Soal Psikotest Ujian Tes Masuk Bag.5

PSIKOTEST

TIPS Psikotes dan Contoh Soal
Tes Psikologi atau psikotest sebagai bagian dalam tahapan penerimaan calon pegawai.
Keunikan dari tes ini adalah pada ketidakpastiannya. Mengapa? Karena faktor ini dapat
memutarbalikan perhitungan logis potensi seseorang. Sebagai contoh, seseorang lulusan
perguruan tinggi terbaik di negeri ini dengan IPK : 3 koma dan berpengalaman sebagai
asisten dosen, tidak dapat lolos dari lobang jarum ujian psikotes sehingga akhirnya harus
berwirausaha karena belum pernah mampu melewati psikotes untuk diterima bekerja
disebuah perusahaan. Memang ini ironi, namun ini fakta. Psikotes memang merupakan
fenomena tersendiri bagi para pelamar kerja. Penulis juga pernah menghadapi hal serupa,
untuk kemudian harus bangkit melalui proses learning by doing. Penulis bukan seorang
psikiater maupun phsicology tester, namun beberapa tips yang akan di-share berikut ini,
berdasarkan pengalaman penulis ketika menghadapi psikotes, diharapkan mampu
membantu mengurangi kegagalan psikotes Anda:
1. Tes Logika Aritmatika. Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini
adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu
(dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan
pola tersebut.
Tipsnya:
jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu
jangan terpaku pada 3 -4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya anda melihat
deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan
maupun pengelompokan loncat.
Ingat keterbatasan waktu. Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal
yangpenasaran ingin anda pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal
dibawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya.
Anda bisa melatih kemampuan anda ini dari buku-buku tes UMPTN/SPMB untuk
materi deret hitung/deret ukur.

2. Tes Logika Penalaran. Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang
ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami pola-
pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi
berdasarkan pola anda tersebut:
Tipsnya: konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk-bentuk yang ditawarkan hampir
serupa walau tak sama.

3. Analog Verbal Test. Tes ini terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog
suatu kata.Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan logika anda terhadap sebuah
kondisi, untuk melihat sejauh mana anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan.
Tipsnya: Apabila anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, anda bisa mem-
bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa kali penulis
menghadapi tes in, soal yang diberikan relatif sama.
4. Kraeplien/Pauli. Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara
membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai diminta untuk
menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom danmenuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan,
sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan
dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
Tipsnya :
Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam tes ini selainkan pensil biasa atau
pulpen saja, karena tes ini sangat terikat dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-
reload ketika ujung granitnya habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1
detik. Apabila anda melakukan reload dalam 10 lajur berarti anda telah kehilangan waktu
5-10 detik.
Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya
akanlebih baik jika dibandingkan anda memaksakan diri di awal tes namun tergopoh-
gopoh dipertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga.
Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal
iniakan merugikan anda sendiri karena justru untuk cheating anda akan membutuhkan
waktu sekian detik untuk memutuskan dan itu berarti justru membuang waktu dan
memubuat grafik penjumlahan anda tidak alami.
Hal yang paling penting dari keseluruhan tes kraeplein adalah konsentrasi. Terkadang
andaakan merasa blank padapertengahan tes, namun anda harus bisa bangkit & fokus lagi
padates. Untuk itu kondisi fisik sangat berpengaruh. Usahakan tidak begadang dan
sarapan dahulu sebelum berangkat tes karena model tes ini sangat menyedot energi anda.
5. Wartegg Test. Tes ini terdiri atas 8 kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentu
seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis
terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Anda akan diminta
menggambar kemudian menuliskan urutan gambaryang telah anda buat, lalu menuliskan
nomor gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah menurut anda. Yang
diukur dalam tes ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek. Contoh:
Tipsnya adalah:
Urutan menggambar sebaiknya anda buat kombinasi antara sesuai nomor dan acak.
Misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena apabila anda menggambar berdasarkan urutan
1,2,3,4,5,6,7,8 anda dipandang HRD sebagai orang yang kaku/konservatif sedangkan
apabila anda menggambar secara acak misalnya 5,7,6,8,3,2,4,1 anda akan dipandang
HRD sebagai orang yang terlalu kreatif, inovatif dan cenderung suka akan breaking the
low.
Kalau anda bergender lelaki jangan mulai dengan nomor 5, karena beberapa anggapan
menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks anda.

6. Draw A Man Test (DAM). Tes ini mengharuskan anda untuk menggambar sesorang,
unuk kemudiananda deskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut. Tes ini
dipergunakan untuk mengatahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan
ketahanan kerja.
Tipsnya:
Gambarlah orang tersebut secara utuh mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kaki,
termasuk detil muka seperti mata, hidung, mulut dan telinga.
Gambarlah orang tersebut dalam keadaan sedang melakukan aktifitas, misalnya pak tani
sedang membawa cangkul, eksekutif muda sedang menenteng koper dsb.

7. Army Alpha Intelegence Test. Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan
angka danderetan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya. Yang
diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap Anda dalam menerima dan
melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat.
Tipsnya : konsentrasilah kepada apa yang dikatakan narator, karena narator tidak akan
mengulang instruksi tersebut dan waktu yang diberikan sangat terbatas. Sabar, jangan
terburu menjawab, sebelum narator selesai memberikan instruksi.
8. Menggambar Pohon. Tes ini terdiri atas tugas untuk menggambar pohon dengan
kriteria : berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah. Sehingga tidak diperbolehkan
kepada anda menggambar pohon jenis bambu, pisang, semak belukar ataupun jenis
tanaman monocotyl lainnya.
Tipsnya :
Pada setiap tes menggambar pohon yang pernah dilalui, penulis selalu menggambar
pohon nangka. Karena pohon tersebut mewakili jenis tanaman dicotyl / berkambium.
Walaupun anda tidak begitu pandai dalam hal menggambar, usahakan menggambar
secara detil dan rinci setiap komponen dari pohon tersebut seperti tangkai, bentuk daun,
kerapatan daun, buah, akar bahkan alur pohon.
Untuk hasil yang lebih maksimal, fotolah pohon tersebut, pelajari karakter jenis
pohonnya, kemudian latihlah kemampuan menggambar anda dengan mengacu pada foto
tersebut.

9. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan
jawaban yang paling mencerminkan diri anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahui
seberapa besar motivasi, kebutuhan da
n motif seseorang.
Tipsnya:
Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda, setidaknya yang
paling mendekati, karena pertanyaan akan berulang di nomor-nomor berikutnya,
sehingga apabila jawaban anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan Anda. Kejujuran
anda terkait dengan cerminan kesesuaian diri anda terhadap lowongan pekerjaan yang
anda lamar.
Secara keseluruhan, tes EPPS ini memang paling sulit untuk di-adjustment (diakali),
namun setidaknya ada beberapa pertanyaan yang bisa di-adjustment untuk disesuaikan
dengan lowongan pekerjaan yang anda pilihan. Misalnya ketika anda melamar menjadi
pegawai Bank, pilihlah jawaban-jawaban yang mencerminkan kejujuran, keteraturan,
kedisiplinan dan mampu bekerja dalam teamwork.
Karena sulitnya proses adjusment tehadap tes ini, jalan paling praktis yang dapat
ditempuh adalah memperbaiki diri (self improvement) anda dalam segala hal, setup diri
anda menjadi seakan-akan seseorang profesional dalam setiap tingkah laku keseharian
anda seperti: jujur, tepat janji, tanggung jawab dan disiplin. Karena cerminan pola pikir
dan tingkah laku positif diri anda, akan tertuang tanpa anda sadari dalam hasil tes.

10. Learning By Doing. Pengalaman memang guru yang paling baik. Lakukan perbaikan-
perbaikan secara continue baik terhadap diri anda maupun terhadap kemampuan anda, di
setiap psikotes yang anda hadapi. Misalnya seperti : melatih diri terhadap
kesalahan/kesulitan yang dihadapi pada psikotes sebelumnya, membaca kembali materi
psikotes secara keseluruhan semalam sebelum menghadapi psikotes (refreshment) dan
mempersiapkan fisik sebaik-baiknya karena pada dasarnya psikotes akan selalu Anda
kerjakan dalam keadaan tegang dan tekanan. Karena dengan mekanisme tersebut,
psikotes bukan meruapakan momok yang harus anda hindari, namun anda akan lambat
laun berteman dan akrab dengan psikotes.
Diposkan oleh reXVolution25 di13:52

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>