Kisi Soal Ujian Dgn Keterangan

diagnosa : ptosis aponeurotic OS

Terapi :sesusai dengan penyebabnya.

Pembedahan :

  • eksternal (transcutaneous) levator advancement :

reseksi M. levator jika fungsi levator normal dan lipatan palp sup tinggi.

  • Internal (tranconjuntiva) levator/tarsus/mullers muscle resection approach

pada ptosis ringan

  • Fontralis muscle suspension jika fungsi levator sangat jelek

diagnosa :entropion OD : berputar margo palp kedalam sehingga bulumata bersentuhan dgn bola mata

Tanda :

Terapi :tergantungpenyebab

entropionsikatrik: tarsotomi

Diagnose :dakriosistitis akut

Tanda :gejala radang, bengkak,hiperemis, dan nyeri didaerah sakus lakrimalis

Terapi :kompres hangat,

antibiotic (ampisilin)

analgetik

Tindakanop :dakriosistorinostomi (DCR)

Diagnose :proptosis

Diagnose : uveitis anterior

Tanda :sinekia anterior (iris bombe)

Terapi : -non spesifik: Kacamata hitam (utk fotofobia), kompres hangat ( u nyeri)

-Midriatikum/siklopegik: agar otot iris dan badan siliar rileks

  • Sulfas atropine 1% 3 x 1 tts

-anti inflamasi :kortikosteroid

Diagnosa : leukokoria, periksa dgn reflek merah mata

Tanda :

Terapi :

Diagnosa :

  1. Hemangioma capillary pada fornik

  2. Hemangioma capillary pada kulit dan preseptal

  3. Hemangioma capillary berat

Diagnosa :

  1. Glaukoma phacolitik (glaukoma sekuder)

Tanda :

  • Katarakhipermatur

  • Makrofag yang melayang

  • Lensa yang berprotein

  1. Glaucoma stadium akhir yang diabaikan (glaucoma absolut)

Tanda :

  • Vaskularisasikornea

  • hipopion

Diagnose : glaucoma sudut tertutup

Tanda :

  • pupil mid dilatasi

  • sinekia posterior

  • post iridotomi

Terapi :

  1. inhibitor carbonic anhydrase

  • acetazolamide 125 – 250 mg per oral 3×1

  • dorzolamide tetesmata

  1. Antagonis beta adrenergic

  • Beta bloker (timololmaleat o,25 %dan 0,5 %)

  1. Agonis adrenergic

  • Dipivefrin 0,5 % dan 2 %

Pembedahan :

  • peripheral iridotomy

Diagnose :hifema karena trauma

  1. Perdarahan dari badan siliar karena dibadan siliarter terdapat banyak pembuluhdarah

  2. Hifema minimal

  3. Hifema total sekunder

  4. Perwarnaan kornea akibat darah

Terapi :

  1. Istirahat total, hindarimobilisasi

  • Harike 5 : kompres hangat diatas bola mata

  • Harike 10 : kompres dingin

  1. Head up 60 derajat

  2. Obat anti perdarahan : transamin

  3. TIO tinggi di berikan diamox, gliserin

  4. Jika 24 jam masih tinggi :parasintesa, jika tek. Normal tapi hifema>>>dilakukan parasintesa

  5. Observasi IOP dan kondisi hifema

  • Bila meningkat : parasintesa

  • TIO > 50 mmHg : menyebabkan atrofi papil

Pxfundus :papil merah muda (normal), kalo pada TIO meningkat papil putih seperti kertas

Awasi : tek. Intra okuler perdarahan sekunder.Sudut iridocornealis yang bertugas mengalirkan HA kalau tertutup hifema, HA tidak dapat mengalir TIO meningkat harus dikeluarkan : diparasintesis karena hifema yang penuh dengan TIO yang meningkat, darah akan terurai menjadi hemosiderin menginhibisi kornea menyebabkan warna kekuningan irreversible

Diagnose : strabismus

Diagnose :ulkus kornea karena bakteri OD

Tanda :

  • infiltrate, bergaung pada kornea

  • Hipopion

  • Injeksisiliar

Terapi :

  • AB local (tetesmata)

  • AB topical, salepmata

  • AB sistemik

Terapi non sistemik

  • Siklopegik

  • Analgetiksistemik

  • Anti inflamasi

  • Vitamin : untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan epitelisasi

Pembedahan :keratoplasti

Uji fluoresein

Tujuan : untuk mengetahui terdapatnya kerusakan pada lapisan kornea

tehnik

-teteskan pantokain 1 %

- kertas fluoresein di tempelkan pada fornik inf selama 20 detik kemudian di cabut mata di kedip-kedipkan

- lalu di irigasi dengan Nacl

Nilai: bila terdapat warna hijau pada kornea berarti terdapat defek pada epitel kornea. Defek dapat berupa erosi, infiltrate, atau ulkus

Fistel test (untuk melihat kebocoran)

Cara sama seperti diatas namun tidak di bilas dengan Nacl

Nilai: kalau ada kebocoran begitu ditekan di foniks akan terlihat cairan yang merembes keluar.

Diagnose : keratitis jamur

Tanda :sel satelit pada kornea, injeksi siliar,penumpukan epitel, infiltrate, tampilan kornea kusam keabu-abuan

Terapi :

  • Pengobatan Topical : natamycin 5% drop per jam

  • Amfoterisin B (0,15%-0,30) drop per jam

Pembedahan :

  • Debridement

  • Flap konjungtiva, partial atau total

  • Keratoplasti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>