meyersons sign

d. Micrography

e. Mars a ptit pas

      1. Seorang laki-laki berusia 55th dibawa kerumah sakit karena tiba-tiba lemah lengan dan tungkai kiri, mulut mencong, bicara pelo. Kemudian pasien ke kamar mandi, terpeleset kepala membentur dinding. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ada hematom kecil di kepala sebelah kiri, pasien tetap sadar, tidak muntah, dan tidak sakit kepala, paresis N VII & XII sinistra, dan hemiparesis sinistra. Kemungkinan pasien mengalami :

  1. Stroke Hemoragik

  2. Stroke Non Hemoragik

  3. Epidural Hematom

  4. Subdural Hematom

  5. Kontusio serebri

      1. Kemungkinan letak lesi (kerusakan)

  1. Hemisfer kanan

  2. Hemisfer kiri

  3. Mesensefalon sebelah kanan

  4. Pons sebelah kiri

  5. Medulla oblongata sebelah kanan

      1. Pemeriksaan penunjang apa, yang diperlukan untuk diagnosis pasti :

  1. Laboratorium darah

  2. TCD (Trans Cranial Doppler)

  3. Foto Schedel AP/Lateral

  4. EKG

  5. CT scan kepala

      1. Seorang ibu usia 65th dibawa keluarga ke RS karena bangun tidur pagi, tidak bisa bicara, tapi mengerti pembicaraan orang lain. Lengan dan tungkai kanan lumpuh. Pasien penderita diabetes sejak 10th yang lalu, namun minum obat tidak teratur, dan jarang olah raga, hipertensi disangkal. Kemungkinan pasien mengalami :

  1. Stroke Non Hemoragik dengan afasia Wernike

  2. Stroke Non Hemoragik dengan afasia Konduksi

  3. Stroke Non Hemoragik dengan afasia Broka

  4. Stroke Non Hemoragik dengan Amnesia

  5. Stroke Non Hemoragik dengan Disartria

55.Dimana letak lesi

  1. Lobus frontal kiri

  2. Lobus frontal kanan

  3. Lobus parietal kiri

  4. Lobus parietal kanan

  5. Lobus temporal kiri

  1. Arteri yang terganggu aliran darahnya

  1. Arteri serebri anterior kiri

  2. Arteri serebri anterior kanan

  3. Arteri serebri media kiri

  4. Arteri serebri media kanan

  5. Arteri carotis interna kanan

  1. Faktor resiko apa yang dimiliki oleh pasien tersebut

  1. Usia tua

  2. Diabetes

  3. Faktor resiko minor

  4. Usia tua & diabetes

  5. Faktor resiko mayor

  1. Seorang laki-laki usia 21th tiba-tiba kesakitan, kepala seperti dipukul benda keras, kemudian pasien berangsur-angsur tidak sadar, muntah menyembur. Pada pemeriksaan fisik kesadaran sopor, pupil isokor, reflek cahaya (+), kaku kuduk (+), kelumpuhan anggota gerak (-). Kemungkinan pasien mengalami :

  1. Perdarahan intraserebral

  2. Infark lakunar multiple

  3. Perdarahan sub arachnoid

  4. Perdarahan sub dural

  5. Meningo ensefalitis

  1. Pemeriksaan apa yang bisa memastikan diagnosis

  1. Foto schedel

  2. Pungsi lumbal

  3. TCD

  4. CT scan kepala

  5. MRI

  1. Setelah dilakukan pemeriksaan penunjang, didapat warna cairan otak merah darah, maka diagnosis adalah

  1. Meningo ensefalitis

  2. Perdarahan intraserebral

  3. Perdarahan sub dural

  4. Perdarahan epidural

  5. Perdarahan sub arachnoid

————–SELAMAT BEKERJA————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>