Pembahasan Soal Fisika Bab 6

Pembahasan Bab 6

1. Kecepatan sudut = 10 rad

r = 0,5 m

Kecepatan linier : v = r = 10 x 0,5

= 5 m

2. = +

= I + m

= ()+ m

= m

3. R = 40 cm = 0,4 m

= 10 rad/Detik

=

= (m)

= .6..

= 48 Joule

4. m= 0,2 gram = 0,0002 kg

= 10 rad/s

r= 3 cm = 0,03 m

maka momentum :

L = m.v.

= 0,0002x10xkg.

= 1,8 x kg.

5. Momen gaya atau torsi adalah ukuran keefektifan sebuah gaya yang bekerja pada suatu titik poros tertentu. Momen Inersia besaran yang menyatakan ukuran kelembaman benda yang mengalami gerak rotasi adalah momen inersia (analog dengan massa pada gerak translasi)

6.

= = = 4 m

7. = I

I = = 30 Nm/3rad/s2 = 1 kgm2

8. 1. Resultan gaya harus nol

2. Resultan torsi harus nol

9. Pada massa/titik berat pada benda homogen yang terbentuk empat persegi panjang terletak pada perpotongan diagonalnya.

10. Benda I dan II homogen, massa jenis sama. Untuk kubus/balok diambil perpotongan diagonalnya. Sehingga titik berat dari dasar adalah :

Benda II: 0,5 m

Benda I: 0,25 m

Benda I dan II dianggap satu benda sehingga titik berat 0,75 m.

Pembahasan Bab 7

1. Venturimeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kelajuan alir suatu cairan.

Yang kedua, adalah tabung pitot yaitu alat ukur yang digunakan untuk mengukur kelajuan aliran gas

2. Meja ditekan tegak lurus oleh oleh berat botol yang memiliki massa m = 0,8 kg Berat botol F = m.g = (0,8)(10) = 8 N

Diameter botol d = 8 cm

Jari-jari r = = 4 cm = 4×10-2m

Luas alas botol A = r2 = (4×10-2)2

= 16 x 10-4 m2

Tekanan botol pada meja p dihitung dengan persamaan :

= = Pa = Pa

3. Tinggi air

V = Ah

h = = = 250 cm = 2,5 m

4. Tekanan hidrostatis air di A dihitung dengan persamaan :

Ph = .g.h

= (1000)(10)(8) = 8,0 x 104 Pa

5. Gaya ke atas, Fa = wu Wf

= 20 18 = 2 newton

6. Untuk berat yang sama, volume besi berongga jauh lebih besar daripada volume besi pejal. Gaya ke atas oleh air yang dialami oleh kedua besi ditentukan oleh Fa = f Vbfg, dengan Vbf adalah volumen benda yang tercelup dalam air. Pada besi pejal, Vbf kecil, sehingga gaya ke atas Fa kecil. Gaya ke atas ini tidak bisa mengatasi beratnya, sehingga besi pejal tenggelam.

7. Tegangan permukaan air dipengaruhi oleh suhu. Makin tinggi suhu, makin kecil tegangan permukaannya. Ini berarti makin besar kemampuan air untuk membasahi kotoran pakaian. Kotoran pada pakaian lebih mudah larut dalam air hangat, sehingga hasil cucian lebih bersih.

8. Deterjen adalah zat yang memperkecil tegangan permukaan air sehingga meningkatkan kemampuan air untuk membasahi kotoran yang melekat pada pakaian, dan dihasilkan cucian yang lebih bersih.

9. Q = A.v

v = Kecepatan aliran air sungai yang dimaksud adalah :

v = = 4 m/s

10. Luas penampang A1 = 20 cm2, A2 = 5 cm2

Kecepatan fluida v1 =…? v2 = 30 m/s

Perbandingan kecepatan fluida berbanding terbalik dengan perbandingan luas penampang.

= = =

Pembahasan Bab 8

1. n = 1

P1 = P2 = P

T1 = 27C = 300 K

R = 2 kal/molK

V2 = 2V1

Q = nRT

= .1.2.(600-300)

= 1500 kal = 1,5 kkal

= T2 = 2.300 = 600 K

2. K =1,38 x 10-23

t = 27C=300 K

Energi Kinetik :

Ek = .mV2…(1) sedangkan V2=…(2)

Dimana : Ek = energi kinetik

m = massa partikel

V = Volume

k = konstanta Boltzman

T = Temperatur (K)

Dari (1) dan (2)

Ek = m. = kT

= .1,38×10-23x300

= 6,21 x 10-21 J

3. Bergerak lebih lambat, sebab semakin lama suhu akan menurun.

v =

4. V = nR(T2-T1)

n = 0,012 mol

T2 = 400 K

T1 = 300 K R = 8,31.103J.mal-1K-1

  • V = x 0,012 x 8,31 (400-300).103 = 1496 J

5. Untuk gas dalam ruang tertutup berlaku :

Energi dalam gas = Energi kinetik molekul dan

T = TK maka

V = Ek = NKT

Energi kinetik itu sebesar N K T

6. V =

=

v = 5,3.102 m/s

7. P = = = 2 x 105 Nm-2

8. PV = NEk

N = = = 5 x 1021

9.PV = nRT atau PV = NKT

Sehingga = = NK, yang berarti bergantung pada banyaknya partikel (N)

10. =

=

V2 = = 8 L jadi volume gas tetap

Pembahasan Bab 9

1. Isotermal : Proses isotermal adalah suatu proses perubahan keadaan gas pada suhu tetap.

Isobarik : Proses isobarik adalah suatu proses perubahan keadaan gas pada tekanan tetap.

Adiabatik : Proses adiabatik adalah suatu proses perubahan keadaan gas di mana tidak ada kalor yang masuk atau keluar dari sistem (gas).

2. Hukum kekekalan energi : energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat dikonversi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

3. Usaha luar pada proses tekanan konstan (isobarik) dihitung dengan Persamaan :

W = p = p(V2 V1)

Diketahui tekanan konstan p = 1,0 x 105 Pa;

volume awal V1 = 4,0 L dan volume akhir V2 = 2,5 L, sehingga :

W= 1,0 x x 105 Pa(2,5 L 4,0 L)

= 1,0 x x 105 Pa(-1,5L)

= 1,0 x x 105 Pa(-1,5 x 10-3)

= -1,5 x 102 J = -150 J

4. P2V2 = P1V1

= = 2,0

5.

=

= = 1,2 x 105 J

6. a. usaha yang dilakukan pada sistem bertanda negatif, sehingga W = -200 J.

b. kalor yang keluar dari sistem bertanda negatif, sehingga

Q = -70,0 kalori

= -70,0 (4,20 J) = -294 J

7. Q =

=

=

= x (400-300)

= 14,96 J

8.

= 1 – = 0,2

9.

W = = = 800 J

10. = = 9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>