Soal Ujian Panca Indera 2010

27

SOAL UJIAN PANCA INDERA 2010

Jawaban yg dititikin – By Cipmeng

1. Seorang wanita lansia usia 65th, mengeluh mulutnya kering dan panas sehingga kalau makan pengecapannya terganggu dan sukar menelan. Pada pemeriksaan klinis tampak mulut kering, bibir pecah-pecah dan lidah mengkilat serta licin / lunak. Gangguan terhadap apakah sehingga pasien mengeluh mulutnya kering ?

A. Atropi glandula salivaria.

B. Atropi glandula parotid

C. Atropi glandula sub mentalis

D. Atropi glandula sub mandibularis

E. Atropi glandula lingualis

2. Pada kongenital syphilis terdapat gigi hutchinson pada gigi anterior dan gigi mulberry molar pada gigi posterior yang memberikan estetis kurang baik. Kondisi struktur gigi seperti ini disebut dengan ?

A. Enamel hyperplasia

B. Enamel hypoplasia.

C. Amelogenesis imperfecta

D. Dentinogenesis imperfecta

E. Gigi abrasi

3. Gerakan-gerakan lidah dalam rongga mulut dipersyarafi oleh syaraf

A. n.V (trigeminus)

B. n.VII (facialis)

C. n. IX (glossopharyngeus)

D. n. X (vagus)

E. n. XII (hypoglossus).

4. Salah satu manifestasi oral dari penyakit AIDS adalah Hairy leukoplakia. Hairy leukoplakia terlihat seperti strie putih vertical, berbulu kasar dg proyeksi seperti rambut, mengenai lidah secara bilateral. Sering dikaitkan dengan kandidiasis hyperplastik kronis.

Virus apakah yang berperan pada penyakit Hairy leukoplakia ini ?

A. Virus Herpes simplek

B. Virus Varisela zoster

C. Virus Epstein-bars.

D. Virus Papilloma

E. Virus Cytomegalo

5. Salah satu cara penularan M.Leprae yang paling sering melalui ?

A. Aerogen secara perinhalasi masuk ke dalam tubuh manusia.

B. Kontak langsung dengan kulit penderita kusta

C. Kontak tidak langsung melalui pemakaian bersama alat mandi atau tidur dengan penderita kusta

D. Kulit yang erosi pada bagian tubuh yang mempunyai suhu rendah

E. Kontak dengan keringat, air liur atau ASI penderita kusta

6. Penyakit kusta dapat dikatakan sebagai penyakit imunologik karena mekanismenya melalui ?

A. Sel makrofag yang akan memfagosit kuman M.Leprae

B. Sistem imunitas humoral yang berperan pada penghancuran kuman M.Leprae

C. Sistem imunitas seluler yang berperan pada penghancuran kuman M.Leprae.

D. Sel monosit yang berperan sebagai makrofag yang berperan sebagai fagositosis kuman M.Leprae

E. Sistem retikuloendotelial yang berperan untuk tidak atau terjadinya reaksi granuloma pada penderita kusta

7. Terjadinya kerusakan syaraf yang progresif pada penyakit kusta terutama disebabkan ?

A. Kuman M.Leprae yang menyerang susunan saraf pusat sehingga terjadi kerusakan syaraf

B. Ketidak mampuan dari sel monosit untuk melakukan fagositosis kuman M.Leprae sehingga timbul kerusakan syaraf

C. Respon imun yang berbeda sehingga menimbulkan reaksi granuloma yang menjadi progresif sehingga timbul kerusakan syaraf

D. Kelumpuhan dari sistem imunitas sehingga kuman dapat bermultiplikasi dengan bebas, kemudian dapat merusak jaringan syaraf

E. Terjadinya gangguan sistem imunitas, sehingga kuman bermultiplikasi di sel Schwann yang mengakibatkan gangguan regenerasi syaraf.

8. Salah satu gejala pada kulit penderita kusta berupa kulit yang kering, disebabkan oleh :

A. Gangguan saraf sensoris akibat invasi kuman M.Leprae

B. Gangguan sistem kelenjar keringat karena gangguan sistem saraf pusat

C. Kulit yang bersuhu relatif dingin sehingga kuman lebih beraktivasi menyebabkan kekeringan pada kulit

D. Terjadinya kerusakan saraf otonom yang mengganggu barrier kulit

E. Gangguan sekresi kelenjar keringat akibat invasi kuman ke saraf otonom.

9. Tujuan pemberian regimen Multi drug treatment dalam penanganan penyakit kusta adalah

A. Menurunkan angka putus obat pada monoterapi Dapson

B. Mengeliminasi persistensi kuman kusta di darah

C. Mengatasi resistensi clofazimin yang semakin meningkat.

D. Mengatasi kerusakan syaraf yang progresif

E. Menurunkan terjadinya komplikasi berupa reaksi kusta yang sering terjadi

10. Penyakit kusta ditandai dengan adanya granuloma yang menunjukkan bahwa keadaan ini disebabkan oleh :

A. Adanya suatu inflamasi akibat proses antigen dan antibodi

B. Ketidakmampuan makrofag untuk memfagositosis kuman M.Leprae.

C. Hilangnya kemampuan respon imun seluler

D. Adanya daya invasi yang tinggi dari kuman M.Leprae

E. Bagian tubuh yang relatif dingin menghasilkan granuloma yang berisi kuman M.Leprae

11. Gangguan sistem imunitas pada penderita kusta terutama berpengaruh terhadap :

A. Patogenitas dan daya invasi kuman M.Leprae

B. Pertambahan jumlah kuman M.Leprae

C. Intensitas dari infeksi penyakit kusta

D. Gejala klinis dari penyakit kusta

E. Berbagai bentuk lesi yang ditimbulkannya.

12. Diagnosis penyakit kusta terutama ditegakkan berdasarkan pada :

A. Pemeriksaan bakterioskopik

B. Pemeriksaan klinis.

C. Pemeriksaan histopatologis

D. Tes Lepromin

E. Serologi dengan ELISA

13. Pemeriksaan bakterioskopik diperlukan untuk :

A. Mengetahui daya invasi kuman M.Leprae

B. Patogenitas penyakit kusta

C. Derajat infeksi penyakit kusta

D. Membedakan spesies untuk menegakkan diagnosis

E. Pengamatan dalam pengobatan.

14. Terjadinya resistensi pada pengobatan kusta dapat dipengaruhi oleh :

A. Derajat dari sistem imunitas seluler penderita kusta

B. Jumlah kuman M.Leprae melampaui jumlah maksimum

C. Daya invasi yang tinggi dari kuman M.Leprae

D. Dosis yang tinggi.

E. Pemberian kombinasi obat anti-kusta

15. Pada rhinitis terjadi penurunan fungsi penghidu pada hidung, hal ini paling mungkin disebabkan ?

A. Kerusakan bulbus olfaktorius

B. Inflamasi konka nasalis

C. Sekresi mukus berlebihan.

D. Berkurangnya jumlah odoran

E. Mutasi protein reseptor olfaktorius

KASUS UNTUK SOAL NO. 16-17

Tn. A di diagnosis dengan infeksi konjungtiva dan mendapat terapi menggunakan antibiotik tetes mata. Pada saat kontrol Tn.A mengeluhkan rasa pahit yang dirasakan setelah meneteskan obat yang diterimanya.

16. Rasa pahit yang dirasakan Tn. A disebabkan ?

A. Komplikasi infeksi konjungtiva

B. Kesalahan cara pemberian obat tetes mata

C. Obat tetes mata telah kadaluarsa

D. Terangsangnya kuncup kecap daerah faring

E. Stimulasi pada papilla sirkumvalata.

17. Mekanisme transduksi sinyal untuk rasa pahit melibatkan molekul berikut

A. Inositol trifosfat dan ion kalsium.

B. Cyclic Adenosin Monofosfat

C. Cyclic Guanosin monofosfat dan ion kalsium

D. Ion hidrogen dan ion natrium

E. Protein G dan Adenyl cyclase

18. Seorang anak laki-laki usia 8th, dibawa ibunya ke puskesmas dengan kelainan disela jari tangan kanan dan kiri. Pada pemeriksaan, tampak beberapa papula dan 1-2 pustula (bernanah) di sela jari dan pergelangan tangan. Menurut dokter anak tersebut menderita skabies. Hal manakah yang paling sesuai untuk kasus diatas ?

A. Keluhan utama adalah nyeri

B. Tidak mudah menular

C. Predileksi di kulit yang tebal

D. Penyebab termasuk ektoparasit.

E. Diagnosis dengan menemukan telur

19. Seorang perempuan, 35th datang ke dokter mata dengan keluhan gatal-gatal di pinggir kelopak mata kirinya. Pada pemeriksaan tampak tepi palpebra atas kiri kemerahan, dan terlihat telur yang melekat di bulu matanya. Apakah spesies penyebab yang paling mungkin ?

A. Phthirus pubis.

B. Sarcoptes scabiei

C. Demodex folliculorum

D. Pediculus humanus capitis

E. Pediculus humanus corporis

20. Seorang pria datang dengan keluhan mata kiri buram sejak 1 minggu yang lalu, disertai silau dan nyeri. Pada pemeriksaan oftalmologi : OS 5/60 pin hole tetap, palpebra spasme ringan, injeksi siliar, kornea terdapat edema dan keratik presipitat, BMD terdapat sel-sel (+) dan flare, lensa samar-samar jernih; OD dalam batas normal.

Apakah diagnosa yang tepat untuk kasus diatas ?

A. Keratitis OS

B. Keratouveitis OS

C. Glaukoma akut OS

D. Uveitis anterior OS.

E. Uveitis posterior OS

21. Dimanakah lokasi keratik presipitat tersebut ?

A. Stroma kornea

B. Epitel kornea

C. BMD (Bilik Mata Depan)

D. Permukaan iris

E. Endotel kornea.

22. Seorang pasien wanita usia 40th mengeluh mata kirinya merah dan penglihatan buram sejak 2 minggu yang lalu. Rambut rontok, timbul bercak-bercak putih di kulit dan telinga sering berdenging. Riwayat demam (+), riwayat trauma (-). Pemeriksaan oftalmologi OS : konjungtiva bulbi hiperemis, sel +++, flare + di bilik mata depan, pupil irregular. Fundus OD sulit dievaluasi. USG OS menunjukkan kekeruhan vitreus. OD : dalam batas normal.

Apakah kemungkinan penyebab pupil iregular pada kasus tersebut ?

A. Prolaps iris

B. Sinekia anterior.

C. Parese nervus III

D. Leukoma adheren

E. Efek obat tetes mata

23. Apakah diagnosis kerja pada kasus tersebut ?

A. Panuveitis OS.

B. Uveitis anterior OS

C. Uveitis posterior OS

D. Panophtalmitis OS..

E. Ablasio retina eksudatif OS

KASUS UNTUK SOAL NO. 24 – 25

Seorang perempuan usia 39th datang ke poliklinik dengan keluhan mata kirinya merah. Keluhan dirasakan sejak 7 hari yang lalu, setelah mata terkena batang padi. Keluhan disertai dengan penglihatan buram, keluar kotoran agak kental, nyeri, seperti ada benda asing, silau dan kelopak mata sulit dibuka. Pada pemeriksaan oftalmologi didapatkan : VOD 6/6 dan VOS : 5/6. Segmen anterior : sekret mucoid, Konjungtiva bulbi : injeksi siliar (+), Kornea : ulkus (+), infiltrate satelit (+) flourescein test (+), Bilik Mata Depan : dalam, hipopion 25% permukaan tidak rata. Lainnya tidak dapat dinilai.

24. Apakah diagnosis penyakit tersebut diatas ?

A. Ulkus kornea cum hipopion e.c. bakteri

B. Ulkus kornea cum hipopion e.c. jamur.

C. Ulkus kornea cum hipopion e.c. virus

D. ulkus marginalis cum hipopion

E. Ulkus Mooren cum hipopion

25. Apakah tanda khas untuk diagnosis tersebut ?

A. Riwayat trauma tumbuhan dan hipopion

B. Riwayat trauma tumbuhan dan lesi satelit.

C. Riwayat trauma tumbuhan dan injeksi siliar

D. Riwayat trauma tumbuhan, injeksi siliar dan hipopion

E. Riwayat trauma tumbuhan, secret mucoid dan injeksi siliar

KASUS UNTUK SOAL NO. 26-28

Seorang anak usia 6th datang diantar ibunya dengan keluhan sering memicingkan kedua matanya bila melihat yang dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Keluhan disertai sering sakit kepala. Pemeriksaan oftalmologi didapatkan : VOD 6/40 cc S-0,50 C-0,25 axis 90 6/6 dan VOS 2/60 cc S-4,25 C-0,75 axis 90 6/7. Segmen anterior ODS : tak ada kelainan. Segmen posterior ODS dalam batas normal.

26. Apakah diagnosis penyakit tersebut ?

A. Miop astigmat Compositus ODS.

B. Miop astigmat Mixtus ODS

C. Miop simpleks ODS

D. Miop astigmat ODS

E. Miopia gravis ODS

27. Disebut apakah perbedaan Dioptri pada kedua mata pasien tersebut >2,50 Dioptri ?

A. Ambliopia.

B. Ametropia

C. Anisokonia

D. Heterotropia

E. Anisometropia..

28. Visus mata kiri pasien tersebut tidak mencapai 6/6, apakah penyebabnya ?

A. Terjadi gangguan perkembangan retina

B. Terjadi gangguan perkembangan kornea.

C. Terjadi gangguan perkembangan N. Opticus

D. Terjadi gangguan perkembangan Makula lutea

E. Terjadi gangguan perkembangan bola mata pada intrauterin

29. Berbagai ketentuan dan batasan penggunaan panca indera dalam hukum Islam, diantaranya terkait dengan batasan aurat, uzlah, pandangan, pendengaran, penciuman, sentuah, berpelukan, bersalaman, suara dan khalwat dengan ajnabi atau ajnabiyah. Pengertian istilah ajnabi atau ajnabiyah dalam istilah hukum Islam adalah :

A. Merupakan sinonim mahram atau dalam bahasa Indonesia disebut muhrim

B. Orang asing, bukan suami-istri dan bukan mahramnya.

C. Perbuatan dengan niat yang tidak baik atau bertentangan dengan nilai kepatutan

D. Setiap tindakan yang dapat mengarah pada perbuatan maksiat

E. Suami-istri atau bukan mahramnya

30. Dalam perspektif hukum pidana Islam, terdapat sejumlah batasan dalam Alquran dan hadis Nabi, jika seseorang melakukan tindakan pidana hingga menjadikan panca inderanya atau anggota tubuh tertentu lainnya rusak atau tidak berfungsi, maka pelakunya dikenai sanksi hukum yang sama, bentuk hukuman demikian dalam terminologi hukum Islam disebut

A. Tazir

B. Diyat

C. Kaffarah

D. Hudud atau had

E. Qishash.

31. Maksud panca indera yang sehat wal afiat sebagaimana terdapat dalam anjuran Nabi dalam berdoa adalah :

A. Tidak sakit, berfungsi normal, tidak cacat dan tidak menggunakan alat bantu

B. Difungsikan untuk kebaikan dan mencari ridha Allah

C. Tidak sakit, berfungsi normal, tidak cacat, tidak menggunakan alat bantu dan mensyukurinya dengan cara memfungsikannya untuk kebaikan dan menjauhi kemungkaran serta mencari ridha Allah.

D. Sehat, tidak sakit, baik fisik amaupun psikis, sosial dan ekonomi

E. Sehat lahir dan batin

32. Diantara indera manusia yang sangat dianjurkan untuk lebih ketat menjaganya, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi, karena penyebab terbanyak orang masuk neraka karena masalah kemaluan dan indera ini, yaitu :

A. Penglihatan atau mata.

B. Pendengaran

C. Hidung

D. Mulut

E. Hati

33. AlQuran dalam banyak ayat menyebutkan urutan indera yang dalam penyebutan tersebut membuktikan adanya kemukjizatan AlQuran, termasuk Ijaz ilmi, terbukti dari sisi awal efektif secara fungsional dan dalam proses terlahirnya suatu perbuatan bermula dari fungsi indera tersebut secara berurut. Urutannya :

A. Pendengaran, penglihatan, penciuman, perasa dan peraba

B. Penglihatan, pendengaran dan hati

C. Pendengaran, penglihatan dan hati.

D. Penglihatan, hati dan pendengaran

E. Pendengaran, hati dan penglihatan

KASUS UNTUK SOAL NO. 34 43

Pasien laki-laki usia 40th seorang pegawai meintenance mesin pabrik tekstil di kawasan industri, telah bekerja selama 10 tahun. Setiap hari bekerja selama 8 jam sehari di ruang mesin pabrik. Selama 5 tahun terakhir tidak pernah menggunakan ear plug mengeluh kurang jelas apabila diajak bicara oleh kawan sepabriknya. Lalu memeriksakan ke dokter umum (dokter perusahaan) di pabrik tersebut.

34. Dokter perusahaan memeriksa canalis auditorius eksterna pasien tersebut, ternyata tidak didapatkan sumbatan apapun, membrane timpani terlihat utuh. Nama pemeriksaan yang dilakukan dokter perusahaan tersebut adalah :

A. Ewing test

B. Pneumatoscopy

C. Otoscopy.

D. Weber

E. Audiometri

35. Lalu dokter perusahaan melakukan pemeriksaan fungsi pendengaran dengan :

A. Politzerisation test

B. Tympanometri

C. Otoscopy

D. Tes penala/garpu tala.

E. Pneumatoscopy

36. Maka kesimpulan dari hasil pemeriksaan dokter perusaahn tersebut sesuai skenario diatas adalah :

A. Normal

B. Tuli konduktif

C. Tuli perseptif.

D. Tuli campur

E. Tuli berat

37. Pasien ingin mengetahui berat atau ringan derajat ketuliannya, maka dokter perusahaan menganjurkan pemeriksaan :

A. Ewing test

B. Penumatoscopy

C. Otoscopy

D. Weber

E. Tone audiometri.

38. Sesuai skenario diatas, setelah mengetahui keadaan ketuliannya, pasien ingin mengetahui lebih jauh letak kelainannya, lalu dokter menjelaskan bahwa letak kelainan terdapat pada :

A. Telinga luar

B. Telinga tengah

C. Telinga dalam.

D. Telinga luar dan telinga tengah

E. Telinga tengah dan telinga dalam

39. Menurut keterangan dokter perusahaan, sesuai skenario diatas organ yang rusak adalah :

A. Membrane tympani

B. Ossicula auditiva

C. Tuba eustachius

D. Cochlea.

E. Utriculus

40. Sehubungan dengan skenario diatas, dokter memberikan penjelasan sebab terjadinya ketulian, yaitu karena :

A. Kekakuan membrane tympani

B. Kekakuan ossicula auditiva

C. Paparan bising mesin pabrik.

D. Rusaknya tuba eustachius

E. Rusaknya utriculus

41. Pernyataan yang benar sesuai skenario diatas adalah :

A. Ketulian pada kasus di atas menurut teori bersifat reversibel

B. Terapi yang paling tepat adalah alat bantu dengar.

C. Obat yang paling tepat adalah obat anti radang

D. Menular kepada kawan kerja sepabrik

E. Termasuk penyakit infeksi

42. Sesuai skenario diatas maka saran dokter perusahaan yang paling tepat adalah :

A. Menganjurkan pasien keluar dari pekerjaan

B. Menganjurkan kepada pasien untuk pindah bagian selain di ruang mesin.

C. Segera lakukan operasi tympanoplasty

D. Diberikan surat istirahat maksimal 3 hari, akan sembuh sendiri

E. Asalkan immunitas tubuh baik, ketulian tidak akan bertambah berat

43. Sesuai skenario diatas, pernyataan yang paling benar dibawah ini adalah :

A. Kasus diatas hanya terjadi pada usia lanjut

B. Penggunaan alat bantu dengar hanya boleh diberikan pada tuli konduksi

C. Ketulian seperti pada kasus diatas selalu terjadi pada frekwensi dibawah 2000 Hz

D. Diagnosis kasus diatas adalah Noise Induce Hearing Loss (NIHL).

E. Prognosis kasus diatas adalah ad malam

KASUS UNTUK SOAL NO. 44 – 46

Seorang anak usia 3th, pilek batuk dan demam sudah 3 hari yang lalu. Keluhan nyeri telinga. Lalu dibawa ibunya ke UGD. Setelah diperiksa didapatkan membrane tympany hiperemis dan bulging.

44. Sesuai kasus diatas, gejala tersebut mendukung diagnosis :

A. OMSK Benigna

B. OMSK Maligna

C. OMA.

D. Otitis Eksterna

E.Otomycosis

45. Sesuai skenario diatas, penyakit tersebut diawali karena terjadinya :

A. Hiperemis mukosa cavum timpany.

B. Udema membran timpany

C. Sumbatan pada tuba eustachius

D. Cholesteatoma

E. Sumbatan hidung

46. Sesuai skenario diatas, terapi yang paling tepat adalah :

A. Parasintesis

B. Miringotomi..

C. Antibiotik.

D. Anti alergi

E. Tak perlu diobati (self-limited disease)

47. Anak, 10th, tinggal di Panti asuhan, dibawa oleh seorang ibu ke dokter karena sudah satu bulan mengeluh rambut rontok dan gatal. Hasil pemeriksaan dokter menemukan penyebab kerontokan rambut disebabkan karena infeksi jamur pada folikel rambutnya. Dokter mendiagnosa anak tersebut menderita tinea kapitis.

Apabila hasil pemeriksaan Woods Light negatif, jamur penyebab infeksi yang paling mungkin adalah ?

A. Candida albicans

B. Malassezia furfur

C. Microsporum canis

D. Pytiriasis versicolor

E. Tricophyton verrucosum.

48. Pria 17th datang ke dokter karena menderita jerawat yang cukup parah. Kulit wajah merah, terdapat vesikel dan pustula, dan beberapa bercak hitam. Dokter mendiagnosa pria tersebut menderita acne karena infeksi bakteri anaerob (Propionibacterium acnes) dan bakteri aerob. Memiliki sifat apakah Propionibacterium acnes ?

A. Memiliki kapsul

B. Tumbuh pada folikel rambut

C. Menghasilkan eksotoksin pirogenik

D. Merupakan bakteri berbentuk kokus

E. Memfermentasikan karbohidrat menghasilkan asam propionat.

49. Vaksinasi smallpox diberikan kepada seorang perawat ruang UGD, berusia 30 tahun untuk memberi perlindungan terhadap kemungkinan bioterrorism. Pernyataan manakah yang sesuai untuk vaksin smallpox ?

A. Mengandung virus vaccinia hidup.

B. Mengandung virus yang diinaktivasi

C. Mengandung virus smallpox yang diinaktivasi

D. Mengandung virus vaccinia dan smallpox hidup

E. Mengandung virus smallpox hidup yang dilemahkan

50. Infeksi virus pox ditandai adanya lesi kemerahan pada kulit (makula) yang berkembang menjadi papula, kemudian papula berisi cairan (vesikel). Virus pox apakah yang hanya menginfeksi manusia ?

A. Tanapox

B. Cowpox

C. Monkeypox

D. Virus tumor Yaba

E. Molluscum contagiosum.

KASUS UNTUK SOAL NO. 51 – 52

Seorang anak laki-laki usia 6th, tidak bisa menggerakkan bola matanya kearah temporal. Dokter yang memeriksanya mengatakan terjadi kelumpuhan salah satu otot bola mata.

51. Sesuai kasus diatas, apakah nama otot yang dimaksud ?

A. M. Obliquus superior

B. M. Obliquus inferior

C. M rectus lateralis.

D. M rectus medialis

E. M rectus superior

52. Apakah nama syaraf yang mengasuh otot tersebut ?

A. N II

B. N III

C. N IV

D. N VI.

E. N IX

53. Bagian mata yang warnanya berkaitan dengan etnis :

A. Conjunctiva bulbi

B. Iris.

C. Pupil

D. kornea

E. Lensa

54. Manakah dari alat-alat berikut ini yang terletak dibelakang cavum timpani ?

A. Vena jugular.

B. Basis cranii

C. Sinus sigmoid

D. Tensor timpani

E. Membrana timpany

55. Pada peninggian tekanan intra kranial dapat terjadi odema pada fundus oculi. Hal ini dikarenakan pada nervus opticus terdapat

A. A. Retina centralis.

B. V. Retina centralis

C. Piamater

D. Duramater

E. Spatium Subarachnoidea

56. Tindik (piercing) secara tradisional biasanya yang tersering dilakukan pada

A. Antitragus

B. Tragus

C. Helix

D. Lobulus auricularis.

E. Crus helicis

57. Papilla yang letaknya paling dekat dengan linea terminalis adalah

A. Papilla filiformis

B. Papilla fungiformis

C. Papilla lenticularis

D. Papilla valata.

E. Papilla foliata

KASUS UNTUK SOAL NO. 58 – 59

Laki-laki usia 40th datang ke klinik dengan keluhan gigi sakit dan lemah. Pada pemeriksaan ekstra oral ada pembengkakan bilateral warna merah mengkilat konsistensi keras. Kelenjar waktu di palpasi sakit dan sukar membuka mulut. Intra oral lidah dan lidahnya terangkat, gigi 3, 4 gangrena pulpa dengan periodontitis.

58. Diagnosa kelainan diatas adalah ;

A. Sub cutan granuloma

B. Angina Ludwig.

C. Peri mandibular abses bilateral

D. Sub mandibular abses

E. Osteomielitis kronis

59. Komplikasi dari kelainan diatas yang perlu mendapat perhatian adalah

A. Fraktur mandibula

B. Cavernous thrombosis

C. Kesulitan bernafas.

D. Perforasi mandibula

E. Terjadi jaringan granulasi

KASUS UNTUK SOAL NO. 60 – 61

Seorang penderita datang dengan keluhan pipi kanannya sudah 5 hari bengkak dan gigi sangat sakit. Pada pemeriksaan ekstra oral terlihat ada pembengkakan pada pipi kanan, angulus mandibula masih teraba, pada pemeriksaan intra oral : gigi 6,7 bawah kanan gangren dengan periodontitis

60. Diagnosa pasien berdasarkan kasus diatas adalah :

A. Sub mandibular abses.

B. Sub cutaneous abses

C. Sub mucous abses

D. Perimandubular abses

E. Facial abses

61. Terapi yang tepat adalah :

A. Operculektomi

B. Squestrektomi

C. Incisi intra oral, ekstraksi..

D. Ekholiasis

E. Antibiotik, analgesik dan ekstraksi.

KASUS UNTUK SOAL NO. 62 – 63

Seorang laki-laki usia 19th dibawa temannya ke UGD dengan penurunan kesadaran dan tidak dapat dibangunkan dengan rangsang ringan maupun berat. Pemeriksaan fisik : tekanan darah 90/50 mmHg, nadi 60x/menit, frekuensi pernapasan 8x/menit, suhu 36,6C. Pemeriksaan mata : pupil mengecil, diameter 1 mm. Diagnosis kerja adalah intoksikasi akut morfin. Dokter memberikan terapi nalokson.

62. Manakah rute pemberian obat yang sesuai untuk kasus diatas ?

A. Oral

B. Rektal

C. Inhalasi

D. Intravena.

E. Sublingual

63. Berdasarkan kasus diatas, manakah yang merupakan syarat fisik bentuk sediaan obat nalokson untuk rute tersebut ?

A. Steril dan bebas pirogen.

B. Bahan terlarut terdispersi merata

C. Zat terlarut terdispersi sangat halus dalam gas

D. Obat mudah diabsorbsi oleh mukosa bawah lidah

E. Menggunakan vehikulum yang mudah lumer pada suhu tubuh

64. Manakah bentuk sediaan obat cair untuk penggunaan intra oral ?

A. Gargarisma.

B. Suppositoria

C. Tinctura

D. Guttae auriculares

E. Douches

65. Manakah yang sesuai dengan ciri-ciri bentuk sediaan solusio ?

A. Bahan terlarut terdispersi merata

B. Setiap bagian dari larutan tersebut bersifat homogen.

C. Mengandung emulgator

D. Tidak mudah mengendap

E. Berupa campuran homogen cairan dengan cairan

66. Seorang perempuan usia 20 th dengan diagnosis acne vulgaris. Dokter memberikan antiakne yang dapat membunuh P.acne dan membantu pengelupasan komedo. Obat manakah yang dimaksud pada kasus tersebut ?

A. Tretinoin

B. Klindamisin

C. Asam salisilat.

D. Hidrokortison

E. Benzoil peroxide

67. Manakah yang merupakan indikasi tolnaftate ?

A. Scabisid

B. Dermatofita.

C. Kandidiasis oral

D. Dermatitis seboroik

E. Kondiloma akuminata

68. Seorang wanita usia 20th didiagnosa menderita vaginitis dan diberikan obat antimikroba dengan nama dagang Flagystatin yang diberikan secara oral dan melalui vaginal. Bentuk sediaan obat yang diberikan intra vaginal disebut ?

A. Tablet implant

B. Tablet enteric

C. Ovula.

D. Bacilla

E. Lozenges

69. Yang bukan merupakan transdermal drugs delivery dosage forms adalah

A. Tablet implant

B. Oinment

C. Cream

D. Liniment

E. Suppositoria.

70. Berikut ini adalah kelebihan tablet sustained release :

A. Mengurangi frekwensi pemberian obat

B. Bioavailabilitas obat dapat diperpanjang

C. Cocok untuk terapi penyakit kronis

D. Obat dilepaskan secara perlahan dan efek lebih lama

E. Semua jawaban diatas benar.

71. Bentuk sediaan obat yang dibuat agar pecah di usus dan tidak di lambung dikarenakan sifat obat yang mengiritasi lambung / bahan obat yang dirusak oleh asam lambung adalah :

A. Tablet salut gula (sugar coated)

B. Tablet salut enterik (enteric coated).

C. Tablet sustained release

D. Tablet salut film

E. Tablet triturat

72. Seorang wanita usia 40th dalam perawatan dan pengobatan Morbus Hansen sudah 3 bulan. Untuk monitoring hasil terapi dilakukan pemeriksaan langsung (mikroskopis). Sampel dari penderita yang diwarnai dengan pewarnaan ziehl neelsen. Apakah sampel terbaik yang diambil ?

A. Usap tenggorok

B. Sputum sewaktu

C. Kerokan scalpel cuping teling.

D. Usap stratum corneum epidermis

E. SPS (sewaktu-pagi-sewaktu)

73. Seorang murid laki-laki dari suatu boarding school (tinggal di asrama) datang ke dokter dengan keluhan mata merah. Teman-teman seasramanya banyak juga yang terkena penyakit serupa. Pada pemeriksaan ada perdarahan sub-konjungtiva; sekret mata tidak purulen. Virus apakah yang paling mungkin menyebabkan penyakit ini ?

A. Echovirus

B. Adenovirus

C. Parechovirus

D. Enterovirus 70.

E. Coxsackie virus B

74. Laki-laki usia 25th datang ke RS dengan keluhan mata banyak mengeluarkan kotoran dan merah sudah 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan langsung sekret mata dengan pewarnaan gram terlihat bakteri batang pendek gram negatif, banyak ditemukan sel radang PMN. Mikroorganisme apakah yang dimaksud?

A. Haemophillus sp

B. Neisseria gonorhoeae

C. Staphylococcus aureus

D. Streptococcus pneumoniae

E. Chlamidya trachomatis serotipe A.

75. Sampel sekret konjungtiva diambil dari pasien yang mengalami konjungtivitis kronis. Dokter menduga pasien terkena Trachoma. Pada pemeriksaan langsung dengan pewarnaan Giemsa ditemukan sel polimorfonuklear dan tidak ditemukan adanya bakteri. Apakah stadium infeksius dari kemungkinan mikroorganisme penyebab ?

A. Bakteri diplokokus gram (+)

B. Bakteri diplokokus gram (-)

C. Chlamidya dengan badan elementer.

D. Chlamidya dengan badan retikulat

E. Chlamidya dengan badan inklusi

KASUS UNTUK SOAL NO. 76-77

Seorang laki-laki berusia 61th datang ke IGD RS mengeluhkan mata kiri tiba-tiba merah dan sakit disertai penglihatan buram sejak 2 hari yang lalu. Pasien merasakan sakit kepala hilang timbul sudah sejak 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan oftalmologi OS : visus 1/60 pin hole tidak maju; injeksi siliar, edema kornea, COA dangkal, neovaskularisasi pada iris (+), pupil dilatasi, TIO 45 mmHg. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus tak terkontrol.

76. Apakah nama gambaran kelainan pada iris yang terjadi pada kasus diatas ?

A. Iridodenesis

B. Iridodialisis

C. Rubeosis iridis.

D. Iris incarserata

E. Perdarahan iris

77. Apakah kerusakan yang sudah terjadi pada mata pasien karena terlambat ke rumah sakit adalah :

A. Retina infark

B. Kebutaan total

C. Sinekia anterior

D. Iskemik lensa

E. Atrofi papil saraf optik.

KASUS UNTUK SOAL NO. 78 – 80

Seorang pria datang dengan keluhan mata kiri buram sejak 1 minggu yang lalu, disertai silau dan nyeri. Pada pemeriksaan oftalmologi : OS 5/60 pin hole tetap, palpebra spasme ringan, conjungtiva tenang, kornea edema dan keratik presipitat. BMD terdapat sel-sel (+) dan flare, lensa samar-samar jernih. Pemeriksaan oftalmoskop segmen posterior tidak dilakukan dan USG mata tampak kekeruhan vitreus dan ablasio retina (+) serta shifting fluid (+).

78. Apakah jenis ablasio yang terjadi pada kasus diatas ?

A. Ablasio retina total

B. Ablasio retina traksi

C. Ablasio retina parsial

D. Ablasio retina eksudatif.

E. Ablasio retina regmatogen

79. Apakah penatalaksanaan yang sesuai untuk kasus diatas?

A. Obat steroid oral

B. Terapi parasentesis

C. Obat anti glaukoma

D. Operasi ablasio retina.

E. Obat steroid tetes mata

80. Seorang ibu memeriksakan anaknya yang berusia 7th, mengeluh penglihatan buram, sering menonton TV dengan jarak yang dekat, sering memicingkan mata, sering pusing dan guru mengeluhkan kemunduran prestasi belajar anak tersebut. Pemeriksaan oftalmologi : Visus OD 6/60 S-3.00 C-0.50 axis 20 6/15 dan Visus OS 5/60 S-3.50 C-0.25 axis 140 6/40. Segmen anterior dan posterior normal, pasien disarankan memakai kaca mata dan kontrol teratur. Diagnosis dari kasus diatas adalah ?

A. Miop Astigmat Mixtus ODS

B. Miop Astigmat Compositus ODS.

C. Miopia Simpleks + Ambliopia ODS

D. Miop Astigmat Compositus + Ambliopia ODS

E. Hipermetrop Astigmat Simpleks + Ambliopia ODS

81. Pada periode apakah dapat terjadi kemungkinan perburukan tajam penglihatan kembali pada pasien tersebut walaupun sudah memakai kacamata dengan teratur ?

A. Periode plastisitas

B. Periode milestonel

C. Periode kritis penglihatan.

D. Periode perkembangan mata cepat

E. Periode perkembangan mata lambat

82. Seorang ibu membawa anaknya yang berusia 1th dengan keluhan kedua mata kiri anaknya merah dan tampak besar serta sejak umur 6 bulan terlihat tidak berespon terhadap ibu atau benda-benda disekitarnya. Pemeriksaan oftalmologi : visus ODS fiksasi cahaya (-), sekret (-), edema kornea, injeksi siliar (+), tekanan intraokular ODS 19 mmHg. Fundus sulit dinilai. Apakah diagnosis sesuai penemuan klinis pada anak tersebut ?

A. Xerosis kornea

B. Katarak kongenital

C. Glaukoma kongenital.

D. Conjungtivitis gonore

E. Megalokornea kongenital

83. Anak laki-laki usia 2th, dikirim dari posyandu ke puskesmas dengan keluhan penglihatan buram, sering jalan menabrak-nabrak pada malam hari. Pada pemeriksaan mata ditemukan : desquamasi keratin pada konjungtiva yang kering pada bagian temporal mata kanan. Apakah kelainan yang ditemukan pada konjungtiva mata kanan pasien ?

A. Keratomalasia

B. Xerosis konjungtiva.

C. Xerosis kornea

D. Bercak bitot

E. Degenerasi konjungtiva

84. Seorang anak menolehkan kepala ke kanan setelah mendengar panggilan temannya. Secara histologis bagaimanakah mekanisme kerja reseptor pada saat gerakan tersebut ?

A. Sel-sel rambut di crista ampularis digerakkan oleh membran tectoria yang menjulur

B. Sel-sel rambut di crista ampularis digerakkan oleh cupula yang tipis dan mendatar

C. Sel-sel rambut di crista ampularis digerakkan oleh membran otolith yang tipis dan mendatar

D. Sel-sel rambut di crista ampularis digerakkan oleh cupula yang berbentuk kerucut dan tumpul.

E. Sel-sel rambut di crista ampularis digerakkan oleh membran otolith yang tebal dan berbentuk kerucut tumpul

85. Seseorang dapat merasakan sentuhan yang lembut oleh karena ada reseptor peraba yang terdapat didalam lapisan kulit. Bagaimanakah gambaran histologis reseptor tersebut?

A. Reseptor berbentuk gelendong dan terletak di lapisan Hipodermis

B. Reseptor berbentuk seperti spiral dan terletak di dalam papila dermis.

C. Reseptor berbentuk axon tak berkapsul yang terletak di lapisan epidermis

D. Reseptor berbentuk seperti cakram dan terletak di lapisan reticular dermis

E. Reseptor terlihat seperti gambaran irisan bawang dan terletak di lapisan hipodermis

86. Secara histologis struktur palpebra banyak terdapat kelenjar. Apakah nama kelenjar yang berjenis APOKRIN dan terletak di bawah jaringan folikel bulu mata ?

A. Kelenjar Meibom

B. Kelenjar Moll.

C. Kelenjar Zeiss

D. Kelenjar Sebacea

E. Kelenjar lakrimal

87. Pada penampang folikel rambut, bagian apakah yang serupa dengan membran basal di epidermis ?

A. Lapisan Huxley

B. Lapisan Henle

C. Glassy membran.

D. Kutikula rambut

E. Kutikula sarung akar rambut

88. Sebelum jatuh di fovea centralis, cahaya yang masuk melalui pupil harus melewati media yang merupakan suatu agar-agar jernih dan tembus cahaya yang dapat menjaga bentuk bola mata. Apakah nama media yang dimaksud?

A. Lensa

B. Sclera

C. Corpus Siliaris

D. Corpus Vitreous.

E. Camera Oculi Posterior

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>