Contoh Soal Dosis Obat Bagi Mahasiswa Farmasi Pengetahuan

Bagi mahasiswa Farmasi pengetahuan tentang dosis dan resep merupakan pengetahuan mendasar yang wajib diketahui. Biasanya ilmu dasar ini dipelajari pada semester awal perkuliahan, sebagai pengantar ilmu kefarmasian. Lalu bagi anda yang memang tidak menggeluti kekhususan bidang farmasi dan ingin tahu tentang apa sih dosis dan resep itu? Berikut ini penjelasan singkatnya.

Dosis Obat

Dosis obat adalah jumlah obat yang diberikan kepada penderita dalam satuan berat dan satuan isi dan unit-unit lainnya (unit internasional).

Faktor Penentuan Dosis

a. Sejarah Kesehatan Pasien :

1. Umur

Bayi dan anak-anak memiliki dosis yang berbeda dari orang dewasa, misalnya bayi yang baru lahir (prematur) memiliki fungsi hati dan ginjalnya belum sempurna, sehingga secara normal obat-obat tidak diserap maksimal dan mengakibatkan akumulasi sampai ke tingkat keracunan.

2. Berat Badan

Dosis lazim obat secara umum dianggap cocok untuk orang dengan berat badan 70kg (150 pound)

Rasio antara jumlah obat yang digunakandan ukuran tubuh mempengaruhi konsentrasi obat pada tempat kerjanya

Untuk pasien dewasa

Dosis untuk Pediatrik ditentukan berdasarkan umur dan berat badan, misalnya dosis injeksi digitoksin sebagai berikut:

Di bawah umur 1 tahun-0.045 mg/kg

Umur 1 2 tahun-0.04 mg/kg

Umur di atas 2 tahun-0.03 mg/kg

Menentukan dosis untuk anak-anak berdasar berat badan menggunakan Clarks Rule:

(Berat badan/150) x dosis dewasa

3. Body Surface Area (BSA)

BSA berhubungan erat dengan proses metabolisme

Menentukan BSA dengan nomogram yang memuat skala tinggi, berat, dan luas permukaan.

4. Jenis Kelamin

Wanita lebih sensitif terhadap efek obat terutama ibu hamil dan ibu menyusui (efek negatif untuk fetus atau uterus)

Janin sangat sensitif terhadap unsur-unsur obat dan kimia

5. Status Patologi

Obat yang diberikan boleh dipakai bila manfaatnya melebihi resikonya.

Contoh: Pasien dengan gangguan ginjal diberikan tetrasiklin

6. Toleransi Obat

Kemampuan memperpanjang pengaruh obat khususnya bila dibutuhkan untuk pemakaian obat yang terus-menerus

Dikembangkan pada Obat Spesifik (Chemical Congener) Antihistamin, Barbiturat, Analgesik, dan Narkotik

7. Waktu Pemakaian

Berhubungan dengan efek biologis terutama absorbsi yang optimum

Berhubungan dengan dosis terutama bila terapi obat dilakukan secara oral yang berhubungan dengan makanan

8. Terapi dengan obat yang diberikan bersamaan

Interaksi obat secara fisik dan kimiawi

Penyelidikan interaksi obat dengan obat lain atau makanan menggunakan uji laboratorium secara klinis sisi penting terapi obat dan praktik farmasi

Dosis Rangkap = Dosis Kombinasi

Dalam resep terdapat dua atau lebih obat yang mempunyai khasiat yang sama.

9. Bentuk Sediaan & Cara Pemakaian

Berdasarkan pada beda kecepatan dan luasnya absorbsi dari berbagai macam cara pemakaian obat.

Secara komersial dibuat bentuk sediaan yang mengandung jumlah obat yang ditetapkan, dirancang untuk memperoleh dosis lazim yang diperlukan oleh pasien

Resep

Adalah permintaan tertulis dari seorang dokter kepada apoteker untuk membuat dan atau menyerahkan obat kepada pasien. Resep ditulis dengan terminologi dalam bahasa latin, sehingga wajar bagi anda yang bukan orang farmasi atau kedokteran mengalami kesulitan dalam membaca resep.

Yang berhak menulis resep:

a] Dokter

b] Dokter gigi, terbatas pada pengobatan gigi dan mulut

c] Dokter hewan, terbatas kepada pengobatan hewan

Hal-hal yang harus dimuat dalam resep:

a) Nama, alamat dan nomor izin praktik dokter, dokter gigi, dan dokter hewan

b) Tanggal penulisan resep (inscriptio)

c) Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep. Nama setiap obat dan komposisi obat (invocatio)

d) Aturan pemakaian obat yang tertulis (signatura)

e) Tanda tangan atau paraf dokter penulis resep, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku (subscribtio)

f) Jenis hewan dan nama serta alamat pemiliknya untuk resep dokter hewan

g) Tanda seru (!) dan paraf dokter untuk resep yang mengandung obat yang jumlahnya melebihi dosis rasional

Contoh Resep

Dr. Bajuri Ahmad

SIP no. 228/K/84

Jln. Budi Kemulian no. 8A

No. Telp. 4265

Jakarta.

Jakarta, 13-5-1984

R/ Acetosal mg 500

Codein HCL mg 20

C.T.M. mg 4

S.L q.s

m.f. pulv. Dtd. No. xv

da in caps

S.t.d.d. caps. I

Paraf/tanda tangan Dokter

Pro: Ny Oneng Gigi Kembar (dewasa)

Incoming search terms:

  • contoh soal bahasa inggris resep obat
  • contoh soal bahasa inggris tentang resep obat
  • contoh soal CTM matematika farmasi
  • contoh soal injeksi farmasi
  • contoh soal matematika yang berhubungan dengan farmasi semester 1
  • kumpulan soal bhs indonesia tentang dosis
  • pengetahuan tentang dosis
  • soal ilmu resep interaksi obat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>