Pembahasan Soal Nomor 1-5 OSN Kimia Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2013

osn logoBerikut ini adalah pembahasan soal seleksi olimpiade sains nasional bidang lomba kimia tingkat kabupaten dan kota tahun 2013. Pembahasan soal ini dibuat oleh pengelola blog ini, sehingga jawaban dan pembahasan bisa saja tidak tepat, oleh karena itu dengan senang hati jika ada pembaca yang sudi memberikan saran dan perbaikan atas penyelesaian yang tertulis di sini pada kolom komentar.

Pada bagian ini akan dibahas hanya 5 nomor, 5 nomor berikutnya akan diposting pada tulisan berikutnya hingga seluruhnya terbahas.

Soal Nomor 1

Dalam suatu reaksi redoks ternyata kalium dikromat (K2Cr2O7) bereaksi dengan timah diklorida (SnCl2) dalam suasana asam menjadi CrCl3 dan kalium klorida (KCl). Setelah reaksi disetarakan, maka koefisien reaksi dari kalium dikromat dan timah diklorida adalah

  1. 3 dan 1
  2. 1 dan 3
  3. 2 dan 3
  4. 3 dan 2
  5. 1 dan 1

Pembahasan Soal Nomor 1:
Dalam reaksi redoks selalu ada reaksi oksidasi dan reduksi. Dari reaksi tersebut yang mengalami reduksi adalah Cr (dari K2Cr2O7 menjadi CrCl3) dan yang harus mengalami oksidasi adalah Sn (dari Sn2+ menjadi Sn4+). Asam yang digunakan (sebagai penyuasana) semestinya adalah HCl.

Adapun reaksi redoksnya:
Reaksi reduksi : Cr2O72- + 14 H+ + 6e- → 2Cr3+ + 7 H2O | x 1|
Reaksi oksidasi : Sn2+ → Sn4+ + 2e-                     | x 3|
Reaksi total : Cr2O72- + 14 H+ + 3Sn2+ → 2Cr3+ + 7 H2O + 3Sn4+

Sehingga reaksi lengkapnya bisa dituliskan sebagai berikut:
K2Cr2O7 + 3 SnCl2 + 14 HCl → 2 CrCl3 + 7 H2O + 2 KCl + 3 SnCl4
Jadi jawaban yang tepat adalah B. 1 dan 3

Soal Nomor 2

Pada suhu kamar dan tekanan atmosfer, 1 gram oksigen mengisi ruang 0,764 liter, sedang gram oksida nitrogen dalam kondisi yang sama mengisi ruang 0,266 liter. Berdasarkan hal tersebut maka rumus oksida nitrogen termaksud adalah:
(Ar N =14, Ar O = 16)

  1. NO2 → Mr = 14 + 32 = 46
  2. NO3 → Mr= 14 + 48 = 62
  3. NO5 → Mr= 14 + 80 = 94
  4. N2O3 → Mr = 28 + 48= 76
  5. N2O5 → Mr = 28 + 80 = 108

Pembahasan Soal Nomor 2:
Pada keadaan yang sama setiap 1 mol gas akan memiliki volume yang sama pula (Hukum Gay Lussac).
1 g O2 = 1/32 mol ~ 0,764 liter artinya 1 mol gas O2 volumenya = 32 x 0,764 = 24,448 L/mol.
Jika masa oksida nitrogen memiliki volume 0,266 L = 0,266 L : 24,448 L/mol = 0,01088 mol.
Artinya kita tinggal menentukan manakah oksida nitrogen yang 1 gram sama dengan 0,01088 mol. Dalam hal ini Mr oksida nitrogen = 1 : 0,01088 = 91,911 g/mol.

Yang paling mendekati adalah jawaban C. NO5

Soal Nomor 3

Bila 1 liter etil alkohol pada temperatur 20 oC mengandung 1,04 x 1025 molekul, maka jumlah molekul selain etil alkohol dalam 1 liter cuplikan etil alkohol yang kemurniannya dinyatakan 99,99% adalah sebanyak

  1. 2,72 x 1020
  2. 1,04 x 1021
  3. 3,15 x 1022
  4. 3,13 x 1023
  5. 2,14 x 1024

Pembahasan Soal Nomor 3:
Jumlah % molekul selain etil alkohol adalah 100% – 99,99% = 0,01%
Sehingga jumlah molekulnya = 0,01% x 1,04 x 1025 = 1,04 x 1021
Jawabannya B

Soal Nomor 4

Urutan kepolaran ikatan O-H, Mg-O, Ca-O, dan Sr-O adalah,

  1. Sr-O > Mg-O > O-H > Ca-O
  2. O-H > Mg-O > Ca-O > Sr-O
  3. O-H > Sr-O > Ca-O > Mg-O
  4. Sr-O > Ca-O > Mg -O > O-H
  5. Mg-O > Ca-O > Sr-O > O-H

Pembahasan Soal Nomor 4:
Semakin besar perbedaan elektronegativitas maka akan semakin polar. Elektronegativitas O >H>Mg>Ca>Sr. H punya elektronegativitas terbesar dibandingkan dengan unsur logam alkali tanah. Unsur Mg, Ca, Sr berturut-turut adalah anggota golongan unsur logam alkali, yang dari atas ke bawah memiliki elektronegativitas yang semakin kecil. Oksigen punya elektronegativitas yang besar dan semua berikatan dengan unsur yang akan diperbandingkan. Maka urutan perbedaannya dengan oksigen dari yang terbesar Sr-O > Ca-O > Mg-O > H-O
Jawabannya D. Sr-O > Ca-O > Mg-O > H-O

Soal Nomor 5

Dalam suatu percobaan, reaksi antara N2F4 dengan S2O6F2 dilakukan pada suhu ruang. Gas yang dihasilkan mempunyai titik didih -2,5oC. Analisis terhadap gas ini memberikan hasil : 9,48% N, 20,9% S,dan 38,0% F. Bila diketahui Ar N = 14,0 ; Ar S = 32,1 dan Ar F = 19,0 ; Ar O = 16,0, maka rumus empiris gas tersebut adalah:

  1. NSF3
  2. NSF2
  3. NSO4F4
  4. NSO3F3
  5. NSO2F2

Pembahasan Soal Nomor 5:
Penentuan rumus empiris dari persen unsur yang diketahui dan persen O yang harus dihitung hingga total 100 % (31,62% O) adalah dengan menganggap jumlah zat 100 g. Perbandingan mol masing-masing unsur adalah:

N : S : O : F 9,48/14 : 20,9/32,1 : 31,62/16 : 38,0/19 0,677143 : 0,65109 : 2 : 1,97625 —> bagi dg angka terkecil 1,040014 : 1 : 3,07177 : 3,035293 —> lakukan pembulatan 1 : 1 : 3 : 3

Jawabannya D. NSO3F3

-2.688962 111.622398 >

Incoming search terms:

  • Dalam suatu reaksi redoks kalium dikromat (K2Cr2O7) bereaksi dengan timah diklorida (SnCl2) dalam suasana asam menjadi CrCl3 dan timah tetraklorida (SnCl4) Setelah reaksi disetarakan maka koefisien reaksi dari kalium dikromat dan timah diklorida adalah
  • dalam suatu reaksi redoks kalium dikromat bereaksi dengan timah diklorida dalam suasana asam menjadi crcl3 dan kalium klorida
  • dalam suatu reaksi redoks ternyata kalium dikromat (K2Cr2O7) bereaksi dengan timah diklorida (SnCl2) dalam suasana asam menjadi CrCl2 dan kalium (KCl) setelah reaksi disetarakan maka koefisien reaksi dari kalium dikromat dan timah diklorida
  • Dalam suatu reaksi redoks ternyata kalium dikromat (K2Cr2O7) bereaksi dengan timah diklorida (SnCl2) dalam suasana asam menjadi CrCl3 dan kalium klorida (KCl) Setelah reaksi disetarakan maka koefisien reaksi dari kalium dikromat dan timah diklorida adalah
  • Dalam suatu reaksi redoks ternyata kalium dikromat (KzCrza) bereaksj dengan timah diklorida (SnClz) dalam suasana asam menjadi CrCls dan kalium klorida (KCl) Setelah reaksi disetarakan maka koefisien reaksi dari kalium dikromat dan timah diklorida adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>