Oops! Something Went Wrong. Mata Kuliah: Nutrisi

Mata Kuliah: Nutrisi Perbandingan Tanggal : 19 Juni 2014

Dosen: Dr.Ir.Rita Mutia, MAgr.

UJIAN TAKE HOME

OLEH:

NINING SUNINGSIH

D251130161

PROGRAM STUDI ILMU NUTRISI DAN PAKAN

SEKOLAH PASCA SARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2014

SOAL UJIAN NUTRISI PERBANDINGAN

Dosen Penguji : Dr.Ir.Rita Mutia, MAgr.

Tanggal : 14 Juni 2014

Ketentuan :

  1. Jawablah soal dengan jelas, jangan lupa beri nama dan no mahasiswa pada lembar jawaban.

  2. Ujian ini open book/open internet

  3. Jawaban diterima paling lambat tanggal 19 Juni 2014, jam 14.00 WIB ditaruh diloker ibu di departement INTP.

  4. Ujian mata kuliah ini anti plagiatrism, bila kedapatan kalimat/paragraf yang sama (copy paste) akan di finalty dengan nilai C untuk kedua belah pihak.

SOAL UJIAN :

  1. Sebutkan klasifikasi unggas berdasarkan pola makanannya.

  2. Jelaskan perpedaan prinsip antar jenis unggas carnivora dan herbivora ditinjau dari anatomi dan fungsi saluran pencernaanya.

  3. Bagaimana strategi nutrisi bagi masing-masing jenis unggas tsb agar dapat survive di alam.

  4. Sebutkan nutrient-nutrient yang mungkin defisien pada fase reproduksi dan bagaimana unggas tsb memenuhinya.

  5. Pada paper terlampir, apa yg menjadi point-point penting dari artikel tsb? Menurut anda adakah kekurangan/saran untuk penelitian berikutnya?

  6. Menurut anda, apa manfaat dari Mata Kuliah Nutrisi Perbandingan, dan saran anda untuk perbaikan materi kuliah/praktikum (ini soal bonus yg akan menambah point untuk jawaban no. 1 4)

Terima kasih, selamat mengerjakan!

JAWABAN

Jawaban No. 1

Klasifikasi unggas berdasarkan pola makannya adalah sebagai berikut :

  1. Unggas pemakan daging dan tanaman atau polyphage

Unggas jenis ini sering disebut juga sebagai unggas omnivora. Contoh jenis unggas pemakan segalanya adalah tinamous, burung puyuh, ayam pegar, burung bangau, dan burung gagak.

  1. Unggas pemakan khusus atau oligophage

  1. Unggas pemakan khusus daging atau zoophage. Contoh unggas zoophage adalah pinguin, grebe, petrel, auk, burung bangau, elang laut, tern. Zoophgae dapat digolongkan sesuai dengan jenis makanan yang dimakannya yaitu :

  1. Microfaunivore adalah unggas pemakan invertrabata, contohnya : plover, sandpiper, beberapa bebek.

  2. Insectivore adalah unggas pemakan insekta (serangga), contoh : burung elang malam, nightar, woodkpecker, swallows, wrens, trushes.

  3. Crustacivore adalah unggas pemakan krustasea, contoh : crab plover, some rail, some rails, penguin, dan auks.

  4. Molluscivore adalah unggas pemakan moluska, contoh : limpkins, snail kite, oystercatcher, kiei.

  5. Planktonivore adalah unggas pemakan zooplankton, contoh : flamingos.

  6. Macrofaunivore adalah unggas pemakan vertebrata

  7. Piscivore adalah unggas pemakan ikan, contoh: loon, pelican, stork, cormorant, merganser, osprey.

  8. Carnivore adalah unggas pemakan vertebrata darat: hawk, owls, eagles, falcon, vulture.

  1. Unggas pemakan khusus tanaman atau phytophage

  1. Pemakan serat dan bulk (pengenyang)

Browser

  • Herbivore adalah unggas pemakan dedaunan, tunas, rumput, contoh : ostrich, grouse, some ducks.

  • Graminover adalah unggas pemakan rumput, contoh: geese, swan.

  • Folivore adalah unggas pemakana daun daunan, contoh: hoatzhin.

  1. Selektor konsentrat

  • Granivore adalah unggas pemakan biji bijian dan biji yang keras, contoh: sparow, finches, waxbill, some duck, pegoen, dan parrot.

  • Frugivore adalah unggas pemakan buah buahan, contoh: toucan, manakin, bird of paradise, tanager, some pegoen, ddan bulbul.

  • Nectarivore adalah unggas pemakan madu, contoh: hummingbird, lorikeet, sunbird, honeyeater.

  • Fungivore adalah unggas pemakan fungi, contoh: pygme parrot.

  • Lichenivore adalah unggas pemakan tanaman lumut

  • Bryophytivore adalah uggas pemakan lumut

  • Exudativore adalah unggas pemakan eksudat, contoh: sapsucker.

Jawaban No. 2

Perbedaan unggas herbivore dan karnivore ditinjau dari segi anatomi saluran pencernaan

Unggas carnivora adalah jenis unggas yang khusus memakan daging. Selanjutnya unggas herbivora adalah jenis unggas yang khusus memakan tanaman. Perbedaan jenis unggas carnivora dan unggas herbivora ditinjau dari segi anatomi saluran pencernaannya adalah sebagai berikut. Sebagai mana kita ketahui bahwa secara umum unggas memiliki saluran pencernaan yang terdiri dari Paruh, Lidah, Pharink, Esophagus, Crop, Proventrikulus, Ventrikulus atau gizzard, Usus, Ceca, Rectum, Kloka, dan Vent. Selain itu juga terdapat organ aksesoris yaitu kelenjar saliva, sistem empedu, pankreas, peyers paches, dan bursa. Untuk lebih jelasnya anatomi saluran pencernaan pada unggas dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Saluran pencernaan pada unggas

Paruh

Pada unggas organ pencernaan yang pertama kali makanan masuk ke saluran pencernaan adalah paruh. Di dalam paruh atau di dalam ongga mulut terdapat lidah dan tidak memiliki gigi. Hal karena unggas memilki sistem pencernaan khusus untuk mengolah makanan tanpa megunyah. Pada lidah unggas terdapat taste bud yang kurang berkembang. Selain itu terdapat juga kelenjar saliva. Pada jenis carnivora khususnya insectivore rogga mulut berperan sebagai perangkap serangga. Pada unggas pemakan biji bijian atau granivore, proses pencernaan dimulai relatif dan berkembang baik. Beberapa jenis paruh pada berbagai jenis unggas dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Jenis paruh pada unggas carnivora dan herbivora

Jenis unggas

Nama Unggas

Jenis makanan

Bentuk paruh

Gambar

Carnivora

Itik

Ikan dan cacing

Paruh seperti sudu dan pangkal bergerigi berguna untuk menyaring makanan dari air dan lumpur.

Elang

Ular, ayam, dan kelinci

Paruh tajam, runcing, kuat , dan agak membengkok untuk mengoyak makanan yang berupa daging.

Pelatuk

Serangga

Paruh runcing agak panjang untuk memahat kayu pohon dan menangkap serangga di dalamnya.

Pelikan

Ikan

Paruh panjang dan berkantong besar pada bagian bawah untuk menyimpan ikan.

Herbivora

Pipit

Biji bijian

Paruh pendek, tebal dan runcing untuk memecah biji bijian seperti padi.

Kolibri

Madu

Paruh sedikit panjang dan runcing. Sangat berfungsi dalam mengambil madu di bunga tanpa merusak bunga tersebut.

Kerongkongan atau Eshopagus

Ukuran esophagus tegantung pada jenis makanan yang dimakan. Ukuran esophagus pada unggas insectivore relatif kecil sedangkan pada unggas herbivore lebih besar. Esophagus dapat menggelembung pada beberapa jenis spesies unggas terutama unggas laut yang memakan ikan. Penggelembungan esophagus tersebut diberi nama Crop (tembolok) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan sementara. Selain itu pada bagian ini juga diproduksi suara dan menghasilkan susu yang disebut dengan susu tembolok. Susu tembolok ini sering diproduksi oleh jenis unggas yaitu merpati.

Perut Unggas

Perut unggas dibagai menjadi 2 bagian yaitu proventrikulus dan ventrikulus atau gizarrd. Proventrikulus pada unggas piscivore dan pemakan protein lainnya sangat berkembang dengan baik. Di proventrikul di sekeresikan asam asam lambung seprti HCl pepsin yang akan mendegradisi proetin menjadi bentuk yang lebih sederhana.

Gizzard pada unggas dianalogikan seperti geraham pada mamalia yang tersusun atas otot lurik dan keratin. Pada beberapa unggas misalnya granivore, bagian gizzard ini biasanya berisi grit atau batu batu kecil yang akan berfungsi membantu pencernaan secara mekanik. Berikut ini adalah gambar proventrikulus dan gizzard pada unggas.

Gambar 2. Proventrikulus dan gizzard

Pada beberapa spesies unggas seperti burung hantu dan burung elang, pada bagian gizzardnya terjadi pembentukan pakan pelet yaitu mencerna sebagian dari pakan berupa bulu, tulang, dan kitin. Pakan pelet di gizzard ini berguna ketika ingin dilakukan analisis terhadap pakan. pakan pelet tersebut dapat terbentuk dalam waktu kurang dari 4 jam.

Usus

Usus merupakan organ dimana proses pencernaan banyak terjadi, selain itu juga terjadi penyerapan nutrien melalui dinding usus ke darah. Pada unggas karnivora, ukuran usus pendek dan cukup melingkar sedangkan pada unggas herbivora panjang dan sangat melingkar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Saluran pencernaan (a) granivore herbivora (Kalkun umur 12 minggu) dibandingkan dengan (b) carnivore (Red-tailed Hawk [Buteo jamaicensis]).

Caeca dan Caecum

Caeca merupakan 2 kantung buntu di ujung posterior usus sehingga sering disebut sebagai usus buntu. Usus buntu pada unggas herbivore lebih panjang dibandingkan pada unggas karnivore. Usus buntu pada herbivore tersebut berguna untuk pencernaan fermentatif tertama selulosa. Adapun caecum adalah usus buntu tunggal caecum ini sangat berkembang baik pada unggas yang terbang dan hidup di bawah tanah tetapi tidak berkemmabng dengan baik pada arboreal (hidup di atas pohon). Berikut ini dapat dilihat pada Gambar 4 perbedaan usus buntuk pada unggas karnivore dan herbivore.

Gambar 4. Usus buntu pada (B) Eurasian sparrowhawk (predator burung kecil) dan (I) Ostrich (herbivore)

Kloaka dan Vent

Kloaka merupaka muara dari 3 saluran yaitu saluran pencernaan, saluran ureter, dan saluran reproduksi. Vent merupakan saluran terakhir dari sistem pencernaan pada unggas dimana pada organ ini feses dan urin dikeluarkan.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan anatomi saluran pencernaan pada unggas herbivore dan karnivore adalah paruh pada unggas karnivora pada umumnya berbentuk runcing, kuat, dan panjang, sedangkan paruh pada ternak unggas herbivora pada umumnya berbentuk tebal, runcing dan pendek. Selanjutnya bentuk eshopagus pada unggas karnivora lebih kecil sedangkan pada unggas herbivore, bagian eshopagus mengalami penggelembungan yang disebut sebagai crop. Proventrikulus, pada unggas karnivora lebih berkembang dengan baik daripada pada unggas herbivora. Pada unggas karnivora usus pendek dan cukup melingkar, sedangkan pada herbivora ususnya panjang dan sangat melingkar. Terakhir, usus buntu pada unggas herbivora lebih panjang sendangkan pada unggas karnivora lebih pendek.

Perbedaan unggas herbivore dan karnivore ditinjau dari segi fungsi saluran pencernaan

Selanjutnya perbedaan antara unggas herbivore dan karnivore ditinjau dari segi fungsi saluran pencernaan adalah bahwa pada unggas herbivora, makanan yang dikonsumsi dapat berupa biji bijian, daun daunan, rumput, madu, dan sebagainya. Mula mula makanan tersebut akan masuk melalui rongga mulut. Pada unggas pemakan madu, cairan madu dihisap dengan menggunakan paruh yang agak panjang. Pada unggas yang mengkonsumsi makanan berupa biji bijian bentuk paruh runcing yang berfungsi untuk memecah biji bijian sehingga ukuran partikel menjadi lebih kecil. Selanjutnya makanan tersebut masuk ke eshophagus, di esophagus terjadi penyimpanan makanan sementara pada crop. Crop berfungsi mengatur keluar masuknya makanan, menyimpan sementara 70% cadangan makanan di malam hari, memberi suasana lembab makanan sehingga mudah dicerna. Pada unggas pemakan daun daunan contohnya hoatzin, crop berkembang dengan baik karena terjadi fermentasi. Crop sangat penting untuk pembesaran anak karena crop dapat menghasilkan crop milk yang kaya akan fat dan protein. Makanan selanjutnya masuk ke proventrikulus. Pada unggas herbivore, selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan sementara, di proventrikulus juga tempat penyimpanan air. Contohnya ostrich dapat mencari rumput jauh dari perairan, hal ini karena ostrich mampu menyimpan cadangan air di proventrikulusnya. Pada proventrikulus ini disekresikan HCl dan pepsin yang aksinya terjadi di gizzard. Pada unggas herbivore gizzard sangat berotot, tebal dan besar. Yang dicerna terlebih dahulu adalah protein. Gizzard dapat berubah ukuran tergantung dengan musim. Pada musim semi gizzard akan membesar sedangkan pada musim panas ukuran gizzard mengcil hingga 50%.

Secara umum proses pencernaan pada unggas karnivora sama dengan pencernaan pada unggas herbivora. Namun ada beberapa perbedaan yaitu pada unggas karnivora proses pengambilan makanan dilakukan oleh paruh yang panjang dan runcing. Ketika memasuki eshophagus, makanan langsung dibungkus oleh mukus kemudian sesampainya di proventrikulus makanan akan merangsang prodyksi HCl dan pepsin lebih banyak dibandingkan pada unggas herbivore. Selanjutnya makanan masuk ke gizzard, pada unggas karnivore gizarrd berbentuk lebih halus dibandingkan unggas herbivore, disini pencernaan secara enzimatis dominan terjadi hingga makanan siap diserap di usus halus. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada unggas herbivore pencernaan fermentatif lebih banyak terjadi sedangkan pada unggas karnivore lebih banyak terjadi pencernaan enzimatis untuk memecah protein makanan.

Jawaban No. 3

Insectivore

Insektivora merupakan autoenzimatis yang mencerna komponen non kitin dari makanan mereka selama perjalanan melalui saluran pencernaan adalah relativelly sederhana. Tingkat moderat dari bagian serangga sebanding dengan makanan padat nutrisi lain, seperti benih, dan jauh lebih lambat dibandingkan nutrisi makanan yang berair, seperti buah-buahan. Efisiensi pencernaan komponen nonchitin serangga sangat tinggi dan mungkin mendekati 100% dalam beberapa situasi. Misalnya, larva lalat, tidak termasuk exoskeleton mereka, memiliki koefisien energi metabolis yang jelas nyata (MEC) dari 90% di Redshanks, dan koreksi untuk asam urat terekskresi memberikan kecernaan yang jelas mendekati 100%. Isi kitin serangga adalah karakteristik utama yang mempengaruhi kecernaan mereka. Ini adalah karena kitin relatif dicerna dan fisik blok akses enzim pencernaan untuk lipid dan protein. MEC serangga utuh, termasuk exoskeletons mereka, biasanya di kisaran 50-80% dan rata-rata aobut 75% (Speakman, 1987; Bryant dan Bryant, 1988; Castro et al, 1989; Karasov, 1990).

Proporsi kitin di arthopoda sangat bervariasi, berkisar antara 18 sampai 60%, dan dibahas dalam berbagai cara (Kaspari, 1991; kaspari, 1991; kaspari dan Joern, 1993).

Jawaban No. 4

Nutrien yang mungkin defisien pada unggas adalah sebagai beirkut :

  1. Unggas Faunivore

Insectivore, defisiensi kalsium.

Carnivore, defisiensi kalsium, vitamin E, dan tiamin.

Piscivore, defisiensi kalsium, vitamin E, dan tiamin.

  1. Unggas Florivore

Herbivore, defisiensi energi.

Nectarivore, defisiensi tiamin dan metionin.

Frugivore, defisiensi tiamin dan metionin.

Granivore, defisiensi vitamin A, E, Tiamin, niacin, biotin, metionin, lisin, dan zinc.

  1. Omnivore , defisiensi vitamin A, E, dan metionin.

Daftar di atas didasarkan pada gejala defisiensi yang dilaporkan dalam literatur untuk burung yang hidup bebas kemudian ditangkap. Jumlah spesies bervariasi ketika krisis vitamin tidak diketahui, tapi mungkin besar. Untuk semua strategi nutrien, burung tangkapan dibesarkan tanpa tingkat normal sinar matahari yang akan rentan terhadap kekurangan vitamin D.

Makromineral lebih banyak terbatas di dalam makanan. Pertumbuhan, tidak seperti produksi telur, tidak bisa diberhentikan sebelum selesai tanpa potensi untuk kerusakan yang permanen. Kekerdilan adalah hasil dari defisiensi nutrien. Ketika kurva pertumbuhan sedikit tertunda maka bisa merubah pengaruh terhadap sekelompok unggas.

Keseimbangan nutrien bisa terjadi ketika level tinggi satu nutrien meningkatkan kebutuhan jenis nutrien lain. Biasanya, ketidakseimbangan itu disebabkan oleh kelebihan nutrien yang akan menggangu metabolisme struktural lain atau fungsional yang mirip dengan nutrien, oleh penurunan penyerapan atau peningkatan katabolisme atau ekskresi. Ketidakseimbangan ransum mungkin terlihat pada semua level nutrien yaitu di atas kebutuhan unggas, tetapi secara nutritional tidak cukup, oleh karena itu terjadi interaksi spesifik nutrien. Ketidakseimbangan asam amino dan mineral sangat rentan terjadi. Keracunan nutrien terjadi jika nutrien tidak seimbang yaitu sangat rentan terhadap penambahan nutrien lain merupakan permasalahan yang tidak benar. Level racun merangsang patologi spesifik, yang umumnya digunakan untuk diagnosis.

Untuk mengatasi defisiensi nutrien tersebut diatas, di alam unggas unggas tersebut dapat mencegahnya dengan melakukan migrasi ke tempat dimana sumber makanan yang sesuai kebutuhannya tersedia lebih banyak.

Jawaban No. 6

Manfaat yang diperoleh dari kuliah nutrisi perbandingan adalah dapat mengetahui berbagai jenis saluran pencernaan pada hewan berdasarkan penggolongkan hewan tersebut pada kelompok hewan ruminansia, non rumianansia, unggas, dan poultry ruminan. Selain itu dengan mengetahui jenis sistem pencernaan hewan maka dapat digunakan sebagai referensi dalam menentukan sistem pemberian pakan dan jenis pakan yang diberikan pada hewan tersebut sehingga tujuan pemeliharaan dapat tercapai. Dapat mengatahui jenis makanan pada unggas, rumian, dan hewan lainnya sehingga memngkinkan untuk melakukan modifikasi terhadap makanan hewan hewana tersebut yang juga sesuai dengan kebutuhan mereka.

Saran yang dapat disampaikan adalah bahwa mata kuliah ini akan lebih baik jika dilakukan praktikum tentang referensi pakan pada ternak, dan melakukan pengamatan langsung terhadap anatomi berbagai jenis hewan.

3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>