Soal Ujian Kimia Tempur Smk Kelas 2 Smt Genap Ta 2012/2013

SOAL KIMIA KELAS 2 smt Genap TA 2012/2013

  1. Diketahui Ar C=12; O=16; N=14; dan H=1, maka Mr dari senyawa urea, CO(NH2)2 adalah

  1. 20

  2. 40

  3. 60

  4. 80

  5. 100

  1. Diketahui dari Ar soal no 1 diatas, maka massa dari 0,5 mol H2O adalah.

  1. 3

  2. 9

  3. 18

  4. 36

  5. 40

  1. Dari rumus molekul unsur di bawah ini yang tidak termasuk molekul diatomik adalah..

  1. H2

  2. B2

  3. Cl2

  4. O2

  5. F2

  1. Besi bereaksi dengan oksigen membentuk karat besi (Fe2O3) jika dibiarkan di ruangan lembab. Persamaan reaksi dari reaksi tersebut adalah.

  1. Fe2 + 3O Fe2O3

  2. 2Fe + 3O Fe2O3

  3. Fe + O2 FeO2

  4. 2Fe2 + 3O Fe2O3

  5. 4Fe + 3O2 2Fe2O3

  1. Molaritas Ca(OH)2 yang dibuat dengan melarutkan 0,1 mol Ca(OH)2 ke dalam air sampai volumenya 2 liter adalah.

  1. 0,05 M

  2. 0,20 M

  3. 0,50 M

  4. 2,00 M

  5. 2,50 M

  1. Energi tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan, hanya bisa berubah dari suatu bentuk energi ke bentuk energi yang lain. Pernyataan ini disebut dengan hukum.

  1. Massa

  2. Volume

  3. Energi

  4. Boyle

  5. Lavoiser

  1. Ciri- ciri reaksi eksoterm adalah.

  1. Lingkungan menyerap kalor dari sistem

  2. Sistem menyerap kalor dari lingkungan

  3. Sistem dan lingkungan memiliki kalor sama

  4. Kalor sistem dan lingkungan jika dijumlahkan sama dengan nol

  5. Pada akhir reaksi, kalor lingkungan selalu lebih kecil dari kalor sistem

  1. Pernyataan yang benar tentang reaksi endoterm adalah.

  1. Entalpi awal > entalpi akhir

  2. Perubahan entalpi = 0

  3. Kalor mengalir dari sistem ke lingkungan

  4. Entalpi sistem bertambah

  5. Sistem melepaskan kalor

  1. Pada akhir reaksi AB, maka H = HB HA . Bila H produk >H reaktan, maka H bertanda positif, berarti positif, berarti terjadi penyerapan kalor dari..

  1. Lingkungan ke luar sistem

  2. Sistem ke lingkungan

  3. Lingkungan ke sistem

  4. Sistem ke luar lingkungan

  5. Lingkungan ke segala arah

  1. Bila diketahui:

2H2(g) +O2(g)2H2O(g)H = – 166 kkal

2H2(g) +O2(g)2H2O(l)H = – 252 kkal

H2(g) + O2(g)H2O(l)H = – 126 kkal

Maka dapat disimpulkan bahwa harga perubahan entalpi dipengaruhi oleh

  1. Suhu dan tekanan

  2. Banyaknya zat dan volume

  3. Suhu dan volume

  4. Banyaknya zat dan wujud zat

  5. Tekanan dan volume

  1. Energi yang dimiliki oleh suatu benda yang bergerak disebut

  1. Energi potensial

  2. Energi kinetik

  3. Energi mekanik

  4. Energi maksimum

  5. Energi kalor

  1. Perhatikan persamaan reaksi termokimia di bawah ini:

  1. 2N2O(g)2N2(g) + O2(g)H= – 164 kj

  2. H2O(l)H2O(g)H= + 43 kj

  3. Fe(s) +S(g)FeS(s)H= – 100 kj

  4. 2NH3(g)N2(g)+3H2(g)H= +92 kj

Yang merupakan reaksi eksoterm adalah.

  1. 1,2 dan 3

  2. 1 dan 3

  3. 2 dan 4

  4. 4 saja

  5. 1, 2, 3 dan 4

  1. Diketahui persamaan termokimia:

2SO2(g) + O2 (g) 2SO3(g)H = – 20 kj

Pernyataan yang tidak benar adalah.

  1. Perbandingan mol zat yang bereaksi = 2:1:2

  2. Untuk menguraikan 2 mol gas SO3 dibutuhkan kalor sebesar 20 kj

  3. SO2 dan O2 disebut sebagai zat reaktan

  4. Reaksi termasuk eksoterm

  5. Untuk pembentukan 2 mol gas SO3 dibutuhkan kalor sebesar 20 kj

  1. Sebanyak 2 mol gas Hidrogen jika direaksikan dengan 1 mol gas oksigen akan terbentuk uap air yang membutuhkan kalor sebesar 484 kj.

Persamaan termokimianya adalah.

  1. H2(g) + O2(g) H2O(g)H= 484 kj

  2. 2H2(g) + O2(g) 2H2O(g)H= 484 kj

  3. 2H2(g) + O2(g) 2H2O(g)H= 484 kj

  4. 2H2(g) + 2 O2(g) H2O(g)H= 484 kj

  5. H2(g) + O2(g) H2O(g)H= 484 kj

  1. Dari persamaan termokimia di bawah ini:

C(s) + O2(g)CO2(g)H = – 393,5 kj

Pernyataan yang benar dari reaksi di atas adalah..

  1. Pembakaran 1 mol karbon menghasilkan kalor sebesar 393,5 kj

  2. Pembakaran 1 mol karbon membutuhkan kalor sebesar 393,5 kj

  3. Pembentukan 1 mol karbondioksida menghasilkan kalor sebesar 393,5 kj

  4. Pembentukan 1 mol karbondioksida membutuhkan kalor sebesar 393,5 kj

  5. Pembentukan 1 mol karbondioksida menghasilkan kalor sebesar 196,75 kj

  1. Pada reaksi endoterm, pernyataan yang benar adalah

  1. Entalpi awal > entalpi akhir dan H < 0

  2. Entalpi awal > entalpi akhir dan H > 0

  3. Entalpi awal < entalpi akhir dan H < 0

  4. Entalpi awal < entalpi akhir dan H > 0

  5. Entalpi awal = entalpi akhir dan H > 0

  1. Kondisi standar pengukuran H0 reaksi dilakukan pada suhu

  1. 298 K dan tekanan 1 atm

  2. 250 C dan tekanan 298 atm

  3. 25 K dan tekanan 1 atm

  4. 298 K dan tekanan 25 atm

  5. 298 K dan tekanan 1 atm

  1. Kristal ammonia klorida (NH4Cl) dilarutkan dalam air, ternyata terjadi penurunan suhu. Hal ini menunjukkan bahwa reaksi tersebut adalah..

  1. Endoterm, karena sistem melepaskan kalor

  2. Eksoterm, karena sistem melepaskan kalor

  3. Endoterm, karena sistem menyerap kalor

  4. Endoterm, karena lingkungan menyerap kalor

  5. Eksoterm, karena lingkungan melepaskan kalor

  1. Perubahan entalpi pembentukan (Hf0) suatu unsur bebas pada keadaan standar bernilai.

  1. 2

  2. 1

  3. 0

  4. 1

  5. 2

  1. Diketahui reaksi:

S +O2 SO2H = – 71 kkal

2SO2 + O2 2SO3H = – 47 kkal

Maka H untuk reaksi S + 1,5 O2 SO3 adalah..

  1. + 189 kkal

  2. 189 kkal

  3. + 150 kkal

  4. + 94,5 kkal

  5. 94,5 kkal

  1. Diketahui perubahan entalpi pembentukan CO2, H2O dan C2H4 dalam KJ/mol berturut turut: – – 395,2 ; – 242,76 dan 52,75; besarnya H reaksi:

C2H4(g) + 3O2 (g) 2CO2(g) + 2H2O(g)

Adalah..

  1. 1328,67 kj/mol

  2. 1075,81 kj/mol

  3. 822,57 kj/mol

  4. 625,46 kj/mol

  5. 229,31 kj/mol

  1. Diketahui:

Hf0 Fe2O3 = – 195,7 kkal

Hf0 CO = – 26,2 kkal

Hf0 CO2= – 93,8kkal

Maka H reaksi:

2Fe(s) + 3CO2 (g) Fe2O3(s) + 2CO(g)adalah.

  1. 7,1 kkal

  2. 75,1 kkal

  3. 128,1 kkal

  4. 7,1 kkal

  5. 75,1 kkal

  1. Diketahui:

CS2+ 3O2 2CO2+ 2SO2H = – 1110 kj

CO2 C + O2H = + 394 kj

SO2 S + O2H = + 297 kj

Maka kalor pembentukan CS2 adalah..

  1. + 122 kJ

  2. 122 kJ

  3. + 519 kJ

  4. 519 kJ

  5. +806 kJ

  1. Perhatikan diagram siklus berikut:

AH1B

H2= 75 kJH4= 100 kJ

H3= 150 kJ

CD

Berdasarkan diagram di atas maka harga H1 sebesar.

  1. 325 kj

  2. 175 kj

  3. +175 kj

  4. +125 kj

  5. 100 kj

  1. Kalor pembentukanbesi (III) oksida padat Fe2O3(s)= – 822,6 kj/mol, melalui reaksi:

Fe(s) + O2(g) Fe2O3(s)

Kalor pembakaran besi besarnya.

  1. 822,6 kj/mol

  2. 411,3 kj/mol

  3. 205 kj/mol

  4. 154,2 kj/mol

  5. 102,8 kj/mol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>