Contoh Soal Kmia Soal1. Hitunglah Penurunan Tekanan Uap

CONTOH SOAL

1. Hitunglah penurunan tekanan uap jenuh air, bila 45 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 90 gram air !

Diketahui tekanan uap jenuh air murni pada 20oC adalah 18 mmHg. 

Jawab: 

mol glukosa = 45/180 = 0.25 mol 

mol air = 90/18 = 5 mol

fraksi mol glukosa = 0.25/(0.25 + 5) = 0.048

Penurunan tekanan uap jenuh air:

DP = Po. XA = 18 x 0.048 = 0.864 mmHg

2. Massa jenis H2SO4 pekat 49% – massa 1,3 kg/L (Mr H2SO4 = 98). Unuk memperoleh 260 mL H2SO4 0,05 M diperlukan H2SO4 pekat sebanyak..

Jawab :

Kemolaran H2SO4 pekat (massa jeni = 1,3 kg/L)

M = g/Mr . 1000/mL

= 49/98 . 1000/76,9

= 6,5

V1M1 = V2M2

V1.6,5 = 260 . 0,05

V1 = 2 mL

3. Suatu larutan yang mengandung 3 gram zat elektrolit dalam 100 gram air (Kf = 1,86) mmbeku pada -0, 2790C. massa molekul relatif zat tersebut adalah..

jawab :

Tf = Kf . g/Mr . 1000/P

0,279 = 1,86 . 3/Mr . 1000/100

Mr = 200

4. Berapakah konsentisi hidrogen flourida dalam larutan HF 0,01 M yang terdisosiasi sebanyak 20%…..

Jawab :

Molekul HF sebanyak 20% terdisosiasi menjadi ion-ion H+ dan F-, dan tinggal 80% yang tetap terlarut sebagai HF.

HF = 80/100 . 0,01 M = 0,08 M

5. Pada konsentrasi yang sama larutan elektrolit kuat membeku pada suhu yang lebih tinggi daipada elektrolit lemah

SEBAB

Pada konsentrasi yang sama larutan elektrolit kuat menghasilkan jumlah ion-ion yang lebih banyak daripada jumlah ion-ion yang dihasilkan oleh elektrolit lemah

Jawab :

Penerunan titik beku, Tf = Kf.m.i

Untuk larutan nonelektrolit, i = 1

Untuk larutan elektrolit, i = 1 + (n-1)

Dengan konsentrasi yang sama, larutan elektrolit mempunyai penurunan titik beku yang lebih besar, sehingga titik bekunya lebih rendah. Semakin kuat suatu elektrolit, semakin banyak molekulnya yang akan mengion.

Hidrolisis Garam

0 COMMENTSDIPOSKAN OLEH DHANA SURYA WIHARJARABU, 21 NOVEMBER 2012 DI 16.54

Reaksi asam dan basa menghasilkan garam. Asam terdiri dari asam kuat dan asam lemah. Demikian juga basa, ada yang termasuk ke dalam basa kuat ada juga yang merupakan basa lemah. 

Beberapa contoh asam kuat:

H2SO4…….asam sulfat

HCl……….asam klorida

HBr………asam bromida

HI……….asam Yodida

HNO3……..asam nitrat

HClO3…….asam klorat

HClO4…….asam perklorat

Beberapa contoh basa kuat

Li(OH)2….lithium hidroksida

NaOH……..natrium hidroksida

KOH……….kalium hidroksida

Ca(OH)2kalsium hidroksida

Ba(OH)2barium hidroksida

RbOH……..rubidium hidroksida

Sr(OH)2stronsium hidroksida

Sifat- sifat larutan garam

Sifat-sifat larutan garam ada 3 macam yaitu :

1. Larutan garam yang bersifat netral yaitu garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat atau terbentuk dari asam lemah dan basa lemah. Contoh : NaCl , CH3COONH4

2. Larutan garam yang bersifat asam yaitu garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah. Contoh : NH4Cl, Al2(SO4)3

3. Larutan garam yang bersifat basa yaitu garam yang terbentuk dari basa kuat dan asam lemah. Contoh : CH3COONa, Na2CO3

4. Larutan garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah dapat bersifat asam, basa,

netral .Karena garam ini terhidrolisis sempurna, maka harga pH bukan tergantung pada konsentrasi garamnya, tetapi bergantung pada harga Ka dan Kb-nya.

a. Jika Ka = Kb ,larutan garam bersifat netral (pH=7)

b. Jika Ka = Kb , larutan garam bersifat asam (pH<7)

c. Jika Ka = Kb , larutan garam bersifat basa (pH>7)

Garam terdiri dari 4 jenis

1. Terbentuk dari asam kuat dan basa kuat ,bersifat netral contohnya NaCl,K2SO4

2. Terbentuk dari asam kuat dan basa lemah ,bersifat asam, contohnya NH4Cl dan

Al2(SO4)3

3. Terbentuk dari asam lemah dan basa kuat , bersifat basa, contohnya

CH3COONa,HCOOK,Na2CO3

4. Terbentuk dari asam lemah dan basa lemah, sifatnya tergantung harga Ka dan Kb, contohnya (NH4)2CO3

pH larutan garam

1. Garam yang berasal dari Asam kuat dan Basa kuat tidak mengalami hidrolisis. pH = 7

2. Garam yang berasal dari Asam lemah dan Basa kuat hanya mengalami hidrolisis sebagian dalam air.

Rumus :

3. Garam yang ber  

 

4. Garam yang berasal dari Asam lemah dan Basa lemah mengalami hidrolisis total dalam air.

Rumus :

LATIHAN 

1. Tentukan pH dari :

     a. larutan KCl 0,01 M

     b. larutan Mg(NO3)2 0,2 M

     c. larutan KNO3 0,5 M

2. Tentukan pH larutan NH4Cl 0,02 M ! (Kb = 1,8.10-5)

3. Untuk membuat larutan garam CH3COONa dengan pH=10, hitung massa CH3COONa yang

harus dilarutkan dalam 100 ml air ! (Mr=82, Ka=10-5).

kunci Jawaban :

1.  a. pH KCl 0,01 M = 7, karena KCl merupakan garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah.

   b. pH Mg(NO3)0,2 M = 7, karena Mg(NO3)merupakan garam yang berasal dari asam kuat danbasa kuat.

c. pH KNO3 0,5 M = 7, karena KNO3 merupakan garam yang berasal dari asam kuat dan

basa kuat.

2. NH4Cl(aq) —–> NH4+(aq) + Cl-(aq)

0,02 M……….. 0,02 M

[H+] = 3,3 . 10 -6

pH = -log 3,3 . 10-6

= 6 log 3,3

3. pH = 10

pOH = 14-10 = 4

[OH-] = 10-4

[G] = 10 M

n = 10 x0,1 = 1 mol

m CH3COONa = 1 x 82 = 82 gram

LABEL: KIMIA , PENDIDIKAN 

Kurva Titrasi Asam Basa

0 COMMENTSDIPOSKAN OLEH DHANA SURYA WIHARJADI 16.30

Kurva titrasi dibuat dengan menghitung pH campuran reaksi pada

beberapa titik yang berbeda selama perubahan larutan basanya. Bentuk kurva titrasi tergantung pada kekuatan asam dan basa yang direaksikan.

a. Titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat

Reaksi antara 25 ml HCl 0,1 M dengan NaOH 0,1 M, reaksi yang terjadi sebagai berikut :

HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(aq)

Kurva asam kuat dengan basa kuat dapat dilihat pada gambar diatas. pH sebelum NaOH =1,

Setelah penambahan 10 ml NaOH pH menjadi 1,37. Penambahan 25 ml NaOH pH = 7,

karena terjadi titik ekuivalen yang menyebabkan larutan garam NaCl bersifat netral. Penambahan 26 ml NaOH berubah drastic menjadi 11,29. Garam NaCl yang terbentuk dari asam kuat dan basakuat yang merupakan elektrolit kuat tidak akan terhidrolisis, karena larutannya bersifat netral (pH=7).

Contoh : NaCl(aq)  Na+(aq) + Cl-(aq)

Na+(aq) + H2O(l) 

Cl- (aq) + H2O(l)—->

b. Titrasi Asam Kuat dengan Basa Lemah

Reaksi antara 25 ml HCl 0,1 M dengan NH3 0,1 M (Kb = 10-5). Reaksinya sebagai berikut :

HCl(aq) + NH3(aq) NH4Cl(aq)

Sebelum penambahan NH3, pH =1, setelah penambahan 10 ml NH3, pH =1,37,

penambahan 25 ml NH3, pH=5,15 yang merupakan titik ekuivalen. Penambahan 26 ml NH3, pH berubah sedikit, yaitu 6,1.

Penambahan sedikit basa maka pH garam hamper tidak berubah, sehingga merupakan larutan penyangga. Titik ekuivalen terjadi pada pH<7,>karena garam yang terbentuk mengalami hidrolisis sebagian yang bersifat asam.

NH4Cl(aq)  NH4(aq) + Cl-

NH4+(aq) + H2O(l)  NH4OH(aq) + H+(aq)

Cl-(aq) + H2O(l) 

c. Titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat

Reaksi antara 25 ml HC2H3O2 0,1 M (Ka= 1,74.10-5) dengan NaOH 0,1 M.

Reaksi : HC2H3O2(aq) +NaOH(aq)  C2H3O2Na(aq) + H2O(l)

Penambahan 10 ml NaOH pH berubah menjadi 4,58, penambahan 25 ml terjadi titik ekuivalen

Pada pH = 8,72. Penambahan 26 ml NaOH pH =10,29. Pada grafik diatas,

penambahan sedikit basa, maka pH akan naik sedikit, sehingga termasuk larutan penyangga. Titik ekuivalen diperoleh pada pH >7. Hal itu disebabkan garam yang terbentuk mengalami hidrolisis sebagian yang bersifat basa.

C2H3O2Na(aq) —> CH3COO-(aq) + Na+(aq)

C2H3O2(aq) + H2O(l) —> C2H3O2H(aq) + OH-(aq)

Na+(aq) + H2O(l) —>

d. Titrasi Asam Lemah dengan Basa Lemah

Contoh yang biasa untuk kurva titrasi asam lemah dan basa lemah adalah asam etanoat dan amonia

CH3COOH (aq) + NH3(aq) —>CH3COONH4 (aq)

Hal ini juga terjadi karena keduanya bersifat lemah – pada kasus tersebut, titik ekivalen kira-kira terletak pada pH 7.

Gambar ini hanyalah penggabungan gambar yang telah anda lihat. Sebelum titik ekivalen sama seperti kasus amonia – HCl. Setelah titik ekivalen seperti bagian akhir kurva asam etanoat – NaOH.

Perhatian bahwa kurva tersebut sedikit tidak curam pada gambar ini. Malahan, terdapat sesuatu yang dikenal dengan "titik infleksi". Kecuraman yang berkurang berarti bahwa sulit melakukan titrasi antara asam lemah vs basa lemah.

LATIHAN

1. Hitunglah kemolalan larutan yang dibuat dengan melarutkan 10 gram urea dalam 100 gram air !

2. Hitunlah jumlah mol zat yang dihasilkan dari 2,4 gram Mg yang direaksikan dengan asam sulfat ! (Ar Mg=24)

3. Apabila 100 ml H2SO0,1 M dicampurkan dengan 400 ml larutan NaOH 0,1 M,tentukan banyaknya NaOH sisa dan hasil reaksinya !

4. Tentukan kadar asam asetat pada cuka makan, bila 10 ml cuka diencerkan tepat 100 ml dan sebanyak 20 ml cuka encer tersebut dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M sebanyak 30 ml ! ( = 1 gram/ml, Mr CH3COOH =60)

5. Jika kita memiliki 5 ml larutan NH1,48 M, berapakah volume akhir larutan

setelah diencerkan menjadi 1 M !

Kunci Jawaban

1. m = 1000/p x gram/Mr

= 1000/1000 x 10/60

= 1,7 mol/kg

2. Mg(S) + H2SO4(aq)  MgSO4(aq) + H2(g)

Mg yang bereaksi = gram/Mr

= 2,4/24 = 0,1 mol

MgSO4 yang terbentuk = 1/1 x 0,1 mol = 0,1 mol

H2 yang terbentuk = 1/1 x 0,1 mol = 0,1 mol

3. mol H2SOmula-mula = 100 ml x 0,1 M = 10 mmol

Mol NaOH mula-mula = 400 ml x 0,1 M = 40 mmol

………………….H2SO4(aq) + 2NaOH(aq)  Na2SO4(aq) + 2H2O(aq)

Mula-mula : 10 mmol ……..40 mmol…….. - -

Bereaksi : 10 mmol ………….20 mmol ……..10 mmol……... 20 mmol

_____________________________________________-

Sisa ………;: _………………… 20 mmol ………10 mmol …….20 mmol

Sehingga didapat hasil reaksi = ……….10 mmol Na2SOdan sisa pereaksi = 20 mmol NaOH.

4. Pengenceran cuka

Cuka sebelum diencerkan = V1, M1

Cuka sesudah diencerkan = V2, M2

V1 x M1 = V2 xM2

10 x M= 100 x M2

M1 = 10 M………. (1)

Titrasi

Asam cuka = VA, MA, nA

NaOH = VB, MB, nB

Rumus penetralan

VA x MA x nA = VB x MB x nB

20 x MA x 1 = 30 x 0,1 x 1

M= 0,15 M……(2)

Dimana M= M2 = 0,15 M, subtitusi persamaan (1)

M1 = 10 M2 = 10 x 0,15 M

M1 = 1,5 M

% cuka = M x Mr/  x10

= 1,5 x 60/1×10

LABEL: KIMIA , PENDIDIKAN 

Titrasi Asam Basa

0 COMMENTSDIPOSKAN OLEH DHANA SURYA WIHARJASELASA, 20 NOVEMBER 2012 DI 16.55

1. Pengertian Titrasi Asam Basa

Titrasi merupakan cara penentuan konsentrasi suatu larutan dengan menggunakan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya.

Titrasi dengan menggunakan reaksi asam basa (penetralan) disebut titrasi asam basa.

Larutan yang konsentrasinya sudah diketahui disebut larutan baku.

Titik ekuivalen adalah titik ketika asam dan basa tepat habis bereaksi dengan disertai

perubahan warna indikatornya.

Titik akhir titrasi adalah saat terjadinya warna indikator.

2. Perhitungan Kimia dalam Reaksi Larutan

a. Molaritas adalah konsentrasi larutan yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam

1 liter larutan.

b. Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut yang dinyatakan dalam satuan

mol/kg.

Latihan :

1. Hitunglah molaritas dari 5,85 gram NaCl(Mr=58,5) yang dilarutkan dalam 500 ml air !

2. Larutan NaOH 2 molal dibuat dari x gram NaOH yang dilarutkan dalam 200 gram air. Tentukan

massa x gram NaOH !

Kunci Jawaban

1. Diketahui : m NaCl = 5,85

Mr NaCl = 58,5

V = 500 ml

Ditanya : M NaCl ?

Jawab :

M=0,2M

2.Diketahui : m = 0,2 m

Mr NaOH = 40

m pelarut = 200 gr

Ditanya : m NaOH

Jawab :

gr=16 gram

3. Hitungan Titrasi

Pada titrasi jumlah ekuivalen asam = jumlah ekuivalen basa.

Ekuivalen asam = ekuivalen basa

VA x NA = VB x NB

Atau : VA x MA x nA = VB x MB x nB

VA = vol. larutan asam …..MA = molaritas larutan asam

VB = vol. larutan basa…… MB = molaritas larutan basa

NA = normalitas larutan asam….. nA = valensi larutan asam

NB = normalitas larutan basa …….nB = valensi larutan basa

Contoh Soal :

1. Larutan HCl 0,3 M dititrasi dengan larutan NaOH, titik akhir titrasi tercapai bila 10 ml larutan

HCl memerlukan 75 ml larutan NaOH. Tentukan molaritas NaOH !

2. Tentukan konsentrasi 20 ml Ca(OH)2 yang dititrasi dengan 100 ml larutan HCl 0,1 M !

Penyelesaian :

1. Diketahui : MA = 0,3 M VB = 75 ml

VA = 10 ml nB = 1

NA = 1

Ditanya : MB ?

Jawab :

MB= 0,04M

2. Diketahui : VA = 100 ml VB = 20 ml

MA = 0,1 M nB = 2

NA = 1

Ditanya : MB ?

Jawab : VA x MA x nA = VB x MB x nB

100 x 0,1 x 1 = 20 x MB x 2

MB = 0,25 M

Larutan Asam Basa

Teori Asam Basa

A. MENURUT ARRHENIUS

Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+.

Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH-.

Contoh:

1) HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)

2) NaOH(aq) Na+(aq) + OH-(aq)

B. MENURUT BRONSTED-LOWRY

Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.

Contoh:

1) HAc(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + Ac-(aq)

asam-1 basa-2 asam-2 basa-1

HAc dengan Ac- merupakan pasangan asam-basa konjugasi.

H3O+ dengan H2O merupakan pasangan asam-basa konjugasi.

2) H2O(l) + NH3(aq) NH4+(aq) + OH-(aq)

asam-1 basa-2 asam-2 basa-1

H2O dengan OH- merupakan pasangan asam-basa konjugasi.

NH4+ dengan NH3 merupakan pasangan asam-basa konjugasi.

Eksponen Hidrogen

Besarnya konsentrasi ion H+ dalam larutan disebut derajat keasaman. Untuk menyatakan derajat keasaman suatu larutan dipakai pengertian pH.

pH = log [H+]

Untuk air murni (25oC): [H+] = [OH-] = 10-7 mol/l

pH = log 10-7 = 7

Atas dasar pengertian ini, ditentukan:

- Jika nilai pH = pOH = 7, maka larutan bersifat netral

- Jika nilai pH < 7, maka larutan bersifat asam

- Jika nilai pH > 7, maka larutan bersifat basa

- Pada suhu kamar: pKw = pH + pOH = 14

Untuk menyatakan nilai pH suatu larutan asam, maka yang paling awal harus ditentukan (dibedakan) antara asam kuat dengan asam lemah.

a. pH Asam Kuat

Bagi asam-asam kuat ( a = 1), maka menyatakan nilai pH larutannya dapat dihitung langsung dari konsentrasi asamnya (dengan melihat valensinya).

Contoh: 

1. Hitunglah pH dari 100 ml larutan 0.01 M HCl !

Jawab:

HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)

[H+] = [HCl] = 0.01 = 10-2 M

pH = log 10-2 = 2

2. Hitunglah pH dari 2 liter larutan 0.1 mol asam sulfat !

Jawab:

H2SO4(aq) 2 H+(aq) + SO42-(aq)

[H+] = 2[H2SO4] = 2 x 0.1 mol/2.0 liter = 2 x 0.05 = 10-1 M

pH = log 10-1 = 1

b. pH Asam Lemah

Bagi asam-asam lemah, karena harga derajat ionisasinya 1 (0 < a < 1) maka besarnya konsentrasi ion H+ tidak dapat dinyatakan secara langsung dari konsentrasi asamnya (seperti halnya asam kuat). Langkah awal yang harus ditempuh adalah menghitung besarnya [H+] dengan rumus

[H+] = ( M . Ka)

dimana:

M = konsentrasi asam lemah

Ka = tetapan ionisasi asam lemah

Contoh:

Hitunglah pH dari 0.025 mol CH3COOH dalam 250 ml larutannya, jika diketahui Ka = 10-5

Jawab:

M = 0.025 mol/0.025 liter = 0.1 M = 10-1 M

[H+] = (M . Ka) = 10-1 . 10-5 = 10-3 M

pH = -log 10-3 = 3

Prinsip penentuan pH suatu larutan basa sama dengan penentuan pH larutam asam, yaitu dibedakan untuk basa kuat dan basa lemah.

1. pH Basa Kuat 

Untuk menentukan pH basa-basa kuat (a = 1), maka terlebih dahulu dihitung nilai pOH larutan dari konsentrasi basanya.

Contoh: 

a. Tentukan pH dari 100 ml larutan KOH 0.1 M !

b. Hitunglah pH dari 500 ml larutan Ca(OH)2 0.01 M !

Jawab:

a. KOH(aq) K+(aq) + OH-(aq)

[OH-] = [KOH] = 0.1 = 10-1 M

pOH = log 10-1 = 1

pH = 14 pOH = 14 1 = 13

b. Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2 OH-(aq)

[OH-1] = 2[Ca(OH)2] = 2 x 0.01 = 2.10-2 M

pOH = log 2.10-2 = 2 log 2

pH = 14 pOH = 14 (2 log 2) = 12 + log 2

2. pH Basa Lemah

Bagi basa-basa lemah, karena harga derajat ionisasinya 1, maka untuk menyatakan konsentrasi ion OH- digunakan rumus:

[OH-] = (M . Kb)

dimana:

M = konsentrasi basa lemah

Kb = tetapan ionisasi basa lemah

Contoh:

Hitunglah pH dari 100 ml 0.001 M larutan NH4OH, jika diketahui tetapan ionisasinya = 10-5 !

Jawab:

[OH-] = (M . Kb) = 10-3 . 10-5 = 10-4 M

pOH = log 10-4 = 4

pH = 14 pOH = 14 4 = 10

Stoikiometri reaksi dan Titrasi Asam Basa 

Persamaan ion

Contoh :

Reaksi rumus : 2NaOH(aq) + H2SO4(aq) Na2SO4(aq) + 2H2O(l)

Reaksi ion : 2Na+ + 2OH- + 2H+ + SO42- 2Na+ + SO42- + 2H2O

Reaksi bersih : 2H2O(aq) 2H2O(l)

Titrasi

Titrasi adalah cara penetapan kadar suatu larutan dengan menggunakan larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya. Motode ini banyak dilakukan di laboratorium. Beberapa jenis titrasi, yaitu:

1. titrasi asam-basa

2. titrasi redoks

3. titrasi pengendapan

Contoh:

1. Untuk menetralkan 50 mL larutan NaOH diperlukan 20 mL larutan 0.25 M HCl.

Tentukan kemolaran larutan NaOH !

Jawab:

NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l)

mol HCl = 20 x 0.25 = 5 m mol

Berdasarkan koefisien reaksi di atas.

mol NaOH = mol HCl = 5 m mol

M = n/V = 5 m mol/50mL = 0.1 M

2. Sebanyak 0.56 gram kalsium oksida tak murni dilarutkan ke dalam air. Larutan ini tepat dapat dinetralkan dengan 20 mL larutan 0.30 M HCl.Tentukan kemurnian kalsium oksida (Ar: O=16; Ca=56)!

Jawab:

CaO(s) + H2O(l) Ca(OH)2(aq)

Ca(OH)2(aq) + 2 HCl(aq) CaCl2(aq) + 2 H2O(l)

mol HCl = 20 x 0.30 = 6 m mol

mol Ca(OH)2 = mol CaO = 1/2 x mol HCl = 1/2 x 6 = 3 m mol

massa CaO = 3 x 56 = 168 mg = 0.168 gram

Kadar kemurnian CaO = 0.168/0.56 x 100% = 30%

Eksponen Hidrogen (pH)

A : asam kuat

B : basa lemah

C : garam

D : air

(Reaksi Asam Basa)

A + B C + D

m : 1 0,5 – -

r : 0,5 0,5 0,5 0,5

s : 0,5 – 0,5 0,5

[H+] = (mol sisa)(volum total)

(Reaksi Buffer) 

A + B C + D

m : 0,5 1 – -

r : 0,5 0,5 0,5 0,5

s : – 0,5 0,5 0,5

[H+] = Ka x (mol asam)/(mol garam valensi )

(Reaksi Hidrolisis) 

A + B C + D

m : 0,5 0,5 – -

r : 0,5 0,5 0,5 0,5

s : – – 0,5 0,5

[H+] = (Kw/KbGaram valensi)

Jika, 

A : asam lemah

B : basa lemah

C : garam

D : air

Dan jika, Ka > Kb, maka

[H+] = (Kw/KbKa)

Hasil kali kelarutan

KSP = hasil perkalian [kation] dengan [anion] dari larutan jenuh suatu elektrolit yang sukar larut menurut kesetimbangan heterogen.

Kelarutan suatu elektrolit ialah banyaknya mol elektrolit yang sanggup melarut dalam tiap liter larutannya.

Contoh:

AgCl(s) –> Ag+(aq) + Cl-(aq)

K = [Ag+] [Cl-]/[AgCl]

K . [AgCl] = [Ag+][Cl-]

KspAgCl = [Ag+] [Cl-]

Bila Ksp AgCl = 10-10 , maka berarti larutan jenuh AgCl dalam air pada suhu 25oC, Mempunyai nilai [Ag+] [Cl-] = 10-10

1. Kelarutan zat AB dalam pelarut murni (air).

AnB(s) –> nA+(aq) + Bn-(aq)

s –> n.s s

Ksp AnB = (n.s)n.s = nn.sn+1 s = n+i Ksp AnB/nn 

dimana: s = sulobility = kelarutan

Kelarutan tergantung pada:

- suhu

- pH larutan

- ada tidaknya ion sejenis

2. Kelarutan zat AB dalam larutan yang mengandung ion sejenis

AB(s) –> A+ (aq) + B- (aq)

s –> n.s s

Larutan AX :

AX(aq) –> A+(aq) + X-(aq)

b –> b b

maka dari kedua persamaan reaksi di atas:

[A+] = s + b = b, karena nilai s cukup kecil bila dibandingkan terhadap nilai b sehingga dapat diabaikan.

[B-1] = s

Jadi : Ksp AB = b . s

Contoh: 

Bila diketahui Ksp AgCl = 10-10 ,berapa mol kelarutan (s) maksimum AgCl dalam 1 liter larutan 0.1 M NaCl ?

Jawab:

AgCl(s) –> Ag+(aq) + Cl-(aq)

s –> s s

NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)

Ksp AgCl = [Ag+] [Cl-] = s . 10-1

Maka s = 10-10/10-1 = 10-9 mol/liter

Dari contoh di atas. kita dapat menarik kesimpulan bahwa makin besar konsentrasi ion sojenis maka makin kecil kelarutan elektrolitnya

Untuk suatu garam AB yang sukar larut berlaku ketentuan, jika:

- [A+] x [B-] < Ksp larutan tak jenuh; tidak terjadi pengendapan

- [A+] x [B-] = Ksp larutan tepat jenuh; larutan tepat mengendap

- [A+] x [B-] > Ksp larutan kelewat jenuh; di sini terjadi pengendapan zat

Contoh:

Apakah terjadi pengendapan CaCO3. jika ke dalam 1 liter 0.05 M Na2CO3 ditambahkan 1 liter 0.02 M CaCl2, dan diketahui harga Ksp untuk CaCO3 adalah 10-6.

Jawab:

Na2CO3(aq) –> 2 Na+(aq) + CO3- (aq)

[CO32-] = 1 . 0.05 / 1+1 = 0.025 M = 2.5 x 10-2 M

CaCl2(aq) –> Ca2+(aq) + 2Cl-(aq)

[Ca2+] = 1 . 0.02 / 1+1 = 0.01 = 10-2 M

maka : [Ca2+] x [CO32-] = 2.5 x 10-2 x 10-2 = 2.5 x 10-4

karena : [Ca2+] x [CO32-] > Ksp CaCO3, maka akan terjadi endapan CaCO3

Incoming search terms:

  • molaritas hidrogen florida dalam larutan HF yang terdisosiasi 20% adalah M (ka= 6 6 x 10-4)
  • sebanyak 50 ml larutan H2SO4 0 02 M dapat dinetralkan dengan 100 ml larutan ca(oh)2 apabila larutan ca(oh)2 tersebut dibuat dengan mengencerkan 20 ml larutan awal massa ca(OH)2 yang terlarut dalam 100 ml larutan awal sebanyak (ar ca =40 o =16 h =1)
  • larutan 40 ml larutan Hcl 0 1m dititrasi dengan X ml Caoh 0 1 nilai x adalah
  • konsentrasi hidrogen fluorida dalam larutan HF 0 01M yang terdisosiasi 20% adalah
  • konsentrasi hidrogen fluorida dalam larutan hf 0 01 M yang terdisosiasi 20% pada saat kesetimbangan kimia tercapai
  • konsentrasi hidrogen fluorida dalam laritan HF 0 01M yg terdisosiasi 20% pada saat kesetimbangan kimia tercapai adalaha
  • hitunglah volume larutan H2SO4 0 05 M yang di perlukan untuk menetralkan 100mL larutan NaOH 0 2 M menurut persamaan reaksi 2NaOH(aq) H2SO4(aq)->Na2SO4(aq) 2H2O(I)
  • hitunglah volum larutan H2SO4 0 05 M yang diperlukan untuk menetralkan 100 mL larutan NaOH 0 2 M menurut persamaan reaksi : 2 NaOH H2SO4 -> Na2SO4 2H2O
  • v1m1=v2m2 contoh soal
  • hitunglah ph larutan berikut asam karbonat 0 001M(ka=10-5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>