Soal Kimia Xi 3

SOAL KIMIA

KELAS : XI IPA

PETUNJUK UMUM

  1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan

  2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja

  3. Kerjakanlah soal anda pada lembar jawaban

  4. Gunakan waktu dengan efektif dan efisien

  5. Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada Pengawas

  1. Persamaan reaksi berikut yang menunjukkan definisi perubahan entalpi pembentukan karbon monoksida adalah .

    1. C(s) + O(s) CO(g)

    2. C(s) + O(s) CO(g)

    3. C(s) + CO2(s) 2CO(g)

    4. C(s) + O2(s) CO(g)

    5. C(s) + CO2(s) 2CO(g)

  1. Pada proses endoterm .

    1. kalor berpindah dari sistem ke lingkungan dan H<0

    2. kalor berpindah dari sistem ke ingkungan dan H>0

    3. kalor berpindah dari lingkungan ke sistem dan H<0

    4. kalor berpindah dari lingkungan ke sistem dan H>0

    5. tidak terjadi perpindahan kalor dan H=0

  1. Diketahui :

2C(grafit) + O2(g) 2CO(g)­ H = – a kj/mol

C(grafit) + O2 CO2(g)­ H = – b kj/mol

maka H untuk reaksi CO(g) + O2(g) CO2(g)

adalah .

    1. (-a b) kj/mol

    2. (a b) kj/mol

    3. (a + b) kj/mol

    4. (a – b) kj/mol

    5. (a + 2b) kj/mol

  1. Dari diagram berikut :

maka harga Hf SnCl2(s) adalah .

    1. 349,8 kJ/mol

    2. +349,8 kJ/mol

    3. +195,4 kJ/mol

    4. -174,9 kJ/mol

    5. +174,9 kJ/mol

  1. Diketahui

N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H= – 107 kJ/mol

jika energi ikatan :

N N : 941 kJ/mol

H H : 436 kJ/mol

maka energi ikatan rata-rata N-H dalam NH3 adalah .

    1. 393 kJ/mol

    2. 642 kJ/mol

    3. 782 kJ/mol

    4. 2249 kJ/mol

    5. 2346 kJ/mol

  1. Pada reaksi P + Q R + S

laju reaksinya dapat dinyatakan sebagai .

    1. penambahan konsentrasi P tiap satuan waktu

    2. penambahan konsentrasi Q tiap satuan waktu

    3. pengurangan konsentrasi P dan Q tiap satuan waktu

    4. pengurangan konsentrasi R tiap satuan waktu

    5. pengurangan konsentrasi S tiap satuan waktu

  1. Pada saat tercapai kesetimbangan dalam reaksi kimia, pernyataan berikut yang benar adalah .

    1. reaksi telah terhenti

    2. mol pereaksi yang berubah sama dengan mol zat yang terbentuk

    3. konsentrasi zat-zat campuran reaksi tidak berubah

    4. laju reaksi ke kanan lebih cepat daripada laju reaksi balik

    5. mol zat pereaksi sama dengan mol hasil reaksi

  1. Data percobaan untuk reaksi: 2A + B2 2AB tersebut adalah sebagai berikut :

No

[A]

mol/lt

[B]

mol/lt

Laju

(mol/lt dt)

1

2

3

0,5

1,0

1,0

0,5

0,5

1,0

1,5 x 10-2

3,0 x 10-2

3,0 x 10-2

Persamaan laju reaksinya adalah .

    1. v = k (A)2 (B2)

    2. v = k (A) (B2)

    3. v = k (B2)

    4. v = k (A)0,5 (B2)

    5. v = k (A)

  1. Reaksi: NO(g) + Cl2(g) NOCl memiliki data :

No

[NO]

mol/lt

[Cl2(g)]

mol/lt

Laju

(mol/lt dt)

1

2

3

0,5

0,5

0,15

0,5

0,15

0,05

1 x 10-3

3 x 10-3

9 x 10-3

maka orde reaksinya adalah .

    1. 0

    2. 1

    3. 2

    4. 3

    5. 4

  1. Setiap kenaikan suhu 100C laju reaksi menjadi 2 kali lebih cepat dari semula. Jika pada suhu 200 C reaksi berlangsung selama 12 menit, maka laju reaksi pada suhu 500C adalah .

    1. 1,0 menit

    2. 1,5 menit

    3. 2,0 menit

    4. 3,0 menit

    5. 4,0 menit

  1. Dalam suatu bejana 1 liter 4 mol gas NO2 membentuk kesetimbangan sebagai berikut :

2NO2(g) 2NO2(g) + O2(g)

dalam keadaan setimbang pada suhu tetap, masih terdapat NO2 sebanyak 1 mol, maka harga kc adalah .

    1. 2,7

    2. 4,1

    3. 6,75

    4. 9,0

    5. 13,5

  1. Diketahui beberapa reaksi kesetimbangan sebagai berikut :

1) 2H2(g) + O2(g) 2H2O(g)

2) 2N2O4(g) 2NO2(g)

3) 3NO(g) N2(g) + O2(g)

4) 2HI(g) H2(g) + I2(g)

5) N2(g) +3H2(g) 2NH3(g)

Reaksi kesetimbangan yang mempunyai harga tetapan kesetimbangan Kc = Kp adalah .

    1. 1 dan 2

    2. 1 dan 3

    3. 2 dan 3

    4. 3 dan 4

    5. 4 dan 5

  1. Pada suhu 250C dan tekanan total 0,30 atm, tekanan parsial N2O4 adalah 0,15 atm, maka pada sistem kesetimbangan

2NO2(g) N2O4(g)

Harga Kp adalah .

    1. 1 atm-1

    2. 1 atm-1

    3. 3,0 atm-1

    4. 6 atm-1

    5. 6 atm-1

  1. Diketahui reaksi:

H2S + H2O H3O+ + HS

HS + H2O H3O+ + S2

Spesi yang bersifat amfiprotik adalah … .

  1. H2S

  2. H2O

  3. H3O+

  4. HS

  5. S2

  1. Dari reaksi:

H2CO3 + H2O H3O+ + HCO3

Yang merupakan pasangan asam basa konyugasi adalah … .

  1. H2CO3 dan H2O

  2. H2CO3 dan H3O+

  3. H2CO3 dan HCO3

  4. H2O dan HCO3

  5. H3O+ dan HCO3

  1. Sistem kesetimbangan berikut tidak dipengaruhi oleh perubahan tekanan maupun volum.

    1. SO2(g) + 2O2(g) 2SO3

    2. 2HI(g) H2(g) + I2(g)

    3. CaCO3(s) CaO(g) +CO2(g)

    4. 2Cl2(g) + 2H2O(g) 4HCl(g) + O2(g)

    5. 2NO2(g) 2NO(g) + O2(g)

  1. Campuran larutan HCl 0,1 M dengan larutan NH4OH 0,2 M [Kb = 1 x 105] mempunyai pH = 9, maka perbandingan volum HCl dengan volum NH4OH adalah … .

    1. 1 : 1

    2. 1 : 2

    3. 2 : 1

    4. 2 : 3

    5. 3 : 2

  1. Untuk membuat larutan penyangga dengan pH = 5, maka ke dalam 50 ml larutan asam asetat 0,2 M (Ka = 1 x 105) harus ditambahkan larutan NaOH 0,5 M sebanyak … .

    1. 5 ml

    2. 10 ml

    3. 15 ml

    4. 20 ml

    5. 25 ml

  1. Jika tetapan asam CH3COOH = 105, maka pH larutan CH3COONa 0,1 M adalah … .

  1. 5

  2. 6

  3. 8

  4. 9

  5. 10

  1. Untuk menetralkan 25 ml larutan H2SO4 0,1 M diperlukan 20 ml larutan NaOH, maka konsentrasi larutan NaOH adalah … .

  1. 0,10 M

  2. 0,15 M

  3. 0,20 M

  4. 0,25 M

  5. 0,50 M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>