Soal Ujian Fk Jantung Sistem Blok Sianotik Dan Asianotik

SOAL JANTUNG SISTEM BLOK SIANOTIK DAN ASIANOTIK

TETRALOGI fallot (TF)

Budi, Laki- laki, 6 tahun datang ke poli Anak RSU Mataram, dengan keluhan Biru sejak lahir, Sesak waktu beraktivitas dan squatting,

Pada pemeriksaan fisik didapati bising ejeksi sistolik (grade 3-5/6) pada bagian atas dan tengah tepi sternum kiri, didapati jari tabuh pada ujung- ujung jari.

Diagnosis penyakit Budi adalah

  1. Duktus arteriosus persisten (DAP).

  2. Defek septum atrium (DSA

  3. Defek septum ventrikel (DSV)

  4. Stenosis pulmonal

  5. Tetralogi fallot (TF)

Jawaban benar E

Differensial Diagnosis penyakit Budi adalah

  1. Duktus arteriosus persisten (DAP)

  2. Defek septum atrium (DSA)

  3. Defek septum ventrikel (DSV)

  4. Double outlet right ventricle

  5. Demam rematik akut ( DRA )

Jawaban benar D

Untuk mencegah spell penyakit Budi dapat diberikan :

  1. Captopril

  2. Furosemid

  3. Hidralazin

  4. Prazosin

  5. Propranolol

Jawaban benar E

Obat yang digunakan untuk mengatasi asidosis metabolik pada penyakit Ani adalah :

  1. Captopril

  2. Bikarbonat-Natrikus

  3. Furosemid

  4. Hidralazin

  5. Prazosin

Jawaban benar B

DOUBLE OUTLET RIGHT VENTRICLE ( DORV )

Pada pemeriksaan jantung Sapto, Laki- laki , 4 hari menggunakan ekokardiografi terlihat kedua arteri besar keluar dari ventrikel kanan, masing-masing dengan konusnya, Katup aorta dan pulmonal letaknya sama tinggi, maka penyakit Sapto disebut :

  1. Defek Septum Atrium (DSA )

  2. Defek Septum Ventrikel (DSV)

  3. Double outlet right ventricle (DORV)

  4. Duktus Arteriosus Persisten (DAP)

  5. Koartasio Aorta

Jawaban benar C

Incidence penyakit Sapto adalah:

  1. 5

  2. 10 %

  3. 15

  4. 20 %

  5. 30 %

Jawaban benar A

TRANSPOSISI ARTERI BESAR

Heri , Laki- laki, 1 minggu MRS RSU Mataram dengan keluhan sianosis sejak lahir,

dan sianosis akan menjadi progresif apabila duktus arterious menutup, bayi menjadi asidosis dan teriadi gagal jantung, terutama pada kasus dengan septum ventrikel yang besar. Pada pemeriksaan fisis, sianosis menetap dengan menangis atau pemberian oksigen, Diagnosis penyakit Heri adalah :

  1. Defek Septum Atrium (DSA )

  2. Defek Septum Ventrikel (DSV)

  3. Stenosis pulmonal

  4. Tetralogi fallot (TF)

  5. Transposisi arteri besar

Jawaban benar E

Incidence penyakit Heri adalah sekitar :

  1. 5 %

  2. 6 %

  3. 8 %

  4. 10 %

  5. 12

Jawaban benar A

DEFEK SEPTUM VENTRIKEL (DSV)

Rudy , Laki- laki, umur 2 tahun, datang ke poli Anak RSU Mataram, dengan keluhan: sering mengalami kesulitan minum dan makan dan sering mengalami infeksi saluran nafas bagian atas, Pada pemeriksaan fisik ditemukan : bising pansystolic grade 3/6 or higher at LSB 3, maka penyakit Sandy mengarah ke diagnosis :

  1. Defek Septum Atrium (DSA)

  2. Defek Septum Ventrikel (DSV)

  3. Duktus Arteriosus Persisten (DAP)

  4. Koartasio Aorta

  5. Stenosis Aorta

Jawaban benar B

Incidence penyakit Rudy adalah:

  1. 10 %

  2. 20 %

  3. 30 %

  4. 40 %

  5. 50

Jawaban benar B

Terapi Intervensi Bedah penyakit Rudy meliputi :

  1. Komisurotomi

  2. Bedah Rastelli

  3. Percutaneus Trancatheter Bolloon Valvuloplasty

  4. Bicaval Pulmonaty Shunt

  5. Pulmonary Arterial Banding

Jawaban benar E

DUKTUS ARTERIOSUS PERSISTEN (DAP)

Hendra , Laki- laki, umur 1 tahun, datang ke poli Anak RSU Mataram, dengan keluhan: Sesak, Kesulitan minum, Berat badan sulit naik, Pada auskultasi terdengar bising kontinu di daerah subklavia kiri , maka penyakit Hendra mengarah ke diagnosis

  1. Defek Septum Atrium (DSA)

  2. Defek Septum Ventrikel (DSV)

  3. Duktus Arteriosus Persisten (DAP)

  4. Koartasio Aorta

  5. Stenosis Aorta

Jawaban benar C

Jika terjadinya konstriksi pada tempat duktus bermuara pada aorta, maka penyakit Susi disebut :

  1. Defek Septum Atrium (DSA )

  2. Defek Septum Ventrikel (DSV)

  3. Double outlet right ventricle (DORV)

  4. Duktus Arteriosus Persisten (DAP)

  5. Koartasio Aorta

Jawaban benar E

DEFEK SEPTUM ATRIUM (DSA)

Amir , Laki- laki, umur 1 tahun, datang ke poli Anak RSU Mataram, dengan keluhan:

Sesak nafas, Infeksi paru berulang, BB sedikit kurang, Pada pemeriksaan fisik ditemukan Pada auskultasi, S2 melebar dan menetap pada saat inspirasi maupun ekspirasi disertai bising ejeksi sistolik di daerah pulmonal, maka penyakit Amir mengarah ke diagnosis

  1. Defek Septum Atrium (DSA)

  2. Defek Septum Ventrikel (DSV)

  3. Duktus Arteriosus Persisten (DAP)

  4. Koartasio Aorta

  5. Stenosis Aorta

Jawaban benar A

Incidence penyakit Amir :

  1. 10 %

  2. 20 %

  3. 30 %

  4. 40 %

  5. 50

A

Gambaran Elektrokardiografi penyakit Amir

  1. Hipertrofi atrium kiri

  2. Hipertrofi ventrikel kanan

  3. Hipertrofi ventrikel kiri

  4. Hipertrofi atrium kanan

  5. Hipertrofi biventrikel

Jawaban benar B

STENOSIS AORTA

Ery , Laki- laki, 3 tahun datang ke poli Anak RSU Mataram, dengan keluhan sesak, rasa sakit substernal pada saat latihan, sinkop atau dizziness. pasien tampak asianotik dan nadi biasanya normal kecuali pada keadaan berat teraba nadi dengan volume lemah. Pada pemeriksaan fisik didapati getaran bising sistolik teraba jelas pada suprasternal dan sekitar karotis, pada sela iga katup aorta 2 kanan, Diagnosis penyakit Ery adalah

  1. Defek septum atrium (DSA

  2. Defek septum ventrikel (DSV)

  3. Stenosis katup aorta

  4. Stenosis pulmonal

  5. Tetralogi fallot (TF)

Jawaban benar C

Gambaran Elektrokardiografi penyakit Ery :

  1. Hipertrofi atrium kanan dengan strain

  2. Hipertrofi atrium kiri dengan strain

  3. Hipertrofi ventrikel kanan dengan strain

  4. Hipertrofi ventrikel kiri dengan strain

  5. kardiomegali dengan strain

Jawaban benar D

Terapi Intervensi Bedah penyakit Ery meliputi

  1. Bedah Rastelli

  2. Bicaval Pulmonaty Shunt

  3. Komisurotomi

  4. Percutaneus Trancatheter Bolloon Valvuloplasty

  5. Total Cavopulmonary Connection

Jawaban benar C

COARCTATION AORTA ( CA)

Susi , Perempuan, umur 3 hari , MRS RSU Mataram, lahir lahir dalam keadaaan baik tetapi dalam 4 hari kemudian tiba-tiba keadaannya memburuk dan Susi tidak mau minum, Sesak nafas dan perfusi perifer menurun, Pada pemeriksaan fisik didapati

Nadi brakialis teraba, namun nadi femoralis sangat lemah dan bahkan tidak teraba, Diagnosis penyakit Susi adalah :

  1. Double outlet right ventricle

  2. Koartasio aorta

  3. Serangan sianotik (Cyanotic spells)

  4. Tetralogi fallot (TF

  5. Transposisi arteri besar

Jawaban benar B

Incidence penyakit Susi :

  1. 5 %

  2. 6 %

  3. 8 %

  4. 10 %

  5. 12

Jawaban benar A

Obat yang digunakan untuk mempertahankan DAP agar tetap terbuka pada penyakit Susi adalah :

  1. Captopril

  2. Furosemid

  3. PGE 1

  4. Prazosin

  5. Propranolol

Jawaban benar C

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>