Soal Kimia Dentine 2014 Final

3. Senyawa kompleks koordinasi platina mempunyai beberapa aplikasi/ penggunaan yang penting. Untuk mengetahui komposisi senyawa kompleks tersebut, dilakukan beberapa percobaan:

        1. Senyawa kompleks platina A dan B masing masing dilarutkan dalam air. Setelah larut, diukur daya hantar listriknya, dan ternyata kedua larutan senyawa kompleks tersebut tidak menghantar listrik.

        2. Pada pemanasan dengan adanya aliran gas hydrogen, kedua senyawa, A dan B tersebut, membebaskan logam platina murni dan gas gas yang larut dalam air. Bila larutan gas gas tersebut ditambahkan NaOH, akan timbul gas berbau tajam khas yang dapat mengubah warna lakmus merah menjadi biru. Bila larutan gas gas tersebut ditambahkan larutan AgNO3, ternyata dihasilkan suatu endapan putih yang berubah menjadi abu-abu bila terkena sinar.

Dengan perlakuan pemanasan seperti diatas, sebanyak 0,4500 g kompleks A menghasilkan 0,2926 g platina murni dan 0,4305 g endapan putih. Sedangkan untuk kompleks B, sebanyak 0,600 g menghasilkan 0,39 g platina dan 0,5740 g endapan putih.

Tentukan formula molekul senyawa kompleks A dan B !

Senyawa A:

Senyawa B:

Kedua kompleks, A dan B mempunyai formula yang sama: Pt(NH3)2Cl2

  1. Senyawa Benzocaine adalah suatu senyawa yang bersifat memberikan effek analgesik lokal, dan mempunyai rumus bangun sebagai berikut:

Senyawa Benzocaine dapat dibuat dengan jalan sebagai berikut:

Tentukan A, B, C dan D, serta berikan nama reaksi yang terjadi!

A = H NO3/H2SO4(nitrasi)

B = KMnO4/H2SO4 (oksidasi)

C = C2H5OH/H2SO4 (esterifikasi)

D = Sn/HCl (reduksi)

  1. Mengenai senyawa organik berikut ini, gambarkan bentuk-bentuk stereoisomer dan nyatakan bentuk-bentuk diastereoisomer, semuanya digambarkan dalam bentuk proyeksi Fischer:

a. 2-bromo-3-heptanol

b. 4-metil-3-oktanol

  1. Reaksi penguraian gas NO2 menjadi gas NO dan O2 diamati dengan cara mengukur tekanan total (pt) pada berbagai waktu. Pada saat awal reaksi hanya ada gas NO2. Data pengamatan yang diperoleh disusun dalam Tabel berikut:

t (menit)

0

12

36

84

tekanan total (atm)

2,000

2,500

2,750

2,875

Bila tekanan gas NO pada saat t dianggap sebagai q atm, maka turunkan persaman yang menyatakan hubungan p total (pt ) terhadap q.

    1. Pada saat tNO2 NO + 0,5O2

poq q0,5q

Makapt = poq + q + 0,5q = po + 0,5q

pt = po + 0,5q

  1. Pengukuran laju reaksi biasanya ditentukan dengan menggunakan metode laju awal, yaitu laju reaksi berdasarkan konsentrasi awal zat zat yang bereaksi.

Untuk reaksi: BrO3-+ 5Br-+ 6H+ 3Br2 + 3H2O didapat data sbb:

Percobaan ke

[BrO3-]awal

[Br-]awal

[H+]awal

laju relatif

1

0,1 M

0,1 M

0,1 M

1

2

0,2 M

0,1 M

0,1 M

2

3

0,2 M

0,2 M

0,1 M

4

4

0,1 M

0,1 M

0,2 M

4

    1. Tentukan orde reaksi pada [BrO3-], [Br-], [H+] dan orde reaksi total.

    2. Tentukanlah persamaan laju reaksinya

    3. Tentukan laju relatif reaksi pada kondisi konsentrasi [BrO3-], [Br-], [H+] berturut-turut 0,3; 0,2; dan 0,1 M.

  1. Orde reaksi pada [BrO3-], [Br-], [H+] dan orde reaksi total:

orde reaksi pada [BrO3-] = 1, [Br-] = 1, [H+] = 2; orde total = 4

  1. Persamaan laju: V = k[BrO3-][Br-][H+]2.

  1. bila [BrO3-], [Br-], [H+] berturut-turut 0,3; 0,2; dan 0,1 M, maka laju relatifnya = (3)1(2)1(1)2 = 6.

  1. Dua reaksi setengah sel yaitu : Ni(s)/Ni2+(aq) dan Cd(s)/Cd2+ (aq) disusun dan membentuk sel Galvani

Diketahui masing masing Potensial standard reduksi:

Ni2+(aq) +2e Ni(s) E = -0.23 V

Cd2+(aq) + 2e Cd(s) E = -0.40 V

Bila sebanyak 0,050 C s-1 diambil/ digunakan dari baterei, berapa lama baterei tersebut dapat

digunakan bila masing masing dimulai dengan 1,0 Liter larutan dan masing masing

konsentrasinya 1,0 M ion terlarut? Berat masing masing elektroda pada awalnya 50,0 g. (1 F =

96450 C) (volume larutan dianggap tidak berubah)

Reagen pembatas: jumlah Cd(s), karena 50,0g/112,411 g/mol = 0,445 mol.

t = waktu pengunaan, maka:

  1. Suatu larutan mengandung NaCl, MgCl2, dan AlCl3. Dalam larutan tersebut, molaritas ion klorida (Cl-) adalah 1,00 M, sedangkan molaritas ion Na+ dan Mg2+ masing masing adalah 0,200 M dan 0,300 M.

    1. Tentukanlah berapa molaritas ion Al3+ dalam larutan.

Dalam larutan: total muatan kation =total muatan anion

Diperoleh:

Mol ion Cl- = 1 mol (Na+ ) + 2 mol (Mg2+) + 3 mol (Al3+)

Sehingga: 1,00 mol = 1(0,200 mol) + 2(0,300 mol) + 3 (mol Al3+)

Volume 1, 00 L

Molaritas Al3+ = 0,067 mol/L = 0,067 M

b. Dengan melarutnya tiga garam klorida, setelah diukur ternyata pH nya bersifat asam. Jelaskan apa yang menyebabkan larutan bersifat asam?

Didalam larutan:

Ion Al3+ cenderung terhidrolisis sehingga larutan bersifat asam

Al3+ + H2O Al(OH)2+ + H+

atau:

Al3+ + 3 H2O Al(OH)3 + 3 H+

atau

[Al(H2O)6]3+ + 3 H2O [Al(H2O)5OH]+ + 3 H+

  1. Use the standard reduction potentials to determine what is observed at the cathode during the electrolysis of a 1.0 M solution of KBr that contains phenolphthalein. What observation(s) is(are) made?

O2(g) + 4 H+ (aq) + 4 e 2 H2O(l) E = 1.23 V

Br2(l) + 2e 2 Br(aq) E = 1.07 V

2 H2O(l) + 2 e H2(g) + 2 OH E = 0.80 V

K+ (aq) + e K(s) E = 2.92 V

(A) Solid metal forms.

(B) Bubbles form and a pink color appears.

(C) Dark red Br2(aq) forms

(D) Bubbles form and the solution remains colorless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>