Soal Kimia Bvbvc Nama : Anggi Mulyani

NAMA : ANGGI MULYANI

KELAS: X.MIA 1

MATA PELAJARAN : KIMIA

GURU PEMBIMBING: MIRDA SILVIA Spd,MM

TAHUN PELAJARAN

2014/2015

SOAL PEMBAHASAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

1. Di bawah ini adalah hasil percobaan daya hantar listrik dari beberapa larutan.

Larutan

Lampu

Banyak gelembung

1

Menyala terang

Banyak

2

Menyala redup

Banyak

3

Tidak menyala

Sedikit

4

Tidak menyala

Tidak ada

Dari data di atas, pasangan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah berturut-turut adalah …

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 1 dan 4

D. 2 dan 4

E. 3 dan 4

Jawaban : 

B. (1 dan 3)

2. Zat di bawah ini yang termasuk elektrolit senyawa kovalen dan bersifat basa adalah….

A. NaOH

B. CH3COOH

C. HCl

D. P(OH)3

E. C12 H22 O11

Jawaban : A.(NaOH) 

3. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah ….

A. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik

B. Elektrolit adalah zat yang mengandung ion-ion yang bebas bergerak

C. Elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutan atau leburannya dapat menghantarkan listrik

D. Elektrolit adalah zat yang mengandung elektron-elektron yang bebas bergerak

E. Elektrolit adalah zat yang mengandung molekul- molekul yang bebas bergerak

Jawaban : 

A (elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik) 

4. Di bawah ini, yang dapat menghantarkan listrik paling baik adalah ….

A. larutan gula 0,1 M

B. larutan asamasetat 0,1 M

C. larutan asam asetat 1 M

D. larutan NaCl 0,1 M

E. larutan NaCl 1M

Jawaban : 

E. (larutanNaCl 1 M, semakin besar konsentrasi maka daya hantarnya semakin bagus)

5. Di bawah ini, zat yang dalam lelehannya tidak dapat menghantarkan listrik adalah….

A. NaCl 

B. C12H22O11

C. CaCl2

D. KI

E. Al2(SO4)3

Jawaban : B ( B. C12H22O11 ) glukosa 

SOAL PEMBAHASAN REAKSI REDOKS

1.       Pada reaksi berikut:

Cl2(aq) + 2KOH(aq)  KCl(aq) + KClO(aq) + H2O(l)

Bilangan oksidasi klor berubah dari

a.         -1 menjadi +1 dan 0

b.        +1 menjadi -1 dan 0

c.         0 menjadi -1 dan -2

d.        -2 menjadi 0 dan +1

e.        0 menjadi -1 dan +1

Pembahasan :

Cl2 memiliki biloks = 0

Cl pada KCl memiliki biloks = -1

Cl pada KClO memiliki biloks = +1

Jawaban : E

2.Bilangan oksidasi atom Cl tertinggi diantara senyawa berikut adalah

a.       KCl                                  d. KClO3

b.      KClO                              e. KClO2

c.       CaCl2

Pembahasan :

Bilangan oksidasi Cl pada KCl adalah -1

bilangan oksidasi Cl pada KClO adalah +1

bilangan oksidasi Cl pada CaCl2 adalah -1

bilangan oksidasi Cl pada KClO3 adalah +5

bilangan oksidasi Cl pada KClO2 adalah +3

Jawaban : D

3.Di antara reaksi-reaksi berikut, mana yang merupakan reaksi redoks adalah

a.       AgNO3 + NaCl  AgCl +NaNO3

b.      2KI + Cl2  I2 + 2KCl

c.       NH3 + H2O  NH4+ + OH-

d.      NaOH + CH3COOH  CH3COONa + H2O

e.      Al2O3 + 2NaOH  2NaAlO2 + H2O

Pembahasan :

Reaksi redoks berarti dalam reaksi tersebut terjadi reaksi reduksi dan oksidasi, atau dalam kata lain terjadi perubahan biloks.

dapat dilihat bahwa reaksi yang mengalami perubahan biloks adalah reaksi

2KI + Cl2  I2 + 2KCl

Biloks I mengalami perubahan dari -1 menjadi 0 (oksidasi)

biloks Cl mengalami perubahan dari 0 menjadi -1 (reduksi)

Jawaban : B

4.Pembakaran kembang api merupakan suatu peristiwa reaksi redoks yang reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:

Zat yang berperan sebagai oksidator adalah

a.       KClO3                             d.  KCl

b.      S                                      e.  SO2

c.       H+

Pembahasan :

Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi dalam suatu reaksi redoks. salah satu cirinya adalah berkurangnya biloks, perhatikan Cl pada KClO3 biloks Cl mengalami perubahan dari +5 menjadi -1.

Jawaban : A

5.Diketahui reaksi:

Jika reaksi tersebut disetarakan maka harga a,b,c, dan d berturut-turut adalah

a.       2,5,6,2                           d.  1,4,3,2

b.      1,3,3,4                           e.  1,5,3,4

c.       2,10,4,4

Pembahasan :

Reaksi redoks diatas dapat disetarakan secara langsung sehingga diperoleh

C3H8 + 5O2  3CO2 + 4H2O

Jawaban : E

SOAL TENTANG HUKUM DASAR KIMIA

1. Perbandingan massa atom-atom dalam senyawa adalah tetap. Pernyataan ini dikemukakan oleh .

A. Lavoisier

B. Dalton

C. Proust

D. Gay-Lussac

E. Avogadro

Jawaban :C

2. Pada percobaan: 2 C(s) + O2(g) 2 CO(g) diperoleh data:

Massa atom C (gram)

Massa atom O (gram)

6

8

10,5

14

15

20

Perbandingan massa unsur C dan O dalam senyawa CO adalah .

A. 2 : 3

B. 4 : 3

C. 3 : 4

D. 3 : 2

E. 2 : 4

Jawaban : C

3. Jika perbandingan massa hidrogen dan oksigen dalam air adalah 1 : 8, maka untuk menghasilkan 45 gram air dibutuhkan .

A. 5 gram hidrogen dan 40 gram oksigen

B. 40 gram hidrogen dan 5 gram oksigen

C. 5 gram hidrogen dan 8 gram oksigen

D. 5 gram hidrogen dan 9 gram oksigen

E. 45 gram hidrogen dan 5 gram oksigen

Jawaban :A

4. Dua buah unsur A dan B dapat membentuk dua macam senyawa. Senyawa I mengandung A 25% dan senyawa B mengandung A 50%. Untuk A yang sama perbandingan B pada senyawa I dan II adalah .

A. 1 : 2

B. 1 : 3

C. 2 : 1

D. 3 : 1

E. 2 : 3

Jawaban : A

5. Pada suhu dan tekanan yang sama perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi akan merupakan perbandingan bilangan yang bulat dan sederhana. Hal ini dikemukakan oleh .

A. Dalton

B. Lavoisier

C. Avogadro

D. Gay-Lussac

E. Proust

Jawaban ; D

6. Dua liter gas nitrogen direaksikan dengan gas hidrogen menghasilkan gas amonia sesuai reaksi:

N2(g) + H2(g) NH3(g)

Jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka volume gas amonia yang dihasilkan .

A. 1 liter

B. 2 liter

C. 3 liter

D. 4 liter

E. 6 liter

Jawaban : D

7. Bila 6 gram magnesium dibakar di udara terbuka diperoleh 10 gram magnesium oksida, maka oksigen yang diperlukan adalah gram.

A. 16

B. 10

C. 6

D. 4

E. 3

Jawaban : B

8. Pada pembakaran gas CH4 menurut reaksi:

CH4(g) + 2 O2(g) CO2(g) + 2 H2O(g). Perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berturut-turut adalah .

A. 1 : 2 : 1 : 1

B. 2 : 1 : 2 : 1

C. 1 : 2 : 1 : 2

D. 1 : 1 : 2 : 2

E. 1 : 2 : 2 : 1

Jawaban : C

9. Bila gas SO2 direaksikan dengan oksigen terjadi reaksi:

SO2(g) + O2(g) SO3(g). Jika volume gas belerang dioksida yang bereaksi 4 liter, maka .

A. dibutuhkan 1 liter gas oksigen

B. dibutuhkan 4 liter gas oksigen

C. dibutuhkan 6 liter gas oksigen

D. dihasilkan 4 liter gas belerang trioksida

E. dihasilkan 2 liter gas belerang trioksida

Jawaban:D

10. Pada suhu dan tekanan tertentu terjadi reaksi dengan persamaan reaksi:

2 H2S(g) + 3 O2(g) 2 H2O(g) + 2 SO2(g).

Perbandingan jumlah H2S : O2 : H2O : SO2 = 2 : 3 : 2 : 2 merupakan perbandingan .

A. massa dan volume

B. massa dan molekul

C. atom dan molekul

D. atom dan volume

E. volume dan molekul

Jawaban : E

  1. a. Mengapa Hukum Kekekalan Massa seolah-olah tidak berlaku pada peristiwa pembakaran kayu?

    b. Pada pembakaran magnesium di udara dihasilkan abu yang berwarna putih. Bagaimana massa abu yang dihasilkan setelah pembakaran dibandingkan dengan massa magnesium?

Jawaban :

  1. a. Karena massa abu < massa kayu, tapi sebenarnya hukum Lavoisier ber-laku.

    m kayu + m oksigen = m abu + m CO2+ m H2O

    b. m abu < m Mg, tetapi hukum Lavoisier berlaku pada pembakaran Mg.

    m Mg + m O2 = m MgO

2.. Untuk membakar 11,2 liter gas hidrokarbon tepat diperlukan 20 liter gas oksigen dan dihasilkan 22,4 liter gas CO2. Apabila semua gas diukur pada suhu dan tekanan sama, bagaimana rumus molekul gas hidrokarbon tersebut?

Jawaban : CxHy + (x + y/4)O2  xCO2 + y/z H2O

11,2 20 22,4

Perb vol CxHy : CO2 = 11,2 : 22,4 =

Perb koef CxHy : CO2 = 1:2

CxHy + aO2  2CO2 + bH2O

Atom C x = 2

O x + y/4 = 20

2 + y/4 = 20

y / 4 = 18

y = 72

SOAL PEMBAHASAN STOIKIOMETRI

1.   Jika 100 mL HCl 0,1 M dicampur dengan 100 ml NaOH 0,1 M. (Mr NaCl= 58,5)

      a.       Hitunglah pH campuran.

      b.      Hitunglah massa garam yang terbentuk.

Penyelesaian:

a) n HCL= M  V                                                     

            = 0,1 M  0,1 mL

            = 0,01 mml

                             HCl       +    NaOH    –>    NaCl    +  HO

mula-mula      :  0,01 mmol     0,01 mmol              –               -

reaksi            :  0,01 mmol     0,01 mmol       0,01 mmol        -

________________________________________________

setimbang       :        –                     –             0,01 mmol

 pH campuran: 7 (netral), [karena campuran yang ekiuvalen asam kuat(HCl) dengan basa kuat(NaOH)]

b) nNaCl yang terbentuk: 0,01 mol

    Vcamp =  VHCl + VNaOH   

                = 100 mL + 100 mL = 200mL = 0,2 L

[NaCl] = M NaCl / Vcamp

            = 0,01 M / 0,2 L = 0,05 M

massa NaCl yang terbentuk:  m = n  Mr

                                                = 0,01  58,5

                                                = 0,585 g

2. Jika 100 mL HSO 0,1 M dicampur dengan 100 mL KOH 0,1 M maka tentukan:

    a. pH campuran.

    b. massa garam yang dihasilkan (Mr KOH: 174).

penyelesaian:

                      HSO     +    2KOH      –>      KSO      +     2HO

mula-mula:   0,01 mmol        0,01 mmol                     –                   -

reaksi       :  0,005 mmol      0,01 mmol             0,005 mmol           -

_________________________________________________________

setimbang : 0,005 mmol               –                    0,005 mmol

n HSO : 0,005 ==> [HSO]sisa = n / Vtotal

                                                      = 0,005 / 0,2 = 0,025 M

HSO –> H  +  SO  

   [H] = a  Ma

          = 2  0,025

          = 0,05 M

                                                                                       

a) pH camp= -log [H]

                  = -log 5.10

                  = 2 – log 5

b) nKSO yang terbentuk:

m = nMr

    = 0,005  174

    = 0,87 g

3. Gas hidrogen dapat dibuat dari reaksi logam Zink dengan larutan asam sulfat. Hitunglah volum asam sulfat    2 M yang diperlukan untuk menghasilkan 6,72 liter gas hidrogen (STP).

Penyelesaian:

Zn   +   HSO      ZnSO   +   H

              2M                                 6,72 L

nH = VH  /  VSTP

          = 6,72 L / 22,4 L

        = 0,3 mol

                     koefisien  HSO

nHSO =  ———————–   nH

                       Koefisien H

                       1

              =    —– 0,3 mol

                       1        

              = 0,3 mol

n = M V

V = n / M

    = 0,3 mol / 2

    = 0,15 L

4. Sebanyak 200 ml l arutan Pb(NO) 0,4 M dicampur dngan 100 ml larutan KI 0,4 M. Hitunglah peraksi yang bersisa.

Penyelesaian:   

n Pb(NO) = M V                                            nKI= M V

                     = 0,4 0,2                                             = 0,4 0,1

                     = 0,08 mol                                              = 0,04 mol

                        Pb(NO)   +   2KI      PbI   +   2KNO

Mula-mula:      0,08                 0,04            -

Reaksi         :   0,02                 0,04          0,02

_______________________________________________

Setimbang   :      0,06 mol           –          0,02 mol

Jadi, peraksi yang bersisa Pb(NO)   = 0,06 mol

 Cat:

-         Reaksi Pb(NO)   = 0,03

  - Caranya: koef Pb(NO)   / koef KI nKI = 1 / 2 0,04 = 0,02 mol

5. Jika 10,8 gram logam Alumanium direaksikan dengan asam sulfat encer, maka tentukanlah:

         a.V HSO ( Ar Al= 27)

         b. VH (STP)

penyelesaian:

Dik: m Al = 10,8 g

       [HSO] = 0,15 M

Dit: a. V HSO

          b. VH

Jawab:   2Al   +   HSO      Al(SO)   +   3H

                                         

       nAl = mAl / Ar Al

              = 10,8 g / 27    

              = 0,4 mol

                             koefisien  HSO

  a.  n HSO =  ———————–   nAl

                                koefisien Al 

                           3                                                                                 

                       = —- 0,4 

                           2                                                                            

                       = 0,6 mol

V HSO = n / M

             = 0,6 / 0,15

            = 4 L

b. nH = koef H

          ———– n Al

            koef Al

               3

          =  — 0,4

               2

          = 0,6 mol

VH = nH V STP

       = 0,6 22,4

       = 13,44 L

6. [L=6,02 x 1023] Hitunglah jumlah partikel dari :

a)    0,6 mol gas SO2

b)    28 gram besi ( Fe)

c)    6,72 liter gas NO2 dalam keadaan STP

Ar S=32 ,N=14 , O=16,Fe=56

PEMBAHASAN :

a)    0,6 mol gas SO2 

0,6 x 6,02 x 1023 = 3,612 x 1023 molekul SO2

b)    28 gram Besi (Fe)

Mol Fe= Massa Fe : mm = 28 gram : 56 = 0,5 mol

Jumlah partikel Fe = 0,5 x 6,02 x 1023 = 3,01 x 102

c)    6,72 liter gas NO2 

Mol NO2 = Volume NO2  :  22,4 = 0,3 mol

Jumlah partikel NO2 = 0,3 x 6,02 x 1023 = 1,806 x 1023

7. Hitunglah massa dari :

a)    1,5 mol Na2O

b)    3,01 x 1024 atom Ni

c)    8,96 liter gas SO3 STP

d)    16 liter gas NO2 diukur pada keadaan 8 liter gas CO2 massanya 11 gram

Ar Na = 23 , S=32 , Ni=59, N=14,C=12 , O= 16

PEMBAHASAN :

a)    1,5 mol Na2O

Massa    = mol x mm 

        = 1,5 x (23 (2) + 16)

        =1,5 x 62

        =93 gram

b)    3,01 x 1024 atom Ni

Mol        = 3,01 x 1024 : 6,02 x 1023

                   = 5 mol

Massa        = mol x mm

                   = 5 mol x 59

                   =295 gram

c)    8,96 liter gas SO3 STP

Mol        =8,96 liter : 22,4 liter = 0,4 mol

Massa        = mol x mm

                  =0,4 x 80

                  = 32 gram

d)    16 liter gas NO2 diukur pada keadaan 8 liter gas CO2 massanya 11 gram

Mol NO2 : Mol CO2 = Volume NO2 : Volume CO2

    Massa NO2 / 46 : 11gram / 44 = 16 : 8

    Massa NO2 / 46 x 4 / 1 = 2 / 1

    4 Massa NO2 = 2 x 46

    Massa NO2 = 92 / 4

    Massa NO2 = 23 gram

8.Hitunglah volume dari :

a)    0,8 mol gas C3H8 STP

b)    1,204 x 1023 molekul gas NH3 STP

c)    23 gram gas NO2 STP

d)    7,5 gram gas C2H6 diukur pada keadaan 40 gram gas  SO3 volumnya 12 L

PEMBAHASAN :

a)    0,8 mol gas C3H8 STP

V = 0,8 x 22,4 L = 17,92 L

b)    1,204 x 1023 molekul gas NH3 STP

mol    = 1,204 x 1023 : 6,02 x 1023 = 0,2 mol

     V        = 0,2 x 22,4 L = 4,48 L

c)    23 gram gas NO2 STP

Mol NO2    = Massa NO2 : mm = 23 : 46 = 0,5 mol

     V                  = 0,5 x 22,4 L = 11,2 L

d)    7,5 gram gas C2H6 diukur pada keadaan 40 gram gas  SO3 volumnya 12 L

Massa C2H6 / Mr C2H6 : Massa SO3 / Mr SO3 = Volume C2H6 : Volume SO3

     7,5 gram / 30 : 40 gram / 80 = Volume C2H6 : 12 L

     7,5 gram  / 30 : 2 gram / 1 = Volume C2H6 : 12 L

     Volume C2H6 = 7,5 gram x 2 gram x 12 L / 30

     Volume C2H6 = 6 L

9. Suatu senyawa organik sebanyak 66 gram tersusun oleh 36 gram karbon,6 gram hidrogen dan sisanya oksigen . Jika Mr = 88 , Ar H = 1 , C=12 , dan O=16, tentukan :

a)    Rumus Empiris (RE)

b)    Rumus Molekul (RM)

PEMBAHASAN

Massa O = Massa senyawa organik (Massa C + Massa H)

      = 66 42 = 24 gram

Mol C    :    Mol H    :    Mol O

36/12    :    6/1    :    24/16

3/1    :    6/1    :    3/2

6    :    12    :    3

2    :    4    :    1

RE = C2H4O

RM    = (C2H4O)n = Mr

           = (C2H4O)n = 88

            = (24+4+16)n = 88

            = 44n = 88

             = n = 2

RM    : (C2H4O)n

           : (C2H4O)2

           : C4H8O2

10. Sebanyak 5,6 gram besi (Fe) direaksikan dengan 150 mL larutan HNO3 2M sesuai reaksi sebagai berikut : Fe(s) + 2 HNO3 Fe(NO3)2(aq) + H2(g). Tentukanlah :

a)    Pereaksi Pembatas (PP)

b)    Zat apakah yang tersisa dan berapakah massanya

c)    Massa Fe(NO3)2 yang terbentuk

d)    Volume gas H2 yang terbentuk diukur pada STP

Ar H=1 Fe=56 N=14 O=16

PEMBAHASAN :

    Mol Fe = Massa : mm = 5,6 / 56 = 0,1 mol

    Mol HNO3 = M x L = 2 x 0,15 = 0,3 mol

Fe(s) + 2 HNO3 Fe(NO3)2(aq) + H2(g)

a)    Pereaksi Pembatas (PP)

Fe = mol / koef = 0,1 / 1 = 0,1

HNO3 = mol / koef = 0,3 / 2 = 0,15

PP = Fe (diambil yang sedikit/ cepat habis)

Fe(s)    + 2 HNO3     Fe(NO3)2(aq)    +    H2(g)

Mula :    0,1         0,3        –            -

Reaksi:    0,1          0,2    +    0,1            0,1    -

Sisa :    0            0,1        0,1            0,1

b)    Zat yang tersisa dan massanya

HNO3 , Massa = 0,1 x 63 = 6,3 gram

c)    Massa Fe(NO3)2 yang terbentuk

Massa = 0,1 x 180 = 18 gram

d)    Volum gas H2 yang terbentuk

Volume H2 = mol x 22,4 L = 0,1 x 22,4 = 2,24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>