Pand Soal Kimia Panduan Membuat Kisi-kisi Untuk Sma Kata

KATA PENGANTAR

Penilaian merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan. untuk mengetahui perkembangan dan tingkat pencapaian hasil pembelajaran. Penilaian memerlukan data yang baik. Salah satu sumber data itu adalah hasil pengukuran. Pengukuran merupakan seperangkat langkah dalam rangka pemberian angka terhadap hasil kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengukuran ini biasanya dilakukan melalui tes: baik tes prestasi belajar maupun tes psikologi.

Tes sebagai alat ukur, perlu dirancang secara khusus sesuai dengan tujuan peruntukannya, dan perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan kaidah-kaidah penyusunannya. Dalam suatu proses pengukuran sangat diperlukan tes yang bermutu baik, karena baik-buruknya mutu tes akan menentukan mutu data yang dihasilkan. Mutu data ini akan menentukan mutu rumusan hasil penilaian, dan selanjutnya akan menentukan mutu berbagai keputusan dan kebijakan kependidikan yang ditetapkan berdasarkan hasil penilaian itu.

Seksi Kurikulum dan Sistim Pengujian Bidang SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta merasa terpanggil untuk meningkatkan kualitas guru dalam menyusun alat evaluasi. Sebagai wujud kepedulian tersebut disusunlah Pedoman Penulisan Soal yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap guru untuk menyusun soal dengan baik.

Semoga panduan ini bermanfaat bagi kita, khusus para penulis soal.

Jakarta, Juli 2010

Kepala Bidang SMK

Dra. Hj. Rita Ariyani, M.M.

NIP.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

Bab I

Pendahuluan 1

Bab II

Teknik Penyusunan Kisi-kisi 6

Bab III

Teknik Penyusunan Soal Pilihan Ganda 11

A. Pengertian 11

B. Bentuk Soal Pilihan Ganda11

C. Bentuk Soal Uraian 12

D. Kaidah Soal Unjuk Kerja (Praktik) 13

E. Kartu Soal22

Bab IV24

Contoh-Contoh Soal

A. Contoh Soal Pilihan Ganda26

B. Contoh Soal Uraian28

C. Contoh Soal Unjuk Kerja30

BAB I

PENDAHULUAN

Tes prestasi belajar adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang setelah menjalani proses pembelajaran. Tes ini penting sekali dilakukan oleh guru, sekolah maupun lembaga kependidikan untuk mengetahui seberapa jauh siswa sudah mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Hasil tes dapat digunakan oleh guru, sekolah, atau institusi kependidikan lainnya untuk mengambil keputusan atau umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar. Jadi secara tidak langsung tes dapat digunakan untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan pendidikan dari waktu ke waktu. Banyak cara yang dilakukan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Jika ditinjau dari penyiapan alat tes yang digunakan, maka pengukuran tes prestasi belajar dapat dibagi dua tipe yaitu (1) pengukuran yang menggunakan tes yang dibuat guru dan (2) pengukuran yang menggunakan tes standar. Bentuk tes yang dibuat guru di kelas tentunya berbeda dengan bentuk tes standar. Bentuk tes yang dibuat guru bisa sangat bervariasi, misalnya tes tertulis, tes lisan, tes kinerja, sikap dan pengukurannya lebih menekankan untuk mendapatkan informasi proses pembelajaran siswa dari hari ke hari. Sedangkan bentuk tes standar, soal dan penskorannya harus lebih objektif dan mudah dilakukan sehingga pada umumnya hanya menggunakan satu jenis penilaian saja yaitu tes tertulis, khususnya bentuk soal pilihan ganda. Hal ini disebabkan tes standar digunakan untuk keperluan yang lebih luas dan umum, misalnya tes untuk bisa masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, tes untuk melihat daya serap siswa, tes pemantauan mutu siswa, dsb. Selain itu hasil dari tes

standar harus bisa dilihat keterbandingannya

Tes standar adalah tes dimana soal-soalnya sudah mengalami proses analisis baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat tes standar adalah (1) menentukan tujuan tes; (2) menentukan acuan yang akan dipakai oleh tes (criteria atau norma); (3) membuat kisikisi; (4) memilih soal-soal dari kumpulan soal yang sudah ada sesuai dengan kisi-kisinya. Apabila soal yang diambil merupakan soal baru, maka soal-soal tersebut harus melalui tahap telaah secara kualitatif, revisi, ujicoba, analisis hasil ujicoba sehingga diperoleh soal yang baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif. Selain itu pengadministrasian tes (pelaksanaan tes) juga dibuat standar.

Untuk tes prestasi belajar terstandar soal-soal harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa, dalam hal ini kurikulum atau SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang sudah ditetapkan apabila tes tersebut akan digunakan untuk kelulusan, dan proses penskorannya juga harus dilakukan secara standar terutama apabila ada soal berbentuk uraian, sehingga hasil dari tes tersebut dapat dilihat keterbandingannya.

Untuk membuat tes prestasi belajar terstandar yang dapat digunakan setiap saat, dibutuhkan butir-butir soal cukup banyak. Kebutuhan butir-butir soal yang bagus dan banyak ini bisa diatasi apabila ada bank soal yang menyimpan soal-soal tersebut.

Bank soal adalah kumpulan soal-soal dalam jumlah yang besar, dan mengukur pengetahuan yang sama, disimpan di dalam komputer bersama dengan karakteristik setiap butir soalnya. Bank soal ini perlu dibuat dan harus selalu dikembangkan karena:

  • dapat menyiapkan tes yang dibutuhkan secara rutin dan lebih dari satu set;

  • memungkinkan diterapkannya tes melalui komputer (computer adaptive testcat), sehingga setiap saat peserta tes dapat mengikuti tes kapan saja,

  • kualitas tes dapat dipertanggungjawabkan.

Pengembangan bank soal tes prestasi belajar merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Seksi Kurikulum dan Sistim Pengujian Bidang SMK . Kegiatan pengembangan bank soal ini dimulai dengan penulisan kisi-kisi, penulisan soal, telaah, ujicoba, analisis kuantitatif soal dan kalibrasi

soal. Soal-soal yang terbukti bermutu baik secara kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan dan disimpan dalam bank soal. Alur kegiatan bank soal di Seksi Kurikulum dan Sistim Pengujian Bidang SMK terlihat dalam diagram berikut.

Bagan Penulisan Bank Soal Seksi Kurikulum dan Sistim Pengujian Bidang SMK

Berdasarkan bagan tersebut terlihat bahwa pengembangan bank soal dilakukan melalui beberapa tahap.

Tahap 1: Analisis secara kualitatif

Soal-soal mentah yang dibuat oleh para penulis soal berdasarkan kisi-kisi yang disusun Seksi Kurikulum dan Sistim Pengujian Bidang SMK akan masuk dalam kategori soal mentah. Soal mentah akan ditelaah secara kualitatif sehingga diperoleh soal baik tanpa revisi dan soal yang perlu direvisi serta soal yang ditolak. Soal yang perlu direvisi akan langsung direvisi sehingga diperoleh soal yang baik dan soal yang ditolak akan dikembalikan ke penulis soal.

Tahap 2: Analisis secara kuantitatif

Soal-soal yang baik secara kualitatif akan dirakit untuk proses ujicoba sehingga diperoleh data-data respon jawaban siswa. Respon jawaban siswa ini dianalisis menggunakan komputer sehingga diperoleh soal-soal yang baik dengan data-data parameter tingkat kesukaran dan daya beda untuk setiap butir soal.

Pengembangan bank soal ini harus dilakukan secara terus menerus sehingga diperoleh soal-soal yang cukup banyak sesuai dengan perubahan yang terjadi baik pada kurikulum maupun pada SKLnya.

BAB II

TEKNIK PENYUSUNAN KISI-KISI

Kisi-kisi dapat didefinisikan sebagai matrik informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis dan merakit soal menjadi tes. Dengan menggunakan kisi-kisi, penulis soal akan dapat menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes dan perakit tes akan mudah menyusun perangkat tes. Berbagai paket tes yang memiliki tingkat kesulitan, kedalaman materi, dan cakupan materi sama (paralel) akan mudah dihasilkan hanya dengan satu kisi-kisi yang baik. Kisi-kisi soal yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • mewakili isi kurikulum yang akan diujikan;

  • komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami; dan

  • soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan.

Pemilihan materi dalam penyusunan kisi-kisi hendaknya memperhatikan empat aspek sebagai berikut:

  • urgensi, secara teoretis materi yang akan diujikan mutlak harus dikuasai siswa;

  • relevansi, materi yang dipilih sangat diperlukan untuk mempelajari atau memahami bidang lain;

  • kontinuitas, materi yang dipilih merupakan materi lanjutan atau pendalaman materi dari yang sebelumnya pernah dipelajari dalam jenjang yang sama maupun antar jenjang ; dan

  • kontekstual, materi memiliki daya terap dan nilai guna yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penulisan soal tes prestasi belajar (TPB), seperti ujian harian, ujian semester, dan ujian kenaikan kelas, para pembuat soal perlu mengetahui penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) dalam kurikulum menjadi indikator soal (tidak selalu sama dengan indikator pembelajaran). Berdasarkan indikator ini, penulis soal dapat mengetahui kemampuan siswa yang akan diukur sehingga paket soal yang disusun merupakan deskripsi kompetensi siswa terhadap materi tertentu dalam kurikulum. Berikut ini adalah diagram yang menggambarkan proses penjabaran kompetensi dasar menjadi indikator.

Bagan Penjabaran Kompetensi Dasar

______ : garis langkah-langkah penulisan butir soal

………. : garis pengecekan ketepatan rumusan butir soal

Keterangan diagram

Kompetensi Dasar : Kemampuan minimal yang harus dikuasai siswa setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. Kompetensi dasar ini diambil dari Standar Isi.

Materi : Bahan ajar yang harus dikuasai siswa berdasarkan kompetensi dasar yang akan diukur. Penentuan materi (bahan ajar) yang akan diambil disesuaikan dengan indicator yang akan disusun.

Indikator : Berisi ciri-ciri perilaku yang dapat diukur sebagai petunjuk untuk membuat soal.

Soal : Disusun berdasarkan indikator yang dibuat.

Diagram di atas menunjukkan bahwa seorang penulis soal dalam menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator perlu melalui langkah-langkah berikut:

  • memilih kompetensi dasar yang akan diukur;

  • menentukan materi (bahan ajar);

  • membuat indikator yang mengacu pada kompetensi dasar dengan memperhatikan konteks/materi yang dipilih; dan

  • menulis soal berdasarkan indikator yang dibuat.

Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang kesesuaian antara indikator yang disusun dan kompetensi dasar, disarankan untuk melihat kompetensi dasar dan materi yang ada dalam kisikisi. Indikator yang baik harus memiliki kriteria:

  • memuat ciri-ciri kompetensi dasar yang akan diukur.

  • memuat kata kerja operasional yang dapat diukur.

  • berkaitan dengan materi (bahan ajar) yang dipilih dapat dibuatkan soalnya.

Dalam penyusunan indikator, komponen -komponen yang perlu diperhatikan adalah subjek, perilaku yang akan diukur, dan kondisi/konteksnya. Sekarang mari kita lihat contoh format kisi-kisi penulisan soal berikut.

Kisi-Kisi Penulisan Soal Ujian Akhir Sekolah

Satuan Pendidikan : SMK……

Mata Pelajaran : Kimia

Kompetensi Keahlian : ………………………………………

Kurikulum : Tingkat Satuan Pendidikan

Alokasi Waktu : 120 Menit

Jumlah Soal : 40 Pilihan Ganda (PG), 5 Uraian

Format kisi-kisi penulisan soal memuat identitas kisi-kisi dan matrik spesifikasi rumusan butir soal. Identitas kisi-kisi minimal memuat nama satuan pendidikan, mata pelajaran, program studi (jika ada), kurikulum, alokasi waktu, dan jumlah dan bentuk soal, sedangkan matriks spesifikasi setidaknya mencakup kompetensi dasar (KD), materi, kelas dan semester, indikator, bentuk soal, dan nomor soal.

Dalam KTSP, SK dan KD telah disediakan sehingga kita hanya memilihnya bukan menyusunnya, sedangkan untuk materi dan indikator, penulis soal harus menyusunnya, misalnya dengan menjadikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan syllabus sebagai salah satau referensi. Ingat, indikator yang terdapat dalam sylabus atau RPP tidak selalu otomatis bisa menjadi indikator butir soal. Indikator yang dikembangkan dalam RPP dan sylabus adalah indikator ketercapaian tujuan pembelajaran sedangkan indicator dalam kisi-kisi penulisan butir soal merupakan indikator untuk penyusunan butir soal.

Sebagaimana sudah Anda ketahui, satu SK dapat memuat atau bisa dikembangkan menjadi beberapa KD (minimal satu KD), kemudian berdasarkan key word dalam KD, kita bisa menentukan materi. Sedangkan indikator butir soal disusun berdasarkan KD, satu KD bisa dikembangkan menjadi beberapa indikator (minimal satu indikator). Selain itu bentuk soal (penilaian) juga sangat ditentukan oleh KD dan indikator, sehingga KD tertentu hanya bisa diukur atau lebih tepat diukur dengan menggunakan bentuk soal tertentu.

BAB III

TEKNIK PENYUSUNAN SOAL

A. Pengertian

Pengukuran secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis (paper and pencil test). Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, siswa tidak selalu harus merespon dalam bentuk jawaban, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan sejenisnya. Tes tertulis merupakan teknik pengukuran yang banyak digunakan dalam menilai pencapaian kompetensi mata pelajaran sebagai hasil belajar.

Soal tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat dan uraian).

Dilihat dari bentuk soalnya, tes tertulis dapat dikelompokkan menjadi tes tertulis objektif seperti pilihan ganda dan isian, dan tes tertulis non-objketif seperti bentuk soal uraian non-objketif.

B. Bentuk Soal Pilihan Ganda

Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disedikan. Kontruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pilihan jawaban terdiri atas kunci dan pengecoh. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harus berfungsi, artinya siswa memungkinkan memilihnya jika tidak menguasai materinya.

Soal pilihan ganda dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi, mengukur berbagai tingkatan kognitif, serta dapat mencakup ruang lingkup materi yang luas dalam suatu tes. Bentuk ini sangat tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri. Hanya saja, untuk meyusun soal pilihan ganda yang bermutu perlu waktu lama dan biaya cukup besar, disamping itu, penulis soal akan kesulitan membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi, terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban, dan peserta mudah mencotek kunci jawaban. Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dilihat dari segi materi, konstruksi, maupun bahasa. Selain itu soal yang dibuat hendaknya menuntut penalaran yang tinggi. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan cara :

  • mengidentifikasi materi yang dapat mengukur perilaku pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, atau evaluasi. Perilaku ingatan juga diperlukan namun kedudukannya adalah sebagai langkah awal sebelum siswa dapat mengukur perilaku yang disebutkan di atas;

  • membiasakan menulis soal yang mengukur kemampuan berfikir kritis dan mengukur keterampilan pemecahan masalah; dan

  • menyajikan dasar pertanyaan (stimulus) pada setiap pertanyaan, misalnya dalam bentuk ilustrasi/bahan bacaan seperti kasus, contoh, tabel dan sebagainya.

Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda

Dalam menulis soal pilihan ganda harus memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut :

  1. Materi

  1. Soal harus sesuai dengan indikator.

  2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.

  3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.

  1. Konstruksi.

  1. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.

  2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.

  3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.

  4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.

  5. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.

  6. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, "Semua pilihan jawaban di atas salah", atau "Semua pilihan jawaban di atas benar".

  7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.

  8. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.

  9. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.

  1. Bahasa

  1. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

  2. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.

  3. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.

  4. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

  1. Teknik Penulisan

  1. Penulisan pilihan jawaban menggunakan huruf kapital.

  2. Jenis huruf yang digunakan arial tegak dengan ukuran 12

  3. Ukuran kertas A4 dengan berat minimal 70 gram

  4. Margin atas 3 cm, bawah 3 cm, kiri 2,5 cm dan kanan 2,5 cm

  5. Kunci jawaban harus disusun secara acak sehingga tidak mudah ditebak. Gunakan teknik merandom (Manual, menggunakan rumus : (jumlah soal : option) 3, Mesin kalkulator, atau Micrsoft Excel).

C . Uraian

Soal uraian adalah soal yang jawabannya menuntut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan‑gagasan atau hal‑hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut secara tertulis dengan kata-katanya sendiri. Berdasarkan penskorannya soal uraian diklasifikasikan atas uraian objektif dan uraian nonobjektif. Soal uraian objektif adalah soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan rumusan jawaban yang pasti sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Sedangkan soal uraian nonobjektif adalah soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan rumusan jawaban menurut pendapat masing‑masing siswa sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif.

Kaida-kaidah yang harus diperhatikan dalam penulisan soal uraian adalah sebagai berikut:

  1. Materi

  1. Soal harus sesuai dengan indikator.

  2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan (ruang lingkup) harus jelas.

  3. Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, atau tingkat kelas.

  1. Konstruksi

  1. Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata‑kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai, seperti: mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, hubungkan, tafsirkan, buktikan, hitunglah. Jangan menggunakan kata tanya yang tidak menuntut jawaban uraian, misalnya: siapa, di mana, kapan. Demikian juga kata‑kata tanya yang hanya menuntut jawaban ya atau tidak.

  2. Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.

  3. Buatlah pedoman penskoran segera setelah soalnya ditulis.

  4. Hal‑hal lain yang menyertai soal seperti tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya, harus disajikan dengan jelas dan berfungsi.

  1. Bahasa

  1. Rumusan soal menggunakan bahasa yang sederhana.

  2. Rumusan soal tidak mengandung kata-kata yang dapat menyinggung perasaan siswa.

  3. Rumusan soal tidak menggunakan kata-kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian.

  4. Butir soal menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  5. Rumusan soal harus komunikatif.

  6. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.

D. Bentuk Soal Unjuk Kerja (Penilaian kinerja)

Penilaian kinerja atau Performance Assessment adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Penilaian kinerja sering dikaitkan dengan suatu kriteria yang diinginkan dalam praktek kehidupan sehari-hari sehingga dikenal dengan nama Authentic Assessment.

Penilaian kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini tepat dilakukan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa menunjukkan kinerjanya. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. Penilaian kinerja siswa dapat dilakukan melalui kegiatan percobaan di laboratorium, di ruang tertutup, di kebun, dilapangan, atau di lingkungan sekitar.

Dalam penilianan kinerja perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:

  • Identifikasi langkah-langkah kinerja yang diharapkan sesuai dengan tuntutan kompetensi

  • Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.

  • Upayakan kemampuan yang dinilai tidak terlalu banyak agar dapat diamati.

  • Kemampuan yang dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang diamati.

Teknik Penilaian

Penilaian kemampuan kinerja dapat dilakukan dengan cara yang paling sederhana yaitu menggunakan

  • Daftar cek (Checklist). Pada penilaian ini siswa mendapat nilai apabila kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya bisa memilih dua pilihan absolut yaitu teramati atau tidak teramati, jika tidak dapat diamati maka siswa tidak memperoleh nilai (tidak ada nilai tengah).

  • Skala Rentang (Rating Scale). Pada penilaian ini memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pilihan kategori nilai lebih dari dua. Penilaian sebaiknya dilakukan lebih dari satu penilai untuk menghindari subjektivitas.

E. Kartu Soal

BAB IV

CONTOH-CONTOH SOAL

A. Soal Pilihan ganda

1.Soal harus sesuai dengan indikator

Kompetensi Dasar: Menggolongkan Senyawa hidrokarbon dan turunannya

Indikator:siswa dapat menentukan rumus struktur dari senyawa HK jika

diketahui nama senyawanya.

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Nama senyawa 4 etil 1 heksena mempunyai rumus molekul .

  1. C6H12

  2. B. C7H12

  3. C. C8H14

  4. D. C8H16

  5. E. C8H18

Kunci Jawaban: D

Penjelasan:

Dalam contoh di atas dapat dilihat bahwa kemampuan yang ingin diukur dalam indikator adalah menunjukkan rumus struktur dari senyawa Hidro Karbon, sedangkan soal menanyakan rumus molekul. Rumusan pokok soal ini tidak sesuai dengan indikator.

Contoh Soal yang Lebih Baik:

A. C C C C C C

l

C

B. C C C C C = C

l

C

C. C C C C = C C

l

C C

D. C C C C C = C

l

C C

E. C = C C C C C

l

C C

Nama senyawa 4 etil 1 heksena mempunyai rumus struktur .

Kunci: D

2.Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi

Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi koloid, suspensi dan larutan

Indikator: Siswa dapat membedakan sifat sifat koloid dengan benar

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Kotoran dari lemak / minyak pada pakaian dapat dibersihkan dengan bantuan sabun yang bertindak sebagai….

  1. katalisator

  2. inhibitor

  3. emulgator

  4. peptisator

  5. promotor

Kunci: c

Penjelasan:

Pilihan jawaban E pada contoh soal di atas tidak logis dari segi materi karena merupakan istilah di dalam olah raga

Contoh Soal yang Lebih Baik:

Kotoran dari lemak / minyak pada pakaian dapat dibersihkan dengan bantuan sabun yang bertindak sebagai ….

  1. katalisator

  2. inhibitor

  3. emulgator

  4. peptisator

  5. oksidator

Kunci: C

3.Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang paling benar.

Kompetensi Dasar: Menentukan laju reaksi dan orde reaksi

Indikator: Siswa dapat menghitung orde reaksi, laju reaksi dan tetapan reaksi

dari suatu reaksi.

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Pada reaksi A + B C diperoleh data

Percobaan

( A ) M

( B ) M

Laju Reaksi

( M/detik )

1

0,1

0,1

0,2

2

0,1

0,2

1,6

3

0,2

0,3

0,6

4

0,3

0,2

1,6

Pernyataan yang benar adalah ….

  1. zat A mempunyai orde reaksi 1

  2. zat B mempunyai orde reaksi 3

  3. Reaksi keseluruhan orde reaksinya 3

  4. harga tetapan reaksinya = 2000 M-2dt-1

  5. laju reaksinya = 2000 Mdt-1

Kunci: B dan C

Penjelasan:

Contoh soal di atas lebih dari satu pilihan jawaban yang benar, yaitu b dan c sehingga dapat membingungkan siswa. Sedangkan jawaban yang diminta hanya satu jawaban yang benar atau paling tepat.

Contoh Soal yang Lebih Baik:

Pada reaksi A + B C diperoleh data

Percobaan

( A ) M

( B ) M

Laju Reaksi

( M/detik )

1

0,1

0,1

0,2

2

0,1

0,2

1,6

3

0,2

0,3

0,6

4

0,3

0,2

1,6

Pernyataan yang benar adalah ….

  1. zat A mempunyai orde reaksi 1

  2. zat B mempunyai orde reaksi 3

  3. reaksi keseluruhan orde reaksinya 4

  4. harga tetapan reaksinya = 2000 M-2dt-1

  5. laju reaksinya = 2000 Mdt-1

Kunci: B

4.Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.

Kompetensi Dasar : Membedakan macam dan sifat koloid

Indikator : Siswa dapat membedakan jenis koloid dan contohnya dari sistim

koloid dengan benar.

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Pasangan koloid yang benar adalah …

No.

Jenis koloid

Contoh

1.

Aerosol

Asap

2.

Emulsi

Mentega

3.

Emulsi padat

Keju

4.

Sol padat

Cat

5.

Sol

Semen

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

E. 5

Kunci: c

Penjelasan:

Perumusan permasalahan dalam pokok soal tidak jelas, konsep apa yang ditanyakan.

Contoh Soal yang Lebih Baik:

Dari tabel data berikut pasangan jenis koloid dan contohnya yang benar adalah .

No.

Jenis koloid

Contoh

1.

Aerosol

Asap

2.

Emulsi

Mentega

3.

Emulsi padat

Keju

4.

Sol padat

Cat

5.

Sol

Semen

Kunci: c

5.Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.

Kompetensi Dasar: Menggolongkan senyawa hidrokarbon dan turunannya

Indikator Soal: Siswa dapat menentukan rumus umum senyawa

hidrokarbon alkana, alkena, alkuna

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Senyawa Hidrokarbon terdiri dari beberapa golongan dan turunannya, rumus umum dari gugus Alkil adalah.

  1. CnH2n+2

  2. CnH2n-2

  3. CnH2n+1

  4. CnH2n

  5. CnH2n-1

Kunci: C

Penjelasan:

Rumusan dan pokok soal dan pilihan jawaban di atas berlebihan, karena ada bagian yang tidak diperlukan. Hal ini akan menyita sebagian waktu yang disediakan.

Contoh Soal yang Lebih Baik:

Rumus umum dari senyawa gugus Alkil adalah.

  1. CnH2n+2

  2. CnH2n-2

  3. CnH2n+1

  4. CnH2n

  5. CnH2n-1

Kunci: C

6.Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar

Standar Kompetensi: Menanggulangi masalah lingkungan ditinjau secara kimia

Kompetensi Dasar: Mejelaskan air sadah dan cara penanggulangannya

Indikator Soal: Diberikan satu cara penanggulangan kesadahan. Siswa

dapat menentukan garam yang terkandung dalam air

sadah tersebut

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Air sadah dapat dihilangkan dengan cara dipanaskan. Garam yang terdapat pada kesadahan sementara adalah .

A. CaSO4

B. MgSO4

C. CaCl2

D. Ca(HCO3)2

E. MgCl2

Kunci: D

Penjelasan:

Contoh soal di atas kurang baik karena pada pokok soal terdapat petunjuk ke arah jawaban yang benar yaitu kata kesadahan sementara.

Contoh Soal yang Lebih Baik:

Air sadah dapat dihilangkan dengan cara dipanaskan. Garam yang terdapat air sadah tersebut adalah .

  1. CaSO4

  2. MgSO4

  3. CaCl2

  4. Ca(HCO3)2

  5. MgCl2

Kunci Jawaban: D

7.Pokok soal jangan menggunakan pernyataan yang bersifat negatif ganda.

Standar Kompetensi: Menjelaskan sistem klasifikasi dan kegunaan polimer

Kompetensi Dasar: Mengklasifikasi polimer

Indikator Soal: Siswa dapat menentukan contoh polimer berdasarkan

asalnya.

Contoh Soal yang Kurang Baik:

senyawa yang merupakaSenyawa dibawah ini adalah bukan polimer alam, kecuali .

A. Nylon 66

B. Teflon

C. Karet stirena butadiene

D. Protein

E. Dakron

Kunci Jawaban: D

Penjelasan:

Pokok soal di atas menggunakan pernyataan yang bersifat negatif ganda, yaitu bukan dan kecuali. Penggunaan kata negatif ganda tersebut dapat membingungkan siswa dalam memahami pokok permasalahan yang ditanyakan.

Contoh soal yang Lebih baik:

Contoh dibawah ini adalah polimer sintetik, kecuali .

A. Nylon 66

B. Teflon

C. Karet stirena butadiene

D. Protein

E. Dakron

Kunci: D

8.Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.

Standar Kompetensi: Memahami konsep kesetimbangan reaksi.

Kompetensi dasar: Menguasai reaksi kesetimbangan.

Indikator Soal: Diberikan contoh reaksi kesetimbangan

Siswa dapat menentukan faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan

Contoh soal yang Kurang Baik :

Dari reaksi persamaan kesetimbangan: m A + n B c C + d D, harga K sangat kecil berarti:

  1. C dan D yang terbentuk banyak sekali

  2. C dan D yang terbentuk sedikit sekali

  3. A dan B yang bereaksi banyak sekali

  4. A dan B tidak bereaksi

  5. A dan D sama jumlahnya

Kunci : B

Penjelasan:

Pada contoh soal di atas pilihan jawaban d paling panjang. Hal ini perlu dihindari karena ada kecenderungan peserta didik untuk memilih pilihan jawaban terpanjang sebagai kunci.

Contoh Soal yang Lebih Baik:

Dari reaksi dengan persamaan : m A + n B c C + d D, K sangat kecil berarti:

  1. C dan D banyak sekali

  2. C dan D sedikit sekali

  3. A dan B banyak sekali

  4. A dan B tidak bereaksi

  5. A dan D sama jumlahnya

Kunci: B

9.Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, "Semua pilihan jawaban di atas salah", atau "Semua pilihan jawaban di atas benar".

Standar Kompetensi : Mengidentifikasi struktur atom dan sifat-sifat periodik

pada tabel periodik unsur

Kompetensi dasar : Menginterpretasikan data dalam tabel sistem periodik

Indikator Soal : Disajikan data potongan tabel periodik unsur dari golongan

utama. Siswa dapat menentukan sifat periodik yang benar dari

tabel tersebut

Contoh soal yang kurang baik:

Perhatikan table dibawah ini:

Li

Na

Mg

Al

Ar

Ca

Br

Kr

Pernyataan yang benar kecendrungan sifat periodik unsur adalah ….

  1. Jari-jari atom Li > Na

  2. Jari-jari atom Al > Ar

  3. Energi ionisasi Ca < Br

  4. Keelektronegatifan Ca > Mg

  5. Semua pilihan di atas salah

Kunci: B

Penjelasan:

Contoh soal di atas kurang baik karena hanya terdapat tiga pilihan jawaban yang dipertimbangkan. Jika semua jawaban di atas benar merupakan kunci, maka kita tidak mendapatkan informasi apakah peserta didik telah mengetahui dan memahami dengan baik jawaban yang benar. Sebaliknya bila semua jawaban di atas salah merupakan kunci maka kita tidak mendapat informasi apa-apa dari jawaban siswa untuk pertanyaan tersebut.

Contoh soal yang lebih baik:

Perhatikan table dibawah ini:

Li

Na

Mg

Al

Ar

Ca

Br

Kr

Pernyataan yang benar kecendrungan sifat periodik unsur adalah ….

  1. Jari-jari atom Li > Na

  2. Jari-jari atom Al > Ar

  3. Energi ionisasi Ca < Br

  4. Keelektronegatifan Ca > Mg

  5. Semua pilihan di atas salah

Kunci Jawaban: B

10.Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologis waktunya.

Standar Kompetensi : Menentukan perubahan entalpi berdasarkan konsep

termokimia

Kompetensi dasar : Menentukan perubahan entalpi reaksi

Indikator Soal : Diberikan data energi ikatan. Siswa dapat menentukan

perubahan entalpi dari suatu reaksi

Contoh Soal yang Kurang Baik :

Perhatikan data energi berikut :

C H = 413 kJ/mol,

C = C = 614 kJ/mol

C C = 348 kJ/mol

H – H = 436 kJ/mol

Pada persamaan reaksi : C2H4(g) + H2(g) C2H6(g), H reaksinya adalah …

  1. 124 kJ

  2. + 124 kJ

  3. + 390 kJ

  4. 390 kJ

  5. 214 kJ

Kunci: C

Penjelasan:

Pilihan jawaban di atas tidak berurutan dari besar ke kecil atau sebaliknya. Hal ini akan menyita waktu lebih banyak bagi siswa untuk memahami dan memilih jawaban yang tepat, karena harus membaca angka pilihan jawaban yang meloncat-loncat tidak berurutan.

Contoh soal yang lebih baik:

Perhatikan data energi berikut:

C H = 413 kJ/mol,

C = C = 614 kJ/mol

C C = 348 kJ/mol

H – H = 436 kJ/mol

Persamaan reaksi: C2H4(g) + H2(g) C2H6(g), H reaksinya adalah …

  1. 124 kJ

  2. + 124 kJ

  3. 214 kJ

  4. 390 kJ

  5. + 390 kJ

Kunci: E

11.Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.

Standar Kompetensi: Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi

laju reaksi

Kompetensi dasar: Menentukan laju reaksi dan orde reaksi

Indikator: Siswa dapat Menentukan Orde reaksi yang ditunjukkan berdasarkan grafik laju reaksi terhadap konsentrasi

Contoh soal yang kurang baik:

Perhatikan Grafik laju reaksi berikut.

[A]

Orde reaksinya adalah ….

  1. 0

  2. 1

  3. 2

  4. 3

  5. 4

Kunci jawaban: A

Penjelasan

Grafik pada soal belum dilengkapi dengan keterangan informasi tentang laju reaksi ( V )

Contoh soal yang lebih baik

Perhatikan Grafik laju reaksi berikut.

V

[A]

Orde reaksinya adalah ….

  1. 0

  2. 1

  3. 2

  4. 3

  5. 4

Kunci jawaban: A

12.Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.

Standar Kompetensi: Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi

laju reaksi

Kompetensi dasar: Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju

reaksi

Indikator: Siswa dapat menentukan persamaan laju reaksi bila diketahui orde reaksinya.

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Berdasarkan soal diatas, persamaan laju reaksinya adalah ,,,,

        1. V = k

        2. V = k[A]

        3. V = k[A][B]

        4. V = k[A]2[B]

        5. V = k[A][B]2

Penjelasan

Butir soal bergantung pada jawaban soal sebelumnya

Soal yang lebih baik

Pada percobaan reaksi A + B C diperoleh data

[A]M

[B]M

V Mdt-1

0,1

0,1

0,2

0,05

0,2

0,2

2

32

128

Persamaan laju reaksinya adalah ….

A. V = k[A]

B. V = k[A][B]

C. V = k[A][B]2

D. V = k[A]2[B]2

E. V = k[A][B]2

Kunci Jawaban D.

13.Rumusan butir soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan perkembangan teori atom

Indikator: Siswa dapat menentukan penemu proton

Soal yang kurang baik

Proton adalah partikel subatom bermuatan positif . Dalam hal ini, proton ditemukan oleh .

  1. goldstein

  2. j.j thomson

  3. j.chadwick

  4. wiliam crookes

  5. w.c. rontgen

Kunci Jawaban B.

Penjelasan: Nama orang harus menggunakan huruf kapital

Soal yang lebih baik

Proton adalah partikel subatom bermuatan positif . Dalam hal ini, proton ditemukan oleh .

  1. Goldstein

  2. J.J Thomson

  3. J.Chadwick

  4. Wiliam crookes

  5. W.C. rontgen

Kunci Jawaban B

14.Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.

Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi dan mengklasifikasi berbagai larutan

Indikator: Siswa dapat mengidentifikasi larutan yang memberi daya hantar listrik terbesar

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Daya hantar listrik terbesar akan diberikan oleh larutan….

  1. air keras 0,5 M

  2. air aki 0,5 M

  3. air mineral 0,5 M

  4. asam cuka 0,5 M

  5. air suling

Kunci Jawaban : B

Penjelasan : Menggunakan bahasa setempat

Soal yang yang lebih baik

Daya hantar listrik terbesar akan diberikan oleh larutan….

  1. HCl 0,5 M

  2. H2SO4 0,5 M

  3. air mineral

  4. CH3COOH 0,5 M

  5. aquadest

Kunci Jawaban : B

15.Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata dan frase tersebut pada pokok soal.

Standar Kompetensi: Mengidentifikasi struktur atom dan sifat-sifat

periodik

Kompetensi Dasar: Menginterprestasikan data dalam table sistem

periodik

Indikator: Siswa dapat menentukan dasar penyusunan unsur-unsur

dalam system periodik menurut penemunya

Sistem periodic Mandeleev disusun berdasarkan .

  1. Kenaikan nomor atom

  2. Kenaikan massa atom

  3. Kenaikan jumlah elektron

  4. Kenaikan jumlah proton

  5. Kenaikan jumlah neutron

Kunci Jawaban: B

Soal yang lebih baik

Sistem periodik Mandeleev disusun berdasarkan kenaikan.

  1. nomor atom

  2. massa atom

  3. Jumlah electron

  4. Jumlah proton

  5. Jumlah neutron

Kunci Jawaban: B

B. Contoh-Contoh Bentuk Soal Uraian

1.Uraian Objektif:

Kompetensi Dasar : Menentukan laju reaksi dan orde reaksi

Indikator Soal : Diketahui tabel data pengurangan konsentrasi

zat,siswa dapat menentukan laju reaksi salah satu pereaksi atau produk dalam selang waktu tertentu.

Contoh Soal yang Kurang Baik:

Diketahui persamaan reaksi : 2 NO(g) + 2 H2( g ) N2( g ) + 2 H2O( g )

diperoleh data sbb :

Waktu

[ NO ] ( M )

0

0,05

15

0,04

30

0,03

45

0,02

Tentukan laju reaksi pengurangan gas NO

Penjelasan :

Soal tersebut sesuai dengan indikator tetapi tidak rinci karena tidak ditentukan rentang waktunya. Tuntutan indikator adalah mencari laju reaksi pengurangan gas NO dalam selang waktu tertentu

Contoh Soal yang Lebih Baik:

Diketahui persamaan reaksi : 2 NO(g) + 2 H2( g ) N2( g ) + 2 H2O( g )

diperoleh data sbb :

Waktu

[ NO ] ( M )

0

0,05

15

0,04

30

0,03

45

0,02

Hitung laju reaksi pengurangan gas NO selang waktu 15 sampai 30 detik.

PEDOMAN PENSKORAN

Uraian Objektif

NO

SOAL

KUNCI/KRITERIA JAWABAN

SKOR

konsentrasi pengurangan gas NO pada selang waktu 15 sampai 30 detik = 0,04 0,03 = 0,01 mol

Selisih waktu reaksi ( t ) = 30 15 = 15 detik

[ NO ]

Rumus Laju reaksi V = – ——

t

0,01

VNO = —- = 2/3 x 10 3 M/dt

15

2

1

1

2

2.Uraian Non Objektif:

Standar Kompetensi : Memahami konsep kesetimbangan reaksi

Kompetensi Dasar : Menguasai faktor-faktor yang mempengaruhi

pergeseran kesetimbangan

Indikator Soal :

Disajikan suatu persamaan reaksi kesetimbangan. Siswa dapat

menentukan lima perlakuan agar produk maksimal.

Contoh soal yang kurang baik:

Perhatikan reaksi : 2A­(g) + B(g) 2C(g) + 3D(g) , H = -20 KJ

Perlakuan apa sajakah yang harus dilakukan agar reaksi bergeser ke kanan?

Penjelasan:

Contoh soal di atas kurang baik karena Perlakuan tidak dibatasi.

Contoh soal yang lebih baik:

Indikator Soal

Disajikan suatu persamaan reaksi kesetimbangan. Siswa dapat

Menentukan beberapa tindakan agar hasil produksi maksimal

Perhatikan reaksi dibawah ini:

2A­(g) + B(g) 2C(g) + 3D(g) , H = -20 KJ

Tentukan lima perlakuan terhadap reaksi diatas agar reaksi bergeser ke

kanan?

Pedoman Penskoran


NO

KUNCI JAWABAN

SKOR

2

D

Diketahui :

2A­(g) + B(g) 2C(g) + 3D(g) ,H = -20 KJ

Ditanya :

  • Tentukan 5 perlakuan agar reaksi bergeser ke kanan

Jawab :

Lima perlakuan agar kesetimbangan bergeser ke kanan :

1. menurunkan suhu ………………………………………….

2. menambah konsentrasi A dan B …………………….

3, menhurangi konsentrasi C dan D ………………..

4. menambah volume ..

5. memperkecil tekanan ..

1

1

1

1

1

1

Skor Maksimum

6

C. Contoh Soal Unjuk Kerja (Praktik)

Standar Kompetensi :

Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi

Kisi-kisi Penilaian Kinerja

No.

Kompetensi Dasar

Kls

Materi

Indikator

1

Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi :

  • suhu

  • konsentrasi

  • luas permulkaan bidang sentuh

  • katalis

XII

Laju reaksi

  • Siswa dapat merancang suatu penelitian untuk menyelidikan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi

  • Siswa dapat menuliskan hipotesa

  • Siswa dapat menyusun variable bebas, variabel terikat dan variable tetap

  • Siswa dapat mempresentasikan hasil temuannya dengan cara yang benar.

Soal :

1. Selidikilah faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi

Contoh Pedoman Penskoran Praktik

No.

Aspek yang dinilai

Ya

Tidak

1.

Persiapan

  • Menentukan hipotesis dari percobaan

  • Menentukan variabel bebas, variabel terikat dan veriabel tetap

  • Menyiapkan alat dan bahan percobaan dengan benar

Pelaksanaan

  • Merangkai/ mengatur letak alat-alat serta bahan penelitian dengan benar

  • Menimbang zat padat yang akan direaksikan

  • Mengukur volume larutan yang akan direaksikan

  • Melaksanakan percobaan 1

  • Melaksanakan percobaan 2

  • Melaksanakan percobaan 3

  • Melaksanakan percobaan 4

  • Merapikan alat dan bahan percobaan

Hasil akhir

  • Membuat laporan percobaan dengan lengkap

  • Memperesentasikan data temuan dengan benar

1

12

2

2

1

1

2

2

2

2

1

3

3

Skor perolehan

Skor maksimum

34

Keterangan:

Semakin banyak siswa dinilai ya (melakukan apa yang ditugaskan) oleh pengamat (guru) berarti semakin tinggi skor yang diperoleh siswa, semakin banyak siswa dinilai tidak oleh pengamat (guru), semakin rendah skor siswa.

BAB V

PEDOMAN PENSKORAN

Sebelum melakukan pengujian terhadap hasil belajar peserta didik, terlebih dahulu telah disiapkan kunci jawaban soal dan pedoman penilaian

              1. Penskoran Soal Pilihan Ganda

Berdasarkan metoda penskoran, soal pilihan ganda untuk pilihan jawaban yang benar diberikan skor 1, sedangkan pilihan yang salah diberikan skor 0. Hasil perolehan skor dibagi skor maksimal menjadi nilai.

              1. Penskoran Soal Uraian

Bentuk soal uraian, diklasifikasikan menjadi 2 (dua), yaitu uraian obyektif dan uraian non obyektif. Bentuk uraian obyektif adalah satu soal atau pertanyaan yang menuntut sejumlah jawaban dengan pengertian atau konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara obyektif

Perhitungan Nilai Akhir

Setiap jenis ujian (tertulis/ praktik) dalam perhitungan nilai akhirnya hendaknya berdiri sendiri, jangan digabung karena setiap jenis ujian memiliki karakteristik sendiri-sendiri.

RUMUS :

SKOR YG DIPEROLEH

NILAI PG = ——————————— x 100

SKOR MAKSIMUM

SKOR YG DIPEROLEH

NILAI ESSAY = ——————————— x 100

SKOR MAKSIMUM

NA = 70 % PG + 30 % ESSAY

Berikut ini diberikan contoh perhitungan Nilai Akhir

Bentuk Soal

Jumlah Soal

BOBOT

Nomor Soal

Skor Maksimum

Skor Yang diperoleh

Perhitungan

Pilihan Ganda

40

70 %

1-40

40

30

30/40×100=75

Jumlah

40

30

Bentuk Soal

Jumlah Soal

BOBOT

Nomor Soal

Skor Maksimum

Skor Yang diperoleh

Perhitungan

Uraian

5

30 %

1

3

3

20/30×100=66,6

2

4

2

3

9

6

4

6

4

5

8

5

Jumlah

30

20

Nilai yang diperoleh untuk PG dan Uraian = (70%x75)+(30%x 66,6)

= 52,5 + 19,98

= 72,48

4

Incoming search terms:

  • pedoman penskoran kimia SMA
  • tabel spesifikasi kisi-kisi soal dan pernyataan sikap serta soal pada materi sistem periodik unsur
  • membuat kisi-kisi soal sistem pendidikan
  • kisi kisi tes prestasi materi konsep mol
  • kisi kisi soal tes massa atom relatif pada rpp
  • kimia menulis soal sendiri
  • contoh penulisan kisi kisi soal uraian fisika yang memiliki skor dan bobot soal
  • contoh pembuatan butir soal kimia per indikator
  • contoh cara membuat kisi kisi ujian kimia
  • cara membuat soal kimia yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>